Cukup lama sakit, akhirnya Agra sembuh hari ini. Anak itu selama 3 harian penuh selalu mengikuti Arson atau Anggara kemanapun.
Jika salah satu tidak hadir, Agra akan mengikuti salah satu yang ada di dekatnya, atau jika tidak ada dua duanya, Agra akan mengikuti anak panti yang lain.
Entahlah, menurut mereka Agra sangat lucu ketika mengintili mereka. Dengan baju kebesaran yang ia pinjam dari Anggara, pacifier menggantung di leher, celana pendek milik Arson, dan tidak lupa boneka bebek dari dokter dan boneka Dino dari Anggara.
Agra baru mengenal beberapa anak panti selain Arson, dan beberapa diantaranya sering ia ikuti seperti anak bebek. Kali ini giliran Gelang yang diintili anak itu, karena Gelang seumuran Arson tentu ia sering membantu Azam.
Jadi ia sering berjalan kesana kemari untuk melakukan perintah Azam, dan tentu anak itu tidak lelah mengintilinya. "Agra, kamu nggak capek ngikutin Gelang?" Tentu cara berbicara Gelang berubah agar anak itu tidak mengikuti cara bicaranya yang kasar.
Gelengan tentu didapat Gelang, ia menghela nafas. Ia masih ada tiga tugas dari Azam hari ini sebelum bebas untuk melakukan hal yang ia mau. Ia akhirnya membiarkan Agra mengikutinya.
Sekarang Gelang sedang mencabut rumput liar yang ada di sekitaran rumah, Agra berniat membantu namun ditolak Gelang. Ia tak ingin anak itu kembali sakit.
Dan sekarang Agra hanya duduk sembari bermain dengan bonekanya. 1 jam berlalu, akhirnya sesi mencabut rumput berakhir. Agra berlari mendekati Gelang.
"Gelang! Udah kan? Ayo main sama Agra!" Gelang tersenyum lelah, "tapi Gelang mandi dulu ya?" Agra mengangguk. Gelang berjalan lebih dulu, diikuti Agra yang menjadi anak bebeknya selama sehari.
Di kamar Gelang dan empat anak lainnya, Gelang membuka pintu kamar mandi lalu masuk. Meninggalkan Agra duduk di kasur lantai yang sudah kehilangan kapuknya.
15 menit, Gelang keluar dari kamar mandi dengan pakaian baru menempel di tubuhnya. "Agra, jadi main ama Gelang?" Agra bangkit dari menghitung domba lalu mengambil uluran tangan Gelang.
Mereka bermain diruang tengah bersama beberapa anak lain. Cukup lama bermain membuat Agra dari yang tadinya duduk tegak menjadi bersandar di paha Gelang, sudah siap terlelap kapan saja.
Gelang memberi elusan di punggung Agra, membiarkannya yakin ia aman. Tiga jam Agra tertidur, Anggara sudah pulang dengan Azam dan Arson. Azam sudah sembuh dan bisa kembali beraktivitas walau masih harus dikurangi kegiatannya.
Anggara kali ini sedang memasak diikuti beberapa remaja yang membantunya. Makanan hari ini adalah nasi goreng dengan telur ceplok kecap. Makanan selesai dimasak pada pukul 19:30.
Semua anak anak berkumpul di meja makan dan ruang tengah, bersiap makan. Agra duduk di pangku Gelang, ia masih diam mengumpulkan nyawanya yang masih di awang awang.
Gelang mendapat porsinya, ia menyendokkan nasi dengan telur itu ke mulut Agra dan anak itu tentu menerimanya tanpa banyak protes. Agra mengunyah cukup lama, sebelum ia kembali disuapi Gelang.
Agra beberapa kali nyaris tertidur, dan akhirnya di suapan terakhir anak itu kembali tertidur. Gelang menyadari mulut Agra masih menggembung, ia membuka mulut Agra, mengeluarkan nasi dari dalam mulut anak itu.
Anggara datang ke arah mereka, "Gelang, Agra tidur lagi?" Gelang mengangguk "iya Bang, kayaknya dia ngantuk banget" Anggara tersenyum "maaf ya kalo dia ngerepotin kamu" Gelang menggeleng "nggak papa Bang, malah seneng aku diikutin Agra" Anggara tersenyum.
"Yaudah Abang bawa Agra ke kamar dulu ya, makasih ya Gelang."
Gelang tersenyum, ia bangkit membawa piring bekas makannya lalu menaruhnya di tempat cuci piring. Kali ini bukan jadwalnya untuk mencuci piring jadi ia langsung pergi.
Perjalanan hari ini selesai dan saatnya beristirahat
Biodata
Nama: Gelang
Umur: 18 Tahun
Tanggal lahir: [Missing]
Tanggal Adopsi: 13/12
KAMU SEDANG MEMBACA
Asa
De TodoBapak anak tapi panggilannya Abang Adek Kalo ada pertanyaan, coba baca chapter yang klasifikasi siapa tau pertanyaan kalian ada di situ, kalo nggak ada? Tanya ke aku, hehe DENDAM BANGET AING DIKATA BUKU AING MLM, SYALANDDDDD
