Spesial Ultah Nao

349 23 3
                                        

Agra menatap Anggara yang sedang menyetir sembari memegang botol susu yang cukup besar di kedua tangan kecilnya itu.

"Kenapa sayang?"

Agra menggeleng, ia memutar tubuhnya menghadap Anggara, menatap Anggara lalu menyodorkan dot nya.

"Angga nggak haus sayang, makasih" Agra mengangguk paham, ia kembali mendudukkan dirinya di pangkuan Anggara.

"Pipish..." Anggara menatap kebawah karena memang sedang lampu merah, "iya pipis aja di popoknya Sayang, kan pake popok" Agra menggeleng.

"Kenapa, Sayang?"

Agra tetap menggeleng, "rumah masih jauh Sayang, nggak ada minimarket juga deket sini" Agra tetap menggeleng, Anggara menghela nafas.

Ia menekan perut bagian bawah Agra hingga suara air terdengar dan popok Agra pun terisi, "masih belum?" Agra menggeleng, ia sudah menangis sembari memeluk tangan Anggara.

"Iya, cup cup cup" Anggara menyeka air mata Agra lalu mengecup pelipisnya dan kembali fokus ke jalanan.

"Udah?" Agra mengangguk. Anggara menepuk popok Agra yang terasa hangat itu. "Nanti di ganti ya" Agra mendusal di leher Anggara lalu mengangguk.

Anggara meminggirkan mobilnya, memindahkan Agra di kursi belakang yang menjadi kasur, lalu mulai mengganti popoknya.

"Iya sayang, dingin iya, sebentar" ucapnya ketika Agra terus bergerak gerak, Anggara menyeka bokong Agra lalu memakaikan salep anti ruam dan bedak baru popok.

Anggara mengangkat Agra lagi lalu menaruhnya di kursi khusus balita. Agra duduk di sana sembari meminum susunya yang belum habis.

"Aaa–abubwa! Abwaaa!" Pekik Agra, Anggara tersenyum, "iya sayang, kenapa? Mau nenen?" Agra mengangguk.

Anggara kembali memindahkan Agra dari kursinya ke pangkuannya. Anggara mengangkat bajunya lalu membiarkan Agra menghisap dadanya.

Agra membuka mata, menatap kursi belakang yang tiba tiba diisi oleh bayangan hitam. Agra langsung menangis.

"Kenapa Sayang, shh shh shh, num lagi susunya."

"Hush, my child, gentle now, go to sleep, in your dreams you'll run and play in paradise" nyanyi Anggara menggunakan lullaby yang dulu digunakan Alfaro.

Menepuk nepuk punggung Agra sembari terus mengulang liriknya, ketika Agra tak berhenti menangis barulah Anggara menatap ke belakang setelah berhasil meminggirkan mobilnya.

"Siapa disana."

Tangannya mengarahkan pistol ke arah yang sedari tadi di tatap Agra. Pistol pun ditembakkan dan Agra mulai berhenti menangis.

Agra menatap Anggara dengan mata basah, wajah memerah dan ingus yang mengalir. Anggara mengambil sapu tangan lalu menyeka wajah Agra.

"Cup cup cup, udah Angga usir, sayangnya Angga tidur lagi ya" ia mencium dahi Agra lalu kembali menimang Agra.

Ketika Agra tertidur barulah Anggara kembali menyetir.

HAPPY BIRTHDAY TO ME AND FUCK THE GOVERNMENT

29/03 - Nao

AsaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang