Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

OH SEHUN 1ST SON

588 70 8
                                        

OH SEHUN 1ST SON

oh sehun, pria mapan yang berhasil menikahi pujaan hatinya kim jongin dan berhasil pula memilik tiga orang anak yang begitu menggemaskan pada jamannya. kim jongin adalah cinta pertama oh sehun yang langsung membuat seorang oh sehun menjadi super bucin dan tidak ingin dipisahkan sama sekali dari jongin. tapi kali ini cerita bukan tentang kenapa dan bagaimana seorang oh sehun dan kim jongin tapi tentang putra pertama mereka yang sedang dalam masa pemberontakan.

putra pertama sehun lahir di saat usia pernikahan keduanya baru saja berusia dua tahun. anak laki-laki tampan dengan perpaduan gen ayah dan ibu yang juga luar biasa. anak laki-laki kecil menggemaskan yang diberi nama oh jeno. si pucat dan pemilik wajah dingin sang ayah tapi dengan senyuman manis yang diwarisinya dari sang ibu, tapi jangan salah senyumannya sangat mahal dan sulit untuk di dapatkan.

tahun ini oh jeno sudah duduk di bangku smp dan sedang dalam masa pemberontakan yang cukup membuat jongin pusing tujuh keliling. maunya semua seperti teman-temannya dan mulai protes tentang pola asuh yang sehun dan juga jongin terapkan padanya. hal yang sebenarnya membuat sehun dan jongin cukup pusing juga tidak menyangka jika oh jeno akan mulai memberontak diumurnya yang bahkan masih tiga belas tahun.

"papa jeno ingin ponsel" ucap jeno di siang hari saat sehun sedang sibuk dengan tumpukkan laporan keuangan perusahaannya yang baru saja diantarkan oleh sekretarisnya. karena hari ini sehun malas untuk berangkat ke kantor jadi bekerja di rumah adalah yang sehun pilih.

"untuk apa?"

"mengerjakan tugas papa"

"tugas apa yang menggunakan ponsel?" tanya sehun yang pada akhirnya melepaskan tatapannya dari angka-angka yang cukup memusingkan.

"beberapa tugas kan menggunakan internet papa"

"kerjakan dengan komputer papa saja kalau begitu"

"komputer dan ponsel kan berbeda papa"

"ya lalu? ponsel untuk benar-benar mengerjakan tugas atau kamu ingin gunakan untuk yang lain?" sehun  kini benar-benar memusatkan perhatiannya pada oh jeno yang bukan hanya mengganggunya bekerja tapi juga mengutarakan hal mengesalkan yang sudah mereka sepakati dari awal. tidak ada ponsel sebelum oh jeno sma atau bahkan lebih dari itu. ponsel hanya membuat semuanya kacau.

"semua teman jeno punya ponsel papa, hanya jeno yang tidak punya ponsel" ucap jeno kemudian yang membuat sehun mengerutkan dahinya.

"ponsel untuk apa oh jeno? setiap hari ada super yang mengantarkan kamu pergi sekolah menunggu sampai sekolah berakhir dan kamu bisa pulang dengan aman. semua tugas sekolah bisa kamu kerjakan dengan komputer atau laptop papa lalu apa lagi oh jeno? ingin menghubungi teman? pakai ponsel mama atau pakai ponsel papa, kenapa selalu ribut ingin ponsel ingin posel terus?" sehun memperhatikan putranya dengan seksama.

"jika ingin bermain dari pada bermain dengan ponsel lebih baik bermain dengan adik-adik jeno dihalaman. pernah lihat papa dan mama menggunakan ponsel ketika bersama kalian? apa? katakan apa yang akan jeno lakukan dengan ponsel jeno? hanya karena teman-teman jeno punya bukan berarti jeno juga harus punya kan? menurut papa dan mama saat ini belum waktunya jeno memiliki ponsel" ucap sehun final yang langsung membuat jeno cemberut maksimal, bahkan jeno hampir menangis karena penolakan papanya yang akhirnya membuat sehun menghela nafasnya lelah.

"jeno punya uang?" tanya sehun yang membuat jeno mendongak dan tersenyum "uang milik jeno sendiri, bukan uang yang dikumpulkan dari uang jajan yang papa dan mama berikan? beli saja dengan uang milik jeno sendiri. papa lelah menjawab pertanyaan jeno yang hanya itu-itu saja. kalau punya uang milik jeno sendiri boleh beli sendiri" ucap sehun sebelum kembali fokus dengan pekerjaannya sedang jeno berjalan keluar dari ruang kerja sehun dengan langkah gontai.

tak lama setelah itu jongin berjalan memasuki ruang kerja sehun sambil membawa buah potong sebagai teman sehun bekerja. sehun tersenyum ketika jongin berjalan masuk ke ruangannya. inilah yang membuat sehun memilih untuk bekerja di rumah. menyenangkan melihat istrinya menemaninya bekerja. melihat sehun tersenyum jongin langsung mendengus.

