Gelang terbangun, melirik Anggara yang sedang tertidur. "Angga, bangun~ mau nen" Anggara yang merasakan tubuhnya diguncang guncang itu langsung terbangun.
"Astaga, kenapa Gelang? Ini masih malam" Gelang menarik narik baju Anggara. "Mau nenen?" Gelang mengangguk.
Anggara melepas bajunya lalu menarik Gelang agar tiduran di atas tubuhnya. "Oke nggak jadi begitu posisinya, kamu berat" Gelang mengangguk.
Akhirnya posisi tadi diubah menjadi menyamping. Gelang menghisap puting Anggara sembari menatap wajah Anggara yang juga menatapnya.
Anggara memijat pelan kepala Gelang, mencoba membuatnya kembali tertidur. Namun sepertinya memang kantuk Gelang sudah habis dosisnya.
Ia justru menatap Anggara dengan mata besarnya, menyentuh pipi Anggara, lalu menekan nekan hidungnya.
"Nenen lagi Gelang" ucap Anggara karena anak itu semakin tidak bisa diam. "Nggaa" helaan nafas terdengar dari Anggara.
Anggara menarik tangan Gelang ketika melihatnya ingin berlari lagi, "sini aja, nenen." Gelang memberontak.
Ia tak mau tidur.
"Kenapa rewel, Gelang?"
Gelang tak menjawab tapi ia semakin ingin menangis, "hiks lepas... nggak mau tidur" "iya, tapi kenapa? Kok tidak mau tidur?" Gelang menyerah.
Ia mendekati Anggara lalu menangis kencang. "Kenapa, Sayang? Angga megang tangan kamu kekencengan? Sakit?" Gelang menggeleng.
Anggara menghela nafas, ia memijat dahinya, mengangkat Gelang ke gendongannya lalu mendekati kasur agar Gelang mudah dipindahkan nantinya.
"Udah ya, udah Sayang cup cup" Anggara sedikit bergerak gerak maju mundur, menimang Gelang seperti yang ia lakukan pada Agra dulu.
Gelang tak lama memelankan tangisannya, memeluk leher Anggara, lalu menghisap jarinya masih dengan sesenggukan. "Jangan begitu ya Sayang, kotor. Mau nenen?" Gelang tak menjawab karena ia yang memang kelelahan.
Anggara mendudukkan dirinya, mendekatkan bibir Gelang dengan putingnya. Gelang menghisap putingnya dengan lembut, hingga tak lama sesenggukan itu berhenti sepenuhnya.
Anggara mengelus kepala Gelang, sembari menepuk nepuk punggungnya. Ketika Gelang sudah benar benar terlelap, barulah Anggara menaruh Gelang di kasur.
Menyelimutinya lalu menekan saklar yang menyalakan bintang bintang yang digantung diatas kepala anak itu. Anggara mengecup dahi Gelang lalu bangkit untuk pergi ke kamar mandi.
Perjalanan hari ini selesai dan saatnya beristirahat
ichikokagura ssi enih request uniknya
KAMU SEDANG MEMBACA
Asa
RandomBapak anak tapi panggilannya Abang Adek Kalo ada pertanyaan, coba baca chapter yang klasifikasi siapa tau pertanyaan kalian ada di situ, kalo nggak ada? Tanya ke aku, hehe DENDAM BANGET AING DIKATA BUKU AING MLM, SYALANDDDDD
