Mobil melaju dengan gila. Komandan fokus pada jalanan sementara Kulkas telah menempel pada jendela di pintu belakang untuk melihat zombie-zombie yang sedang mengejar.
"Banyak yang keluar dari hutan ndan!" lapornya menambah ketakutan.
Aku membenamkan badan di kursi dan menggenggam seatbelt dengan erat karena takut melihat jalanan di depan yang tidak lagi terlihat seperti jalanan biasa. Aku seperti sedang menaiki rollercoaster yang sangat cepat. Belum lagi jendela di sampingku yang belum tertutup karena aku tidak tahu bagaimana cara menutupnya. Angin yang keras terus menampar wajahku hingga aku terus menutup mata dan berkedip.
Di belakang sana, si kecil menangis. Suaranya semakin nyaring seiring dengan bertambah lajunya mobil ini. Aku tidak tahu apa yang sedang kak Bagas lakukan, tapi bisa kupastikan dia juga sedang berjuang agar tidak terjatuh di tengah ugal-ugalannya mobil ini. Aku yang duduk di kursi dan terlilit oleh seatbelt saja harus berpegangan kuat.
"Angga! Status?!" teriak Komandan yang kemudian diteruskan oleh kak Bagas.
Aku sedikit gelisah karena dia sempat melihat ke belakang.
"Banyak ndan! Mereka kayak rantai, banyak yang keluar dari hutan!"
"Seberapa jauh?!"
Lagi dia melihat ke belakang. Padahal tidak perlu melakukannya karena kak Bagas akan menyampaikan pesannya.
Mobil ini berisik sekali.
"10 meter!"
WAH! JALANNYA SEDIKIT BERBELOK!
"Komandan!!!" teriakku histeris.
Mobil ini dipaksa untuk sedikit melambat, tapi tetap saja belokan yang dilakukan sangat terasa berbahaya. Aku sampai harus mencengkram jendela agar tidak terlepas dari kursi.
Oh shit! Aku mual.
"Bangsat."
Aku menoleh pada Komandan setelah mendengarnya berkata kasar. Matanya membesar melihat jalanan. Aku mengikuti arah pandangnya.
Oh ya, bangsat.
"Pegangan!"
Aku kembali berpegangan pada jendela. Mobil semakin dan semakin melaju setelah Komandan melihat sekumpulan zombie di depan sana. Tidak ada cara lain, kami harus terus maju dan menabrak mereka. Mobil ini pasti bisa membuka jalan. Pasti bisa!
"Pegangan!!!"
Badan mobil menghantam mereka. Beberapa terlindas, beberapa terbawa di bumper dan beberapa terhempas.
"Aditya!!!"
"Aaaaaa!!!"
Aku terbaring di kursi dengan kaki yang terus menendang satu zombie yang terhempas dan menyangkut di jendela. Tanganku berpegangan pada Komandan yang juga berusaha menarikku.
"Pergi! Pergi!"
"Angga! Angga!!" teriak Komandan.
"Aaaaaa!!!! Kaki! Kaki! Kaki!!"
Aku tidak berhenti menendang, tapi sialnya kakiku berhasil di tahan. Kaki kanan ku yang bebas terus ku pakai menendang wajah buruknya yang berusaha menggigitku.
LEPAS!!!!
Kenapa susah sekali lepasnya?!!! LEPAS!!!!!!!!!!
Jleb!
Ah.
Kulkas datang.
Kulkas menarik kakiku masuk setelah mencabut parangnya dan mendorong zombie yang sudah mati itu. Komandan pun segera menutup jendela.
KAMU SEDANG MEMBACA
neWorld
Science FictionDunia baru yang lebih mengerikan. Bertahanlah, bagaimanapun caranya. ©Aytidajghost 2021 Don't copy! Babak 1 Start : 26 Juli 2021 End : 14 Agustus 2021 Babak 2 Start : 1 Desember 2021 End :
