bab 95

244 31 7
                                        

Afan udah pules. Napasnya teratur. Tangan Mala masih digenggam, tapi udah lemes.

Mala nyender di kursi, kepala disandarin ke pinggir ranjang. Ngantuk banget.

Viona udah lebih dulu nyender ke bahu Eby. Eby tidur sambil duduk di di sofa yang ada disanaa, kepala nyender.

Rakha ngelipat tangan, duduk di kursi sofa juga. Dagunya nempel ke dada.

Satu ruangan isinya napas orang tidur sama suara AC.

Pukul 01.15.

Mala kaget. Kebangun gara-gara tangannya kesemutan.

"Ah..." dia pelan-pelan narik tangannya dari genggaman Afan.

Afan masih pules. Muka lebih tenang.

Mala liat sekeliling.

Viona kelihatan nyaman di bahu Eby. Eby kepalanya ngadah, mulutnya mangap. Rakha ngorok halus.

"Ya Allah." Mala ketawa kecil tanpa suara.

Dia ambil HP, layar terang nyorot muka. 01.15.

Dia noleh ke Afan. Ngusap rambut Afan pelan, biar nggak kebangun. "Tidur yang nyenyak ya, Fan."

Abis itu dia colek bahu Viona. "Vi... bangun."

"Hmm?" Viona ngigau. "Kentang gue... jangan diambil..."

Mala hampir ketawa. "Vi, bangun. Jam 1 lewat."

Viona akhirnya melek. Bingung bentar. "Hah? Kita dimana?"

"Rumah sakit. Ketiduran." Mala bisik.

Viona langsung duduk tegak. "Astaga. Eby!" Dia goyangin Eby.

Eby kaget. "Hah? Ada apa? Kebakaran?"

"Sst." Rakha juga kebangun gara-gara ribut. "Suaranya, By."

Eby langsung tutup mulut. "Oh iya. Lupa."

Mereka berempat diem, saling liat. Terus pada ketawa pelan.

"Parah." Rakha ngusap muka. "Kita malah nginep."

"Untung nggak disuruh pulang sama perawat." Viona benerin rambut.

Mala liat Afan. "Dia masih tidur. Jangan berisik."

"Iya." Eby berdiri, ngulet. "Mau pulang nggak? Udah malem banget."

Viona ngangguk. "Iya. Besok pada sekolah juga."

Rakha udah ngambil tas. "Yuk. Biar Afan istirahat."

Mala berdiri paling akhir. Dia selimutin Afan sampe bahu. Terus bisik. "Malam, Fan. Besok kita balik lagi."

Mereka berempat keluar pelan. Pintu ditutup nggak sampe bunyi.

Di lorong Rumah sakit udah sepi banget. Cuma ada suster jaga.

Pas lewat kamar Devita, pintunya ketutup. Lampu dalem udah mati.

"Devi juga pasti udah tidur." Mala bisik.

"Bareng Dika?" Viona nyeletuk. Terus langsung nyesel. "Eh, maksudnya..."

Eby langsung ngelirik. "Vi."

"Iya iya, becanda." Viona cengengesan.

Rakha diem aja.

Mereka jalan ke luar

"Gila ya." Eby mecah diem. "Kita berempat, jagain Afan sampe ketiduran."

"Karena kan udah malem ya ngantuk lah." Rakha nyengir.

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang