Anggara meneguk ludahnya, menatap mata Gelang yang semakin bersinar sinar. "Gelan benar mau nenen kayak Agra?" Tanyanya sekali lagi, Gelang mengangguk.
Anggara tersenyum, tangannya terangkat untuk mengelus pipi Gelang yang terasa hangat. "Yaudah tunggu sebentar ya? Adeknya belum selesai" Gelang mengangguk.
Agra melepas puting Anggara, lalu berubah posisi menjadi memunggunginya. Gelang bergerak pelan mendekati Anggara.
Anggara mengulurkan tangan, Gelang mengambil tangan itu menunggu Anggara menggerakkannya sesuai keinginan Anggara.
Anggara mengubah posisi Gelang yang sudah duduk diatas pahanya menjadi menyamping. Mengelus rambut anak itu.
Gelang menatap Anggara lalu melirik putingnya, Anggara mengarahkan kepala Gelang kearah putingnya.
Gelang menatap Anggara dengan matanya yang sayu. "Di hisap ya?" Gelang memasukkan puting Anggara ke mulutnya lalu menghisapnya pelan.
"Enak?" Gelang mengangguk.
Suara tegukan pelan dari Gelang terus terdengar, hingga akhirnya anak itu kembali terlelap. Anggara menghela nafas lega, akhirnya dadanya yang berat menjadi enteng setelah semua susunya keluar.
Anggara menaruh Gelang di kasur. Meninggalkan ketiganya disana, "Lynx, tolong jaga mereka dulu" Lynx mengangguk, Anggara mengganti pakaiannya menjadi kemeja dan jas yang biasa ia gunakan.
Lalu mengambil kunci mobil untuk pergi, "anda ingin kemana, tuan?" Anggara menggeleng. "Aku hanya ingin pergi sebentar" Anggara membuka pintu lalu menutupnya.
Perjalanan hari ini selesai dan saatnya beristirahat
Anjai
KAMU SEDANG MEMBACA
Asa
De TodoBapak anak tapi panggilannya Abang Adek Kalo ada pertanyaan, coba baca chapter yang klasifikasi siapa tau pertanyaan kalian ada di situ, kalo nggak ada? Tanya ke aku, hehe DENDAM BANGET AING DIKATA BUKU AING MLM, SYALANDDDDD
