(EXTRA CHAPTER)

18.1K 1.3K 123
                                        

Sebentar lagi PO Tanda Seru. Jangan lupa follow Instagram yourbrainwasher, dreamerbooks.id dan tekad.id untuk update terbaru!

===

2 tahun kemudian,
Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan.

Persidangan laksana lapangan bola ditaburi bintang yang memenangkan pertandingan. Kala Santoso dan timnya berhasil membuat hakim mengetuk palu untuk menyetujui banding, diam-diam pada pendukung di belakangnya bersorak meskipun teriakan itu diredam dalam hati. Ruangan sidang ini tidak terlalu besar, bisa jadi bila mereka bersorak, suara hakim tak lagi terdengar. Hanya pelukan erat yang bisa melampiaskan kebahagiaan di ruangan sidang penuh wartawan ini. 

"Selain hukuman penjara, pelaku wajib memulihkan dampak kekerasan seksual yang telah dialami korban dengan memberikan korban penanangan psikolog yang di mana, hal tersebut bersumber dari kekayaan tersangka," tutup hakim. 

Tersangka kembali diserahkan pada pihak berwajib, sementara para korban siap dipulangkan ke rumah mereka masing-masing. Pengacara dua kubu saling bersalaman mengakhiri persidangan mereka selama satu bulan terakhir. Tidak ada dendam, keduanya sama-sama puas dengan hasil sidang, keduanya pulang dengan keadilan. 

"Senang melawan Anda Pak Santo." Rafaat menjaba tangan Santoso lalu mengangguk dalam. "Sampai bertemu di persidangan lain." 

Santoso merangkul Rafaat, tampak akrab. "Saya juga berterima kasih. Melawan Bapak di persidangan benar-benar pengalaman menarik." Diam-diam Santoso mendoakan pengacara ini supaya diberikan keberuntungan serta umur panjang. 

Rafaat pria baik, tapi sayangnya tidak terlalu kaya sehingga tidak mampu idealis. Tidak semua pengacara kaya raya, Rafaat merintis karir di daerah terpencil, baru memulai karirnya di ibu kota beberapa tahun ke belakang. Rafaat masih mengambil kasus apa pun yang membuatnya untung. Di kasus ini, pria itu hanya mencoba sekuat tenaga mengurangi jatah hukuman tersangka. Santoso tau itu karena ia bisa menjamin, Rafaat mampu membalasnya dengan pasal lain yang bisa membebaskan tersangka tapi Rafaat tidak melawannya. 

Hidup dalam ketidakadilan membuat Jessica heran ketika hukum benar-benar bisa ditegakan. Rafaat tidak menjilat hakim, mengakui kesalahan kliennya serta tetap bekerja sebagai pengacara menemani hingga akhir. Perdebatan paling panas antara Santoso dan Rafaat hanya lama waktu hukuman penjara Rafaat saja.

Hal yang benar terasa begitu asing di negeri ini. Bagaimana bisa hakim menjatuhi hukuman sepuluh tahun penjara pada tersangka pelecehan? Bukankah biasanya hukuman bisa diselesaikan dengan ancaman serta uang?

"Bu—" Panggilan Jessica tentu tak didengarkan Arumi. Wanita itu bangkit dari kursi lalu berlari ke arah suaminya yang sedang berbincang dengan keluarga korban.

"....terima kasih." Seorang ibu dengan garis kerutan di dahi menyatukan kedua tangan di depan wajahnya yang sembab. "Saya bawa singkong, maaf tidak banyak. Tapi tolong diterima. Hanya ini yang kami punya."

Santoso menolak, mendorong pelan kembali karung berisi singkong tersebut. "Tidak perlu. Tanpa maksud meremehkan kasus anak ibu, saya menganggap sidang ini sebagai hiburan. Rasanya senang kalau bisa memenjarakan penjahat kelas teri yang hanya berani dengan perempuan."

Sang ibu tidak biasa menahan tangisnya. Berkali-kali ia menghantarkan syukur dengan bahasa daerah. Jessica sangsi, Santoso tidak mengerti tapi pria itu ikut mengaminkan apa yang diucapkan. Sehebat apa pun pengacara ini, bagi Jessica yang mampu berbicara dengan lima belas bahasa berbeda, tetap saja Santoso tampak bodoh. 

Benar adanya bahwa mata-mata sepertinya diwajibkan bisa berakting—bahkan saat ia bersekolah khusus intelgen dahulu semua siswa wajib mengikuti ekstrakulikuler teater. Jessica juga pernah berpura-pura menangis demi mendapatkan simpati targetnya. Meski ujungnya target tersebut mati di tangannya setelah berhasil dikelabuhi. Namun untuk air mata ini, tidak pernah Jessica lakukan. Atasannya pasti tidak pernah menyuruhnya berakting bahagia sampai mengeluarkan air mata. 

Tanda SeruTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang