bab 89

365 44 12
                                        

"Sayang, aku rindu, aku rindu kamu"

Devita menatap afan dengan sendu, ia ucap air mata yang ada di pipi afan. Ia elus wajah itu dengan lembut. "Hey.. Kenapa nangis, jangan nangis, aku gak mau liat kamu nangis gini, aku ikut terluka sayang.."

Afan tersenyum. Ia genggam tangan devita dan ia letakkan di dada nya. Dengan menahan isak tangis nya. "Aku kuat kalau sama kamu"

Devita ikut sedih melihat adanya yang benar-benar menampakkan sisi rapuhnya.

Tok. Tok. Tok..

Semua pasang mata beralih menatap ke arah pintu yang baru saja terbuka menampakkan seseorang dengan beberapa paperbag bawaannya.

Tangan devita dilepas begitu saja oleh afan.

Devita melihat afan. "Fan—"

"Masuk dik, ngapain bengong disitu" ucap afan

Dika tersenyum tipis. Mendekat ke arah devita meletakkan beberapa paperbag di atas meja.

"Udah minum obat?"

Devita menggeleng.

Dika mengambil beberapa obat yang ada disana. "Minum obat dulu"

"Nanti gue minum, gue belum makan"

"Kenapa?"

Afan, ia hanya memperhatikan pemandangan tersebut dengan diam. Apa kalian benar ada hubungan?

"Afan, mau keluar sayang?"

Afan mengangguk.

"Fan" devita menarik tangan afan.

"Kenapa?"

"Aku masih mau ngomong"

"Apa?"

"Jangan salah paham dulu"

"Gak ada yang salah paham, semuanya udah aku liat depan mata aku sendiri kan?"

Afan menghempaskan tangan devita. "Mungkin emang ada yang perlu kita bicarain lagi ya?"

"Ada"

Afan tersenyum tipis.

"Sampai sini aja dulu"

Rara membuka pintu ruangan tersebut, dan afan ia memutar kursi roda nya.

"AFAN AKU CINTA SAMA KAMU"

Afan menoleh, "kamu baru cinta lagi sekarang atau gimana?"

"Mungkin gue gak seharusnya ada disini dulu sekarang, selain dulu masalah kalian gue pamit"

Dika keluar. Devita dan afan hanya menatap punggung dika yang kian hilang.

Afan menatap rara. Rara mengangguk. "Ya, mami juga bakal keluar, mau mami tunggu didepan atau diruangan kamu?"

"Mami langsung ke kamar aja"

"Iya sayang"

Rara mengelus kepala afan sebelum akhirnya keluar dan menutup kembali pintu.

"Afan, pliss... Dengerin aku"

"Jelasin soal ini"

Afan menunjukkan sebuah foto, dimana foto tersebut adalah foto devita dan dika.

Devita tersentak melihat foto tersebut.
"K-kamu dapat foto ini dari siapa?"

"Gak perlu tau"

"Kenyataan nya gak seperti yang di foto, fan"

"Terus gimana kenyataan nya?"

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang