Kota ini, sepi.
Tentu saja. Namun, aku lebih senang menghadapi kota sepi daripada ramai, ramai akan zombie-zombie yang berkeliaran.
Sama seperti kota sebelumnya, tidak ada apa-apa di sini. Manusia, zombie, tidak ada. Sedikit lebih baik dari kota sebelumnya adalah adanya kendaraan. Di sepanjang jalan masih ada satu dua kendaraan yang terlihat. Salah satunya mobil yang sekarang kami gunakan.
Jalanan longgar. Kami pun berjalan tanpa ada hambatan. Jalanannya yang mulus membuatku dan si kecil tertidur. Sesekali aku terbangun saat mereka bertiga membuka mulut. Tidak ada yang spesial dari ucapan mereka. Hanya tiga orang yang bosan dan mengisi ruang hampa.
"Nghm."
?!
Kenapa dengannya? Dia seperti ingin menangis.
Popok? Tidak. Dia tidak buang air besar dan popoknya juga masih belum penuh.
Ada apa?
"Ngh ehek!"
Oh shit!
"Kenapa?" tanya Komandan setelah si kecil ini menangis.
"Ga tau. Pampersnya belum penuh kok."
Aku membalik badannya ingin lebih memastikan dia tidak BAB, tapi
F CK!
Dia malah semakin meninggikan suara.
Kenapa?! Apa yang salah?!
"Mungkin badannya ada yang sakit," ujar kak Bagas yang sedang menyetir, tetapi sesekali melihat kebelakang.
"Perutnya," ungkap Kulkas mengambil dan mendudukkannya di pangkuan agar aku bisa memeriksa perut kecilnya.
Aku menekan-nekan perutnya. Sebenarnya aku tidak tahu apa yang sedang kulakukan, tapi mungkin saja berhasil.
Tidak! Tentu saja tidak berhasil. Dia masih saja menangis tak karuan.
Mobil sibuk. Komandan yang memarahi kak Bagas karena selalu melihat kebelakang. Kulkas yang kesusahan karena si kecil menggeliat di pangkuannya dan aku yang sibuk memperhatikan apa yang sebenarnya dia inginkan.
Ku keluarkan mainan dari dalam tas. Menaruh di tangannya, tapi malah dibuang juga olehnya.
Apa yang dia inginkan?!
"Atau dia sumpek. Coba jendelanya aku buka."
Kak Bagas membuka jendela, memasukkan udara dari luar.
Dan ya, tidak berhasil. Aku malah takut suara nyaringnya terdengar oleh makhluk-makhluk buruk itu.
"Tutup aja kak. Suaranya nyaring banget ini."
"Berhenti aja dulu Gas," usul Komandan setelahnya.
"Ga usah! Emang berhenti mau ngapain? Jalan aja. Ga usah berhenti-berhenti."
Tidak akan ada gunanya jika berhenti. Memangnya jika berhenti kami harus bagaimana? Membawanya keluar? Tidak mungkin.
Apa yang sebenarnya dia inginkan?! Di beri mainan tidak mau. Sakit perut tidak. Kepanasan tidak. BAB juga tidak. Lalu apa?!
...
Oh!
Aku bergegas membuka tas. Mencari susu dan dotnya. Aku baru sadar. Kami belum makan.
"Air air."
Komandan segera memberiku air. Kulkas pun bertanya, "itu air dingin gapapa?"
"Gapapa. Emangnya mau pakai apalagi? Yang penting dia minum susu."
KAMU SEDANG MEMBACA
neWorld
Science FictionDunia baru yang lebih mengerikan. Bertahanlah, bagaimanapun caranya. ©Aytidajghost 2021 Don't copy! Babak 1 Start : 26 Juli 2021 End : 14 Agustus 2021 Babak 2 Start : 1 Desember 2021 End :
