Alien-53

349 23 1
                                        

Lava tak tahu lagi harus melakukan apa lagi kali ini membuat Epa bisa menerimanya, jangankan berbicara. Epa sama sekali tak mau ia berada di sekitarnya.

"Bagaimana, Piyo. Aku tidak tahu harus melakukan apa, kita juga sudah tidak tinggal di sana lagi."

Randy berbaik hati pada dia dan Piyo untuk tinggal di kos'an yang tidak di ketahui oleh Epa agar mereka tidak di usir kembali.

"Tidak tahu, Pitu. Ini salah Piyo karena tidak waspada, kita jadi seperti ini. Bagaimana kita bisa dekat kembali dengan emak dan yang lain."

Piyo merasa ini semua adalah salahnya, andai saja ia tidak menampakkan diri seperti itu dan berusaha bersembunyi, maka hal ini tidak akan terjadi.

"Bukan salahmu juga, jika tidak tahu sekarang pasti akan tahu nanti, kita tidak bisa merahasiakannya selamanya, Piyo. Hanya saja aku tidak tahu apa yang harus kita lakukan saat ini agar bisa membuat emak tidak marah lagi pada kita. Aku tidak punya solusi."

Piyo juga sama, dia juga tidak punya solusi saat ini, bagaimana bisa membujuk Epa jika dekat saja tidak bisa.

"Pitu! Lihat di sana! Bukankah itu Jonson!" tunjuk Piyo di jalanan sana.

Lava memperhatikan lebih dalam."Benar, itu sepertinya kucing emak. Kenapa dia bisa berada di sini?"

"Kabur pasti, kita harus tangkap dia Pitu, nanti dia tertabrak oleh kendaraan yang berlalu-lalang di sini."

Benar juga apa yang diucapkan oleh Piyo, baru saja mereka bicara tentang kecelakaan, mereka melihat sebuah mobil yang ingin melindas Jonson.

"Awas!"

"Jonson!"

"Astaga Pitu! Jonson di lindas oleh mobil!"

Mereka bisa lihat ada Epa yang juga berada di sana untuk mengambil Jonson. Sepertinya Epa baru saja tiba.

"Anak emak! Kurang ajar! Kenapa elu kabur! Kucing emak! Jonson jangan mati, Jonson! Jangan mati dulu! Kurang ajar!"

Epa menangis saat ini, Jonson adalah kucing kesayangannya, seperti biasa Jonson akan kabur jika di lepaskan, saat Epa mencari ia tidak senjata melihat Jonson terlindas oleh mobil.

"Jonson! Jangan mati anak emak ..."

"Emak," Lava memegang bahu Epa yang masih saja memperhatikan Jonson yang sudah berdarah dan tak bergerak.

"Jonson jangan mati ... Jonson gerak lagi!"

Lava menatap sendu Jonson yang tidak berdaya seperti itu."Mak, berikan padaku. Aku akan mencoba menyelamatkan Jonson."

"Iya selamatin! Tolong selamatin Jonson!" Epa sudah tidak tahu harus melakukan apa karena ia sungguh panik saat ini.

Lava memegang Jonson dengan satu tangan, kemudian ia menutup mata.
Selang beberapa menit, tubuh Lava mengeluarkan cahaya berwarna ungu membuat Epa mudur.

Epa lupa jika Lava adalah alien, ingin segera mengambil Jonson tapi detik berikutnya, ia bisa melihat Jonson sudah kembali berjalan dan mengeong seperti biasa.

"Jonson! Anak emak! Ini beneran elu hidup lagi! Jonson!"Epa mencium Jonson berjalan kali, tak percaya jika apa yang lihat itu nyata."Lava bisa nyembuhin Jonson? Kok bisa, bukannya alien itu jahat ya? Kayak di film-film, alien itu pengen manusia mati. Bukan bantuin Jonson kayak gini."

Lava tersenyum tipis melihat Jonson yang sudah sehat kembali, sebenarnya kucing itu belum mati, Jonson hanya terluka dan Lava menyembuhkan lukanya.

Seperti kekuatannya yang bisa mengembalikan benda atau barang, begitu pula dengan luka, Lava bisa mengembalikan seperti semula seolah tidak terjadi apapun pada Jonson.

"Elu ..." Epa ragu untuk berbicara, tapi kemudian ia panik saat Lava terjatuh."Eh! Kenapa, Lava! Kenapa jadi oleng gini!"

"Emak, Pitu tidak makan Pete dalam beberapa hari ini ini, jadi tenaganya habis saat mengobati Jonson!"

Epa mundur saat melihat Piyo yang muncul tiba-tiba seperti itu."Elu bisa ngomong juga kayak manusia normal! Gila! Gua yang gila atau apaan nih!"

"Emak! Jangan pikirkan itu dulu, emak harus bantu Lava karena Lava sudah mengobati Jonson."

Epa ragu, tapi setelah melihat kearah Jonson yang baik-baik saja ia segera membantu Lava,"Ayok ke rumah, emak ada sisa Pete di lemari, tolong bawa Jonson juga."

Piyo tersenyum cerah, untung saja Epa berbaik hati membantu Lava. Memang akhir-akhir ini mereka tidak bisa makan karena tahu sendiri Epa bagaimana, jadi tenaga Lava sedikit berkurang.

Menyelamatkan nyawa kucing itu butuh tenaga yang banyak, tidak seperti membenarkan pecahan kaca dan lainnya.

"Semoga saja emak bisa menerima Pitu kembali, secara Pitu sudah memperlihatkan jika kita ini alien yang baik, tidak seperti apa yang dipikirkan oleh emak!"Piyo harap Epa bisa seperti itu."Ayo Jonson! Kita harus kembali kerumah, nanti kita ketinggalan."

Seakan mengerti, Jonson mengikuti Piyo dari belakang.

Setibanya di rumah, Epa segera mengambil sambal Pete dan nasi untuk Lava, ia juga menyiapkan minuman dingin untuk laki-laki itu."Cepet makanannya, muka elu Udha jadi unggu gitu, jangan-jangan pengen berubah lagi, tolong jangan berubah. Emak kagak sanggup ngeliat elu dengan muka alien."

Jujur saja, saya ajah lava sangatlah menyeramkan jika berubah menjadi alien, Epa sangat takut saat melihat itu.

"Malah diem! Makan!"

Lava diam, dia menatap Epa dengan raut sedih."Emak, apa enak sudah tidak marah lagi padaku dan bisa menerimaku? Aku tidak jahat, aku adalah alien yang baik, tolong percayalah ku mo-hon ..."

Semoga saja Epa bisa merubah cara pandangannya padanya karena Lava mengiginkan tinggal bersama Tera kembali.

Vote→ Comment →Follow

ALIEN (BL)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang