Ketika pertama kali Alfaro bertemu Agra, anak itu sedang fokus mengisi pistol dengan peluru. Alfaro hanya menatap, menunggu apa yang akan dilakukan anak itu.
Ketika melihat peluru yang di masukkan ke dalam pistol itu dengan tepat mengenai target, Alfaro langsung mendekati Agra.
"Kamu pasti Agra kan? Kenalkan, saya Alfaro Areksa Kakek dari Abangmu."
Agra atau bisa dibilang Aksara, hanya melirik tangan yang mengulur padanya. "Gw bukan Agra." Alfaro menarik kembali tangannya, "kalau bukan Agra, kamu siapa?" Aksara tak menjawab.
Ia kembali mengisi pistol yang sudah kosong itu lalu kembali menembak targetnya, "ku kira Anggara sudah keluar dari dunia bawah?" Aksara kembali mendelik.
"Yaiyalah gw yang disini, bukan Nggara. Kalo dia masih di dunia bawah pasti dia yang disini."
Alfaro tertawa, cucunya yang satu ini sangat lucu untuk di buat marah. "Diem! Aku lagi mau nembak!" Tangannya mengarahkan ke kepala sang target dan ia menekan pelatuk, peluru itu pun melaju dan headshot!
"Kau mau ku ajari senjata lain?"
"Nggak."
Alfaro menatapnya penuh pertanyaan "kenapa?" Aksara menggeleng "nggak di bolehin Nggara." Alfaro mengangguk.
"Kamu sepertinya takut sekali dengan dia?"
Aksara mengangguk, "gw cuma boleh pake satu senjata selama di tubuh Agra, jadi gw gak boleh pake dua atau tiga senjata sekaligus."
Alfaro mengangguk paham.
Akhirnya keduanya terlarut dalam kesunyian. Bunyi ponsel Aksara mengejutkan keduanya, Aksara mengangkat teleponnya lalu menjawabnya "Nggara~! Kangen ya?" Anggara di seberang berdecak kesal.
"Berapa target yang kau bunuh Aksara?"
"3...5"
"Oke, karena kamu kabur. Gak ada kelon sebulan."
"HAH! Angga, jangan plis. Kejam kamu sama aku?" Telepon dimatikan. Aksara terkejut. Ia menatap ponselnya lama, berharap ada panggilan lagi dari Anggara.
"Kau disuruh pulang oleh Anggara."
Aksara terkejut, "boong lu ya?" Alfaro menggeleng, ia menunjukkan ponselnya yang berisi pesan dari Anggara. Aksara membaca tiap baris kata dengan lamat. Ia memegang pistolnya lalu melompat turun.
Meninggalkan Alfaro di atas.
Perjalanan hari ini dan saatnya beristirahat
Anjai dah ah capek
KAMU SEDANG MEMBACA
Asa
AcakBapak anak tapi panggilannya Abang Adek Kalo ada pertanyaan, coba baca chapter yang klasifikasi siapa tau pertanyaan kalian ada di situ, kalo nggak ada? Tanya ke aku, hehe DENDAM BANGET AING DIKATA BUKU AING MLM, SYALANDDDDD
