Rion Kenzo/Riji Cassanova

583 17 5
                                        

RION KENZO HAS A CUNT and a lot of m3m3k and k0nt0l mention (⚠️ ⚠️ ⚠️ ⚠️ ⚠️ ⚠️)

Riji entah mengapa hari ini sedang mengikuti Rion bak anak itik, Rion ke kamar, Rion ke Spill The Tea, bahkan Rion ke kamar mandi pun Riji ikuti.

Rion sebenarnya sudah kebingungan ada apa dengan anaknya ini, tidak biasanya anak itu semanja ini dengannya.

Hingga akhirnya Rion tidak kuat lagi, ia berhenti berjalan. Riji yang sedang tidak fokus tentu langsung menabrak punggung Rion.

"Aduh!"

Rion menoleh, menatap Riji. "Lu ngapa si Ji? Daritadi ngikutin gue terus" Riji tak menjawab "kenapa si" Rion kembali melangkah, meninggalkan Riji yang langsung mengejarnya.

"Papih!!"

Rion menoleh, ia menatap Riji dengan wajah lelah, mengusap kasar wajahnya itu lalu menatap Riji seraya menyugar rambutnya ke belakang.

"Kenapa Ji? Bilang kek" 5 menit, 10 menit, 15 menit berlalu. Keduanya hanya berdiri dalam diam, Rion berdecak dan akhirnya ia memilih untuk pergi.

"Papih!!"

Rion kembali menoleh, menatap Riji yang masih diam. "3 menit lu nggak ngomong, gw tembak Ji" Riji pun mendekat hingga satu langkah lagi dan tangannya meraih tangan Rion yang dimasukkan ke kantung celananya.

"Pih, ikutin Riji" Rion pun ditarik oleh Riji entah ingin kemana, keduanya sampai di kamar pribadi Riji, Riji masuk lebih dulu diikuti Rion.

Pintu kamarnya dikunci, Rion menatap Riji kebingungan. "Ngapain dikunci, Ji?" Riji tak menjawab, namun ia melangkah mendekat.

"Ji? Apa apaan?" Rion tentu semakin berjalan mundur ketika Riji semakin mendekat, hingga akhirnya tubuhnya menempel di kasur.

Riji mendorong pelan tubuh Rion agar tiduran di kasurnya. Merangkak naik ke tubuh Rion, menimpa Papinya dibawah.

"Papi punya memek ya?"

Pertanyaan itu tentunya mengejutkan Rion, kepalanya menggeleng kaku. "N-nggak! Lu mimpi kali!"

Riji menatap Papinya dengan tatapan memicing, jarinya turun mengarah ke selangkangan Rion, mencubit kain ditengah paha dalam Rion.

"Hngh-"

Menemukan keanehan yang ia cari, Riji menyeringai. "Kan bener. Kalo lu punya kontol pasti gak bakal rata kayak gini" Riji terus mengusap usap tempat rata di antara paha dalam Rion.

Hingga basah itu terasa di tangan Riji, "lu gampang banget sange ya pih" Riji menunjukkan jari tengah dan telunjuknya yang sudah terlumuri cairan Rion.

Rion hanya diam, memalingkan wajah dan menutup wajahnya dengan lengan. "Pih, jawab gue lah" sentak Riji.

"Iya anjing! Gw punya memek! Apa?!" Rion menatap Riji dengan air mata yang mengalir. "Gak masalah sih Pih. Gw suka memek soalnya" Rion terkesiap.

Bibirnya terbuka, sebelum kembali menutup. Rion bingung ingin menjawab, melawan, atau menyangkal.

Perkataan Riji mengejutkannya, Rion menggeleng, mencoba menyadarkan dirinya sendiri.

Mata Rion melirik sekitar, mencari Riji yang hilang tanpa ia sadari. Sesuatu rasanya menjilat selangkangannya.

Rion menopang tubuhnya menggunakan tangan lalu mencoba bangkit untuk melihat apa yang terjadi, Riji terlihat sedang menghisap memeknya.

"Anjing! Lepasin Ji!" Rion mencengkram rambut Riji, mencoba untuk menarik kepala Riji dari selangkangannya.

AsaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang