Neuvillette ✨ Treated

675 44 4
                                        

[Req:rene_sha][]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[Req:rene_sha]
[]

Matanya diam mengamati tangan si gadis yang terbalut gips. Gadis itu tampak merasa bersalah atas tatapan yang tertuju olehnya lantas ia mengucap kata maaf.

Hal konyol terjadi padanya [Name] seorang asisten Hakim Agung habis terkena sial akibat kecerobohannya sendiri membuat ia sampai patah tulang ringan.

"Berhati-hatilah lain kali."

"Baik..." Nadanya lemah, penuh akan penyesalan.

"Istirahatlah, hari ini tak perlu bekerja."

"Tidak!" Serunya keras. "Saya masih bisa bekerja!" Hanya satu tangan yang luka bukan berarti lumpuh kan.

"Tidak." Katanya tegas. "Hari ini pulang saja."

"Tapi Pak!" [Name] seakan ingin mengungkapkan keluhan namun perkataannya tertahan di tenggorokan.

"Nona [Name]." Panggil Neuvillette.

[Name] melangkah mundur. Ia menunduk. "Baik Pak..."

[✨]

Duduk diam di sofa. Matanya menatap lurus ke depan. Lenggang. [Name] memikirkan apa yang bisa ia lakukan dengan satu tangan terluka ini? Jawabannya, tak ada. Tak ada yang bisa ia perbuat. Hanya duduk diam menunggu tangannya sembuh.

Karna terluka aku nggak bisa bekerja sementara waktu....

Ia menunduk, menatap tangannya yang berbalut perban. Perasaan kecewa tersimpan dalam matanya. Menyesal akan kebodohan. "Hah.... Aku nggak bisa menghabiskan waktu bersama Pak Neuvillette."

[✨]

Ketukan pintu terdengar. Melusine yang menghantar Wriothesley ke ruangan sang hakim agung izin permisi.

Sembari melangkahkan kaki, mata abu pucat Wriothesley mencari-cari ke setiap sudut ruangan, biasanya ada santun halus yang menyambutnya.  "Dimana Nona Asisten?"

"Gak masuk kerja tangannya terluka."

"Lalu anda tidak merawatnya?"

Neuvillette mengangkat kepala dari kertas. Memandang Duke dengan heran. "Kenapa aku harus merawatnya?"

"Coba pikirkan," Dia mengacungkan jari telunjuk. "Nona Asisten tinggal sendiri apa yang bisa Nona Asisten lakukan dengan tangan yang terluka? Dia bisa saja tak sengaja melukai dirinya."

Akibat ucapan Wriothesley, Neuvillette berimajinasi ketika [Name] tak sengaja membakar dapur kan berusaha membuat makan malam dengan satu tangan, lalu kebakar rumah terjadi menyebar ke rumah yang lain.

Neuvillette beranjak dari kursi. Sekarang wajah pucatnya penuh kekhawatiran tentang asistennya. Berharap-harap yang dia imajinasikan tak terjadi.

"Aku ditinggalin nih?" Monolog Wriothesley.

[✨]

[Name] membuka pintu akan ketukan yang datang dari pintu rumah. Matanya membelalak melihat sosok jangkung hakim agung berdiri di depan pintu rumahnya.

"Pak Neuvillette!" Ia tercengang. "Apa yang membuat anda kemari?"

"Aku mencemaskanmu."

Pipi [Name] bersemu merah. Ia dibuat tak bisa berkata-kata.

"Boleh saya masuk?" Lanjutnya. "Aku membawa makan malam untuk mu."

"A-ah, itu..." Pelan-pelan ia menutup kembali pintu rumahnya. Matanya tampak menyembunyikan sesuatu.

"Biarkan saya masuk." Neuvillette menahan pintu. Kakinya melangkah masuk.

"T-tunggu sebentar Pak!" Seru [Name]. Wajahnya tersipu malu.

"Ah."

[Name] menutupi wajahnya yang memerah malu, ia malu dengan rumahnya yang berantakan hingga sulit mendeskripsikan seperti apa bentuknya saat ini.

Setidaknya ia tak membakar rumahnya Batin Neuvillette lega.

"Saya akan merapikan semua ini," Neuvillette menggulung lengan baju, dan mengikat rambut putih panjangnya. "Anda duduk manis saja."

"Bapak tak perlu sampai segitunya. Biar saya saja!"

Ia mendengus. "Apa yang bisa anda perbuat dengan tangan terluka?"

"Ah... Anda benar..." [Name] menunduk, perkataannya menusuk hati. Ia mengikuti perintah Neuvillette untuk duduk manis.

Sangat penurut.... Melihat [Name] yang patuh padanya seperti anak anjing yang manis.

Waktu memelesat cepat, kondisi rumah [Name] kembali bersih bahkan terlihat mengkilau-kilau di buat oleh Neuvillette.

Cocok nih jadi suami rumah tangga.

Neuvillette duduk di samping [Name] dengan membawa piring berisi hidangan yang ia bawa tadi. Dia mengangkat sendok ke depan bibir [Name]. "Bilang aah."

"Pak, saya bisa makan sendiri." Namun menggunakan tangan kiri.

"Tidak, biar saya suapi." Neuvillette semakin memajukan sendok, bisa-bisa ia memaksa sendok itu masuk ke dalam mulut [Name].

[Name] yang tak bisa menang dari hakim agung ini, secara sukarela (terpaksa) membuka mulut. Terus disuap oleh Neuvillette hingga hidangan di piring habis. "Terima kasih untuk makanannya Pak..."

Neuvillette mengulas senyum. "Kalau anda terluka lagi atau sakit, anda harus memberitahu saya. Saya akan merawat anda."

[Name] tertegun, ia tak menyangkah ucapan seperti ini keluar dari mulut Hakim Agung! Benar-benar tak terduga! Ada untungnya juga terluka~

Aku pengen sakit aja setiap hari biar di rawat Pak Neuvillette

"Mari saya bantu anda mandi."

"SAYA BISA MANDI SENDIRI PAK!"

Untung kan?

.
.
.
.
.
.
.
.
.
Viatrix beropresi lagiiiiiii
Tepuk tangan tepuk tangan 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻

𝐕𝐢𝐚𝐭𝐫𝐢𝐱┋𝘎𝘦𝘯𝘴𝘩𝘪𝘯 𝘐𝘮𝘱𝘢𝘤𝘵Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang