Anggara bangun dengan keringat bercucuran, nafasnya berat dan memburu, ia melirik sekitar, ini kamarnya.
Anggara menghela nafas lega, pintu terbuka menampilkan Gelang yang datang sudah membawa boneka kelincinya, mengucek mata pelan lalu menyeret kakinya mendekati Anggara.
"Angga... mau nen"
Anggara menghela nafas, ia menarik tangan Gelang yang mengulur kearahnya. Mendudukkan remaja itu lalu membuka bajunya.
Sekarang Agra sudah tidak terlalu obsesi dengan susunya, tetapi malah Gelang yang hampir setiap jam menyusu.
Ketika susunya habis, pasti Gelang akan meminum susu yang sudah dibungkus plastik khusus. Walau itu jarang terjadi karena susu Anggara yang terus mengalir dan berat jika tidak dipompa.
Jadi sekarang sudah jadwalnya Gelang meminum susu. Anggara merasa masih mengantuk, tapi mimpi itu benar benar nyata, hingga membuatnya takut untuk tertidur lagi.
Anggara akhirnya memilih untuk merebus teh sembari menggendong Gelang menggunakan kain, entah hanya pendapatnya saja atau memang Gelang menjadi semakin pendek.
Tapi yang ia rasakan adalah, Gelang semakin kurus dan menjadi lebih pendek darinya. Entahlah, mungkin itu hanya perasaannya saja.
Anggara menepuk nepuk bokong Gelang sembari mengaduk aduk tehnya. Teh madu lemon sudah jadi.
Anggara menuangkan teh itu di gelas lalu menyendokkan madu dan menaruh lemon di dalamnya.
"Elang, minum ini dulu yuk?" Gelang mencium wangi lemon itu lalu menggeleng, kepalanya bersembunyi di leher Anggara sedangkan tangannya sibuk menekan nekan punggung Anggara.
"Ini enak sayang, manis kok tehnya" satu hal yang Anggara sadari dari Gelang adalah, anak itu paling anti dengan lemon dan segala macam yang berbau asam, memiliki rasa asam, dan kecut.
Jika ada lemon di dekatnya, pasti Gelang akan kabur hingga lemon itu dipindahkan Anggara atau yang lain.
Anggara menggeleng, ia mengambil sedotan lalu meminumnya. "Enak sekali rasanya~" Gelang mulai mengintip dari balik leher Anggara.
Mencari yang mana yang dibilang enak oleh Anggara, ia melihat gelas teh lemon itu di tangan Anggara.
Berpikir keras lalu memintanya pada Anggara, Anggara mengangkat sedotannya lalu menyodorkan gelas itu ke bibir Gelang, Gelang meminumnya tanpa banyak protes.
Sebelum menyadari jika rasanya enak. Ia terus meminum teh lemon itu hingga akhirnya habis.
Anggara mengelus punggung Gelang lalu mengecup dahinya. Anggara kembali membawa Gelang ke ruang tengah lalu menonton kartun.
Perjalanan hari ini selesai dan saatnya beristirahat
Hai, bai aku mau tidur duluu
KAMU SEDANG MEMBACA
Asa
AcakBapak anak tapi panggilannya Abang Adek Kalo ada pertanyaan, coba baca chapter yang klasifikasi siapa tau pertanyaan kalian ada di situ, kalo nggak ada? Tanya ke aku, hehe DENDAM BANGET AING DIKATA BUKU AING MLM, SYALANDDDDD