"senang sekali setelah membuat jeno cemberut maksimal?" tanya jongin sambil menaruh potongan buah yang di bawanya dan jongin langsung duduk di sandaran tangan di kursi sehun dan melihat kearah sehun yang masih saja tersenyum tanpa rasa bersalah sama sekali.

"anakmu minta ponsel lagi dan lagi, kali ini bilang jika semua teman-temannya sudah punya ponsel, katanya untuk mengerjakan tugas" jawab sehun sambil memeluk pinggang jongin dan menyandarkan kepalanya pada jongin. 

"lalu?" jongin mengusap rambut sehun pelan.

"jelas tidak dibelikan. jika jeno punya uang dia boleh beli sendiri" 

"jeno punya uang"

"uang miliknya sendiri kan tidak punya. uang jeno semua diberikan oleh orang lain bukan dari hasil kerjanya sendiri. jeno boleh beli ponsel kalau bisa beli dengan uang miliknya sendiri, uang yang jeno hasilkan sendiri tanpa bantuan kita"

"tega sekali sih" ucap jongin sambil mencubit pipi sehun juga tertawa geli.

"yah dari pada jeno menjadi artis tiktot yang begitu-begitu saja, trus tidak mau belajar kan sangat bahaya" sehun tertawa geli sambil memeluk jongin lebih erat.

sebenarnya inilah alasan kenapa sehun sangat suka bekerja di rumah. karena jika di rumah sekretarisnya bukan park chanyeol si telinga peri tapi istrinya yang cantik dan bisa dipeluk-peluk kalau sehun sedang pusing. jika di kantor yang dilihat kan hanya hamparan gedung tinggi perkantoran yang membosankan. kalau di rumah kan lebih menyenangkan, istri tercinta memperhatikan dan bisa memeluknya.

"kalau tiba-tiba jeno punya uang dan ingin diantar pergi membeli ponsel bagaimana?"

"yah kita terapkan uang sewa untuk kamar jeno, mobil yang mengantar jeno juga harus bayar, lalu tidak perlu diberi uang saku biar tahu rasa" ucap sehun dengan nada super santai yang membuat jongin benar-benar terkejut.

"dasar papa mata duitan ah, bagaimana jika jeno kabur ke rumah nenek oh? sudah siap untuk dapat cubitan dari nenek oh yang kejam?" goda jongin sambil tertawa geli.

"mama dulu begitu padaku. saat aku tidak mau kuliah di luar negeri aku diberi tenda di belakang rumah dan tidur disana dua malam sebelum kembali masuk kerumah karena lapar dan berangkat untuk kuliah lagi meninggalkanmu. kenapa jeno harus dimanja?"

"jeno tidak lebih bandel dibanding denganmu tau?" jongin tertawa geli karena sehun benar-benar mengesalkan.

"ya lalu? dunia saat ini lebih kejam dibanding dengan dulu sayang. aku ingin mengajari jeno, menegurnya, membuatnya mengerti bagaimana dunia bekerja sebelum ada orang lain yang akan mengajari dan menegur jeno dengan lebih kejam. aku ingin jeno mengerti"

"tapi sehun jeno masih terlalu kecil kan?"

"justru sejak kecil harus dibuat mengerti kan sayang?" sehun menatap jongin dengan senyuman yang akhirnya membuat jongin tersenyum juga dan mengusap dahi dan menyisir rambut sehun ke belakang.

"aku juga tidak rela jika jeno sampai di marahi orang lain" kata jongin kemudian yang membuat senyuman sehun semakin lebar. jongin memang selalu sepakat dengan apa yang sehun katakan tentang anak-anak mereka.

baru saja sehun merasa tenang kini tiba-tiba ruang kerjanya di buka dengan kasar dan jeno berjalan kearah meja kerja sehun dengan wajah super serius yang membuat sehun dan jongin jelas bertanya-tanya tentang apa yang jeno inginkan.

"papa, berikan jeno pekerjaan" ucap jeno yang membuat sehun melongo sedang jongin tertawa geli. oh jeno benar-benar foto kopian oh sehun seratus persen. egoisnya dan juga keras kepalanya. 

tbc? end?

yohohohohoho gengs gemana kabar klean? fine fine saja kan yak? 

mari tetap bahagia meski ada gosip kek gunung meletus tentang kita, trus trus mari tetap berdiri meski hanya sendirian. wkwkwk curhat mode on

see ya soon

HUNKAICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang