bab 88

366 43 11
                                        

"Dimana sih dia, keluar gitu aja, gak mikirin diri sendiri lagi sakit"

Dika.

Saat ini ia sedang mencari devita di lorong-lorong rumah sakit. Dengan berjalan yang cukup tergesa-gesa.

"Gue balik dulu aja kali ya, kali aja dia balik lagi ke kamar nya"

Dika membalikkan badannya untuk kembali melangkah ke kamar rawat devita.

Baru saja ia berniat membuka ruangan. Namun ia seperti merasa ada seseorang dibelakang nya. Sedikit demi sedikit ia menoleh. "Astagaa"

"Lo kenapa?"

Devita menggeleng, ia memilih untuk melewati dika dan membuka knop pintu sendiri.

Terlihat devita yang berjalan guntai, dengan satu tangan memegang infus.

"Dev kenaoa?"

Lagi-lagi hanya gelengan yang dika dapatkan.

"Lo gak mungkin gapapa, dengan keadaan mata lo yang sembab gitu, lo nangis, dan itu bukan nangis biasa"

Devita mengangkat pandangan menatap dika. Lagi-lagi air matanya lolos begitu saja.

Dengan cepat dika membawa devita kepelukan nya. "Shut.. Udahh, gak usah nangis lagi, nangis lo pusing"

Dika terus mengusap punggung devita sampai ia terlihat tenang.

"Gue ketemu afan"

"What, dimana?"

"Di depan"

"Berarti dia dirawat disini?"

"Iya"

"Terus gimana? Lo langsung pergi tanpa ada niat ngobrol gitu?"

"Enggak, mami... Kayaknya udah gak suka lagi sama gue, mungkin karena gue yang jahat sama afan"

"Hey.. Gak gitu, mungkin mami afan nya juga lagi capek kan, terus kaget liat lo, apalagi—" dika menghentikan ucapan untuk meminta maaf terlebih dahulu. "Apalagi kan afan drop karena dia berantem sama lo"

"Iya, gue paham, ortu mana yang gak marah saat tau anaknya yang baik-baik aja tiba-tiba drop sampai harus dirawat beberapa hari"

"Dik.."

"Iya?"

"Gue takut"

"Lo gak perlu takut dev, keluarga afan lagi butuh waktu begitu juga dengan afan sendiri"

"Gue jahat ya?"

Dika menggeleng. "Sekarang lo lebih baik rebahan istirahat, daripada lo makin ngaur ngomong nya"

Dika langsung membawa devita untuk istirahat sebentar. "Tidur yang nyenyak cantik"

                            _____________

"Afan, dari tadi kamu cuma diem, mami suruh makan tapi dari mami pulang sampe mami kesini lagi, makanan kamu masih utuh"

"Afan gak laper mih"

Terdengar hembusan kasar dari rara, "kenapa? Mau ketemu sama dia?"

"Mi... Jangan kelihatan gak suka sama devi.."
Lirih afan

"Sayang, mami bukan kelihatan gak suka, tapi emang gak suka sama dia, kamu lupa—"

"Aku capek mih"

Afan memilih untuk menutupi dirinya dengan selimut.

Sangat terlihat jelas kalau afan tidak tidur, melainkan..

"Sayang.. Mami tau kamu gak tidur, udah gak usah nangis, makan dulu, selesai makan kita cari kamar devi"

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang