Bapak anak tapi panggilannya Abang Adek
Kalo ada pertanyaan, coba baca chapter yang klasifikasi siapa tau pertanyaan kalian ada di situ, kalo nggak ada? Tanya ke aku, hehe
DENDAM BANGET AING DIKATA BUKU AING MLM, SYALANDDDDD
"Adek, mandi dulu yuk?" Agra menggeleng, anak itu kembali bersandar di dada Arson dan matanya fokus menatap TV yang menampilkan kartun yang tidak ia pahami.
"Mandi dulu Sayang, nanti nenen" Agra menatap Anggara dengan air mata yang mengalir, "hiks, nggak mau mandi... mau nenen" Anggara mendekati Agra sembari tertawa.
"Nggak bisa gitu dong, mandi dulu baru boleh minum susu" Agra kembali menggeleng, ia memeluk erat Arson.
Arson yang dipeluk malah menggendong Agra dan dibawa ke Anggara "makasih Sayang." "Arson!!" Anggara menepuk pelan mulutnya "panggil Abang, Sayang" Agra merengut.
Ia memukul punggung Anggara beberapa kali dan memberontak, "Angga!! Turun!" Anggara tetap berjalan menuju kamar mandi.
Gelang ada di dalam kamar mandi, mempersiapkan alat mandi Agra dan handuk disana.
"Makasih Gelang."
Gelang tersenyum, ia bangkit setelah selesai menyiapkan semuanya, meninggalkan Anggara dan Agra disana.
"Yuk, angkat tangannya" Agra masih menangis, tapi tangannya mengangkat seperti perintah Anggara.
Anggara mengangkat kaus anak itu lalu melepas suspender yang digunakan Agra, Anggara menurunkan celana Agra lalu memintanya untuk memasuki bathtub.
Anggara mengambil handuk, sabun, dan shampo lalu mulai membersihkan kepala Agra menggunakan shampo.
Anggara menutupi dahi hingga mata Agra menggunakan tangannya agar air tidak mengenai mata Agra lalu membilas kepalanya.
Anggara mengambil sabun lalu menggosok tubuh Agra, Anggara kembali membilas Agra sebelum membungkus tubuhnya dengan handuk.
"Adek mau pake baju apa?"
Agra menunjuk celana pendek dan piyama bergambar beruang. Anggara memasangkan baju itu di tubuh Agra lalu mengusap wajahnya yang masih dialiri air mata.
"Udah selesai Sayang, jangan nangis lagi" Anggara mencoba menahan tawanya ketika melihat Agra mirip seperti bocah yang baru saja dimarahi.
"Udah, sini tidur sama Angga" Anggara menepuk sisi di sampingnya yang memang kosong, Agra merangkak naik ke atas kasur Anggara.
Tubuhnya meringsek masuk ke dalam pelukan Anggara, Anggara terkejut. Ia terkekeh melihatnya "nggak jadi nenen nih ceritanya?" Tentu ia hanya bercanda.
Agra menggeleng hingga Anggara yang menatapnya takut kepala anak itu lepas. "Jangan begitu, Sayang" Anggara menghentikan tawanya.
Agra menatapnya dengan mata berkaca-kaca, Anggara kembali tertawa melihat kelucuan anak itu.
"Iya, nenen kok" Anggara menyampingkan bajunya yang memiliki gaya yang unik, namun Agra sudah mengantuk dan ia lelah jadi ia membiarkan saja.
Beberapa jam berlalu, Anggara bergerak pelan ketika merasakan dua tangannya sulit digerakkan. Ia membuka mata sedikit, melirik Agra yang masih tidur diatas dadanya.
Kedua tangannya berat. Ia melirik lengan kirinya yang menjadi sandaran Arson, dan lengan kanannya yang menjadi sandaran Gelang.
"Astaga, bikin kaget aja."
Anggara mengecup dahi ketiganya, lalu kembali tidur lelap.
Perjalanan hari ini selesai dan saatnya beristirahat
I remember like my friend ask me to do a tiktok video with her right, so I ask "what kind of tiktok?" And she say "you know APT from Rose BlackPink right?" And I say to her "oh the Zionist?" And she got angry at me, she was so furious I called BruMars a Zionist, when it was a truth of course.
I hate Zionist and someone who use AI to draw as much as I hate myself and the whole family from my mom's side.
Sorry lol, I accidentally yap a lot and forgot to put the clothes Anggara wear sorry hehe
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.