Suarga
—43. Lalai—
------
Benahi dirimu terlebih dahulu.
------
Juyen tidak tau apa yang terjadi namun ia segera melakukan tugasnya sewaktu Shankara memberinya arahan, mengutak-atik laptopnya untuk mengecek semua rekaman CCTV yang ada di markas. Disamping nya ada Shankara dan Wilard yang turut memperhatikan dengan teliti, suasana menjadi tegang seketika.
Juyen mengerutkan keningnya, kembali ia mencoba masuk dalam rekaman salah satu CCTV di area luar namun selalu gagal. Seperti tidak biasanya terjadi, CCTV yang lain tetap berfungsi seperti biasanya.
"Juyen, CCTV punya lo jatuh nih!"
Ketiganya langsung menoleh, menatap Bima yang berjalan mendatangi mereka dengan membawa CCTV kecil yang sudah pecah.
"Astaga! Lo nemu dimana?" Juyen segera mengambil alih guna memeriksanya.
"Di bawah tanaman nya bang Tiyas, gue nemu udah begini bentuknya." Ujar Bima selaku yang menemukan benda itu.
"Aishh sial, ini CCTV paling mahal punya kita!" Juyen berujar dengan lemas.
"Yaudah lah, nanti gampang bisa ganti lagi. Yang penting ini gimana kelanjutannya? Lo nggak bisa lihat rekaman sebelum nya?" Wilard menginterupsi, ia ingin segera mendapatkan penjelasan dari apa yang terjadi.
"Nggak bisa, Wil. Kalo beneran ada orang yang memata-matai markas, pasti dia pelakunya yang bikin CCTV kita rusak!" Ujar Juyen, ia kembali mencoba mengutak-atik laptopnya.
Shankara mendengarkan saja, dalam batinnya mencoba menerka siapa yang berani-beraninya mengusik ketenangan Suarga yang tengah lenggang. Namun Shankara yakin sekali dengan penglihatannya, bahwa benar-benar ada seseorang yang mencoba untuk mengintip keadaan didalam markas Suarga.
"Tapi kalo emang iya, gimana bisa dia lolos gitu aja?" Bima pun turut menyuarakan rasa penasarannya.
"Nggak tau juga, ini masih kerasa janggal. Setelah ini gue mau semuanya berkumpul, ada hal penting yang harus gue omongin." Ujar Wilard, ia lalu keluar dari sana untuk mencari keberadaan Jiyon.
Dan ia menemukan Jiyon yang tengah berada di luar sedang memeriksa keadaan sekitar, mencari sesuatu yang mungkin saja bisa menjadi petunjuk mereka atas apa yang terjadi. Wilard ikut mendongak pada sudut atap dimana letak CCTV yang sebelumnya berada, tidak ada yang mencurigakan dari sana.
"Bima yang nemuin disini, kalo dilihat dari kerusakan nya kelihatan banget kalo CCTV itu di jatuhin dan langsung pecah." Jiyon berujar, tau kalau Wilard juga tengah bertanya-tanya.
"Kalo Shankara bilang melihat bayangan itu di jendela belakang, bisa jadi pelakunya emang lewat belakang yang jarang dilalui orang-orang dan dia masih sempet buat jatuhin CCTV punya kita sebelum ngintip Shankara di dalem." Lanjut Jiyon.
Wilard mengangguk paham, memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana sembari terus mengamati sekitar. "Kumpulin semua anggota, tanpa tak terkecuali."
Jiyon langsung menoleh pada Wilard, melihat bagaimana serius nya ucapan Wilard membuat Jiyon langsung mengangguk dan mengeluarkan ponselnya. Segara mungkin menghubungi para anggota Suarga untuk cepat berkumpul dimarkas, Jiyon tau kalau Wilard tidak ingin menunggu terlalu lama.
Wilard berjalan pelan menuju jendela yang masih terbuka, ia bisa melihat area dapur lewat jendela itu. Wilard mengamatinya dengan teliti, hingga tak lama maniknya berfokus pada sebuah benda kecil yang berada diatas rumput. Wilard segera meraihnya, membolak-balikan benda asing itu sebelum akhirnya menyimpannya kedalam saku.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUARGA
Teen Fiction-We Are Family- ------ Kami SUARGA, perkumpulan besar berisi manusia-manusia yang saling membutuhkan tumpuan. Kami menciptakan rumah impian kami bersama. Dan ini adalah kisah kami, kisah Suarga bersama dengan para petinggi dan anggotanya. ------ Sua...
