XLIV

881 35 24
                                        

Anggara menghela nafas lega, akhirnya tugasnya di kantor selesai juga. Anggara melirik jam kecil di mejanya, jam itu bergambarkan Anggara dan Agra yang sedang tersenyum.

Sudah pukul 3:00. Anggara membereskan tasnya lalu menyampirkan jas di pundaknya. Ia bangkit, mematikan lampu ruangannya lalu keluar dari gedung.

Ia menyalakan ponselnya, notifikasi dari Lynx langsung mengisi ponselnya. Menanyakan kapan ia pulang, kenapa ia belum pulang, ia berada di mana, dan lain lain.

Ada sekitar 30 telepon tak terjawab olehnya, Anggara menggelengkan kepalanya, jika Lynx begitu pasti ada dua kemungkinan, ia khawatir atau ingin bertanya tentang bagaimana cara menenangkan Agra.

Pasti opsi kedua. Ia menelepon Lynx lalu di dering ke tiga, telepon tersambung.

Tuan

Bagaimana cara menenangkan Tuan kecil?

Ambil susu yang di kulkas, yang di plastik itu

Lalu Tuan?

Rendam di air panas selama 2 menit

Lalu tuang ke botol

Baik Tuan

Apa anda sudah ingin pulang?

Anda dimana?

*Chuckles Aku sedang berada di kantor

Sebentar lagi pulang

Baik Tuan, hati hati

Tut

Anggara mematikan ponselnya lalu menaruhnya di kantung celana. Ia menyalakan mesin mobil lalu mulai berkendara ke rumah.

Dirumah, keadaan sangatlah ricuh. Mengingat ketidakhadiran Anggara di sana membuat ketiganya mengamuk.

Gelang menangis tetapi ia mencoba untuk menenangkan Agra, berbeda dengan Arson yang meraung raung.

Lynx biasanya bisa menenangkan Agra, hanya saja permasalahannya ada tiga disini. Membuat ia pusing juga.

Lynx menunggu 3 botol susu itu menjadi hangat sebelum memberikannya pada ketiganya. Diantara ketiganya, hanya Gelang yang paling rewel.

Ia bahkan menolak susu Anggara di botol, anak itu hanya ingin susu Anggara secara langsung. Agra menatap Gelang, lalu mengambil pacifier miliknya, menunggu hingga remaja itu tenang sendiri.

Cukup lama akhirnya Gelang terlelap, Agra melepas pacifier itu dari mulut Gelang, menggantinya dengan susu.

30 menit dalam waktu tenang berlalu, akhirnya Anggara sampai dirumah. Anggara membuka pintu rumah, ia langsung disambut oleh Gelang.

Remaja itu hanya mendapat tidur selama 15 menit, karena ia menyadari Anggara masih tidak ada. Dan berakhir Lynx ajak untuk menonton kartun.

Anggara menggeleng, ia terkekeh lalu menggendong Gelang. Ia mengelus punggung anak itu sembari berjalan ke arah ruang tengah.

Menatap Lynx dengan Agra yang dipangkuannya dan Arson yang bersandar padanya. Anggara tersenyum canggung, ia merasa tidak enak pada Lynx.

"Tidak perlu merasa tidak enak pada saya, Tuan" Lynx benar benar tau pikirannya. Anggara terkekeh "baik baik" Agra menatap Gelang yang ada di paha Anggara.

Mengelus kepala yang lebih tua lalu membiarkan Gelang tidur.

Tak lama sunyi mengisi ruangan itu, Anggara melirik kesampingnya, melihat Agra, Arson dan Lynx yang tertidur.

Anggara menarik pelan selimut yang memang ada di sofa, lalu menyelimuti ketiganya. Cukup lama mengganti ganti saluran, Anggara akhirnya mematikan televisi.

Ia menggendong Gelang, membawanya ke kamarnya, lalu melakukan hal yang sama dengan Arson, lalu membawa Agra ke kamarnya.

Lynx ia bangunkan, lalu menyuruhnya ke kamar. Lynx bangkit dengan sedikit terseok, sebelum menutup pintu ia membungkuk sedikit pada Anggara lalu menutup pintu.

Anggara kembali ke kamarnya, membuka baju lalu menyusui Agra.

Perjalanan hari ini selesai dan saatnya beristirahat

Anjai, sori lama update wkwkw abis keracunan makanan gratis anjir 2 hari huwek huwek bjir

  

AsaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang