69

522 31 0
                                        

Agra membuka mata, menatap mata Anggara yang menatapnya penuh kelembutan. "Sayang, pusing nggak?" Agra terdiam.

Tangannya mengangkat, menyentuh wajah Anggara. Anggara menutup mata kirinya, merasakan sentuhan Agra di wajahnya.

Anggara mengambil tangan Agra, mengecupi telapak tangan anaknya. "Nggak jawab sayang?" Agra diam.

Tangannya terus menerus menyentuh wajah Anggara, mencoba meyakini dirinya sendiri jika Anggara itu nyata.

"Angga tadi kemana?"

Pertanyaan itu mengudara dengan mudahnya, Anggara membeku, air matanya menetes tanpa disadari.

Anaknya. Anaknya yang pingsan selama 3 hari ini akhirnya kembali bersuara, kembali ke pelukannya. "Angga nggak kemana mana sayang, Angga disini selama tiga hari kamu tidur, Angga nggak ninggalin kamu." Agra menggeleng.

"Angga ninggalin Adek..."

"Angga jahat ninggalin adek"

Anggara hanya diam, mengelus rambut Agra dengan lembut. Mendengarkan racauan Agra. "Angga memangnya kenapa di mimpi Adek?" Agra diam.

Tangannya memilin kancing baju Anggara. "Angga ninggalin Adek, Adek kan mau nenen" Anggara terkekeh.

Tangannya terus mengelus kepala Agra yang bersandar di dadanya, "Angga adek panggil panggil nggak jawab, Opang juga, El juga, Ar juga, semuanya ninggalin Adek..." Agra kembali menangis.

Anggara hanya diam, tangannya mengelus rambut Agra dalam diam, membiarkan Agra mengeluarkan kesedihannya yang tertahan.

"Mau nenen?" Agra mengangguk, Anggara mengubah posisi Agra. Mengangkat tubuh Agra dan mendudukkannya di pahanya, Anggara menepuk nepuk punggung Agra setelah membuka bajunya.

Agra dengan perlahan menghisap puting Anggara, meminum susunya. Anggara mengusap dahi berkeringat Agra, mengecupi dahi dan wajahnya.

Agra menatap Anggara dengan mata sayunya, entah apa yang menyebabkan dirinya kembali mengantuk. Namun Anggara membiarkan.

Agra melirik Anggara, menyentuh wajah Anggara menggunakan tangannya dengan mulut yang masih sibuk menghisap dadanya.

"Tidur sayang, Angga tetep pangku kalau nanti udah bangun"

Agra menatap mata Anggara, mencari kebohongan yang tidak ada. Agra menutup matanya dan kesadarannya pun mulai melayang.

Dan ia tertidur

Perjalanan hari ini selesai dan saatnya beristirahat

AsaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang