XLVII

650 30 0
                                        

Pagi kembali datang, Anggara sudah bangun dan sedang mempersiapkan sarapan di dapur, tak lama terdengar suara seseorang yang turun dari lantai dua.

"Bang?" Anggara menengok "hm? Kenapa Arson?" Anggara mendekati Arson lalu menahan tangan anak itu ketika semakin lama semakin keras mengucek matanya.

"Mau bantu Angga, atau nonton TV aja?" Arson terdiam sebelum akhirnya memilih untuk membantu Angga.

Akhirnya sarapan selesai dibuat. "Tolong bangunin Agra dan Gelang ya" Arson mengangguk. Ia berjalan ke arah kamar Gelang lalu membangunkan Gelang.

"Lang, Elang, bangun Lang" Gelang membuka mata, melirik siapa yang membangunkannya. "Arson?" Arson mengangguk.

Ia bangkit ketika melihat Gelang sudah duduk, meninggalkan Gelang lalu berganti ke kamar Anggara.

Arson menepuk nepuk pipi Agra pelan, "euh... nggaaa" Agra justru semakin masuk ke dalam selimutnya.

Arson akhirnya menggendong Agra, membawanya ke bawah. "Abang, adeknya nggak mau bangun" Anggara terkejut melihat Agra yang menjadi burrito dadakan itu.

"Adeknya jangan digituin juga dong, bang. Kasian adeknya" ucap Anggara sembari terkekeh gemas, ia dengan perlahan membuka selimut tebal yang menutupi seluruh tubuh Agra dan hanya menyisakan kepalanya yang muncul di permukaan.

Anggara mengelus elus pelan pipi Agra, tak lama mata anak itu akhirnya terbuka. "Huh?" Ia menatap sekitar, melihat wajah yang familiar dan piring di belakangnya.

"Huh?"

Anggara tersenyum, ia mengangkat selimut itu lalu menaruhnya di sofa ruang tengah, menggendong Agra yang masih terlihat separuh sadar itu.

"Abang?"

"Hm? Adek perlu sesuatu?" Agra mengangguk, "ganti.." Anggara paham, ia bangkit lalu pergi ke kamar mandi sembari membawa Agra.

Ia menaruh Agra di meja ganti, mengangkat piyama Agra lalu merobek popoknya dengan mudah karena Agra yang tidak memakai celana itu.

"Jangan tidur lagi, Adek. Sekarang saatnya sekolah" Agra yang nyaris kembali terlelap itu langsung membuka matanya lagi.

Anggara selesai melepas popoknya, ia memakaikan celana pada Agra lalu kembali mengangkatnya.

Mereka kembali ke ruang makan, dan sarapan pun dimulai.

Perjalanan hari ini selesai dan saatnya beristirahat

Kalo aku keseringan update sori wkwkw, soalnya keabisan buku babyboy dan susah nemu yang srek sama aku jadi buat mengisi asupan diri ini aku ngetik melulu hehe

AsaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang