2 Minggu Menjelang Study Tour Kelas 12.
Papan pengumuman depan ruang guru rame. Kertas A3 ditempel: STUDY TOUR YOGYAKARTA - 3 HARI 2 MALAM - WAJIB IKUT.
"Kelas 12 doang yang study tour, adek kelas mah diem," Eby koar-koar sambil nyomot kertas izin di mading. "Hotel bintang 3, Cuy. Malioboro, Candi Prambanan, Keraton. Kurang apa lagi?"
Viona jitak kepala Eby pake map. "Kurang otak lo. Itu buat belajar, bukan buat pacaran doang."
Tapi mata Viona langsung jelalatan nyari Afan-Devita yang lagi ngantri fotokopi di koperasi. Sejak "Emang pernah putus?" seminggu lalu, dua orang itu udah nggak ada obatnya. Ke kantin gandengan. Pulang sekolah boncengan. Di kelas kalo nggak ngobrol ya saling lempar contekan. Bucinnya udah balik 200%.
Mala nyikut Rakha. "Lihat tuh, pacar orang."
Rakha ngerangkul bahu Mala, nyium pipinya cepet. "Iri? Kita juga bisa."
"Idih, geli." Mala dorong muka Rakha, tapi senyumnya semringah.
Geng utuh. Meja kantin rame lagi. Grup chat _12 IPA 2 Balikan_ isinya spam stiker Afan-Devita lagi. Kayak nggak pernah ada sebulan yang ngubah segalanya.
H-1 Study Tour. Bus 1.
Afan-Devita duduk sebangku. Devita deket jendela, Afan di lorong. Di depan mereka Rakha-Mala. Di belakang Eby-Viona. Formasi perang.
Viona muter badan, nyodorin permen ke Devita. "Nih, biar nggak mabok. Lo kan gampang mual."
Devita nerima. "Thanks, Vi."
Afan ngelirik. "Gue?"
"Lo nggak usah. Tahan banting." Viona nyengir. "Lagian kalo lo mual, ada Devi yang mijitin."
Satu bus "huuu" . Devita langsung nimpuk Viona pake bantal leher. Afan cuma geleng, tapi kupingnya merah.
Bus jalan jam 8 malem. Lampu dimatiin. Anak-anak mulai nyetel playlist galau.
Devita ngantuk, kepalanya pelan-pelan jatuh ke bahu Afan. Afan diem. Nggak nolak. Malah benerin posisi biar Devita nyaman. Tangannya naikin jaket, nyelimutin pundak Devita.
Dari kursi depan, Mala liat lewat spion bus. Dia senyum, terus nyender ke Rakha. "Akhirnya ya, Kha."
Rakha genggam tangan Mala. "Iya. Akhirnya tugas kita selesai. Tinggal nikmatin."
Day 1. Candi Prambanan. Jam 10 Pagi.
Panas. Keringet. Selfie. Rombongan 12 IPA 2 heboh foto di depan candi utama.
"Fan, fotoin!" Devita nyodorin HP.
Afan nurut. "Satu, dua... Eh, jangan merem!"
"Udah! Gantian sini." Devita narik Afan. "Mepet dong. Jangan kayak orang nggak kenal."
_Cekrek._
Hasilnya: Afan kaku, Devita meluk lengannya. Background candi.
Viona ngintip. "Idih, kaku banget lu, Fan. Kayak foto KTP."
"Berisik." Afan jewer kuping Viona.
Siang, makan di resto ayam geprek. Lima porsi nampol. Eby nantang Afan lomba level 10. Devita rebutan es teh sama Mala. Rakha sibuk kipas-kipas Mala yang kepedesan.
Normal. Berisik. Lengkap.
Sore check-in hotel. Bagi kamar. Cowok sama cowok. Cewek sama cewek.
Afan sekamar sama Rakha & Eby. Devita sekamar sama Viona & Mala.
Pas pembagian kunci, Viona bisik-bisik ke Devita: "Sayang ya, nggak bisa sekamar. Padahal rooftop hotel bagus buat ngobrol."
Devita nyubit pinggang Viona. "Apaan sih. Ini study tour, onaa. Bukan honeymoon."
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN-
RomanceMenceritakan seorang ketos cuek yang jatuh hati kepada seorang gadis cantik bernama Serly Devita Arabella seorang anak baru disekolah afan sang ketos. Akan kan afan bisa mendapatkan hati devita atau bahkan dia tidak bisa mendapatkan hati anak baru...
