Viona mengangguk menanggapi. "Pantesan kelihatan lebih baik. Makasih ya, Dik. Udah mau jagain pacarnya afan" ucapnya dengan senyum manis
Dika cuma angguk.
Sedangkan yang lain hening. Jujur mereka tidak menyangka kalau Viona akan mengatakan hal tersebut.
Mala hanya bisa menggeleng melihat kelakuan sahabat nya yang satu itu.
"Udah malem nih." Rakha liat jam di HP. "Kita ke Afan ya. Takut dia kelamaan nungguin."
Eby berdiri, narik tangan Viona pelan. "Iya. Kamu sama Mala di sini aja kalau masih mau ngobrol."
Eby menarik viona sedikit menjauh. "Jangan terlalu lantam ya mulutnya" bisik eby
Viona ngangguk. "Iya. Tenang aja, Hati-hati ya."
Mala juga ngedorong Rakha pelan. "Bilang bentar lagi kita nyusul."
"Oke." Rakha ngecup kening Mala cepet. "Jangan kelamaan."
Pintu ketutup. Sekarang tinggal Mala, Viona, Devita, sama Dika yang diem di pojok.
Suasana langsung agak... lebih tenang.
Devita nyender. "Akhirnya. Tadi tuh kayak kerasa lebih rame gitu."
Viona ketawa. "Iya. Maaf berisik." Dia duduk di sebelah Devita. "Gimana? Badan udah enakan?"
"Udah 90%. Tinggal nunggu boleh pulang aja." Devita jawab sambil mainin selimut.
Mala ngelirik Dika. "Dik, duduk sini aja. Jangan di pojok terus. Kaku liatnya."
Dika ragu bentar. Terus geser duduk ke kursi sebelah meja. Nggak deket banget, nggak jauh banget. Pas.
"Udah makan, Mal?" tanya Devita, ngalihin.
"Udah. Dari kafe tadi." Mala jawab. "Lo aja yang dari tadi disuapin."
Devita langsung noleh cepet. "Ih, Mal."
Viona langsung nutup mulut pake tangan. "Upps."
Mala nyengir. "Iya iya, bercanda. Biar cair aja."
Devita mendengus, tapi pipinya merah. Dika juga cuma senyum kecil, terus nunduk mainin HP. Nggak ikut nimbrung.
"Eh Dev..." Viona jadi lebih serius. "Besok pulang, mau sama siapa?"
Devita diem. Jelas.
Mala langsung jawab duluan buat nenangin. "Udah, Vi. Terserah Devi aja. Yang penting dia sampe rumah selamat."
Viona ngangguk. "Iya. Maaf."
"Nggak apa-apa." Devita narik napas. "Gue... belum tau juga. Nanti aja dipikirin."
Padahal di kepalanya udah ada nama Dika.
Tapi dia nggak bilang.
Mereka bertiga ngobrol lagi. Hal random. Tawa kecil muncul lagi.
Dika cuma dengerin. Sesekali ketawa kalo ditanya.
Jam 8 lewat dikit. Perawat lewat. "Maaf 10 menit lagi jam besuk tutup."
Mala & Viona langsung berdiri.
"Ya ampun, cepet banget." Viona meringis.
Devita ngelambai. "Udah. Kalian pulang. Gue mau istirahat juga."
Mala ngusap rambut Devita. "Istirahat yang bener. Besok kalau sempet kita jemput lo."
"Iya."
"Masuk." Suara Afan dari dalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN-
RomanceMenceritakan seorang ketos cuek yang jatuh hati kepada seorang gadis cantik bernama Serly Devita Arabella seorang anak baru disekolah afan sang ketos. Akan kan afan bisa mendapatkan hati devita atau bahkan dia tidak bisa mendapatkan hati anak baru...
