Tidak ada Yang istimewa dari kehidupan jongin setelah perceraiannya dengan sehun 7 tahun Yang lalu. Rasa rindu Yang terus jongin rasakan masih sama dan semakin menumpuk dari hari ke hari.
Rasa rindu pada putranya Yang lain Yang ada bersama dengan sehun menghantuinya disetiap harinya. Putra tampannya bersama sehun Yang hanya bisa jongin lihat dari sebuah foto Polaroid kecil Yang selalu jongin bawa kemanapun.
Seperti apa wajahnya kini, bagaimana dia tumbuh? sehatkah? Apa makanan kesukaannya? Apakah sama dengannya atau sama dengan sehun? Inginnya jongin pergi menemui putra kecilnya itu tapi masihkan pria kecil oh Yang begitu lucu itu mengingatnya?
Jongin terlalu takut untuk memastikan kwangmin, putranya masih mengingatnya atau tidak. Jongin terlalu takut jika kwangmin bahkan tidak tahu siapa dia. Karena saat itu kwangmin masih sangat kecil. Terlalu kecil untuk tahu jika dia ditinggalkan. Terlalu kecil untuk mengingat siapa Yang meninggalkannya.
"Mama" panggil seorang anak laki-laki membuat jongin menoleh dan tersenyum.
"Hmm?" Jawab jongin.
"Mama sedih lagi? Kenapa?" Ucap pria kecil itu sambil memeluk jongin dan bersandar di bahu jongin.
"Tidak sayang"
"Mama sering bersedih akhir-akhir ini, sebenarnya ada apa mama?"
"Kita jadi kepantai tidak?" Kata jongin sambil mengalihkan perhatian jeno.
"Jadilah mama. Kita kesana setiap kali jeno ingin mengingat papa"
"Hmm kita kesana. Sudah mandi oh jeno?" Tanya jongin sambil menarik pipi jeno.
"Sudah dengan onty wu wu" ucap jeno membuat jongin akhirnya tertawa.
"Jangan menggoda onty mu atau uncle akan menaruhmu di loteng"
"Makanya mama jangan sedih terus dong" jeno menangkup kedua pipi jongin sok dewasa membuat jongin semakin geli saja.
"Berhenti menggoda orang lain. Sarapan dan kita berangkat"
"Okay okay!" Ucap jeno penuh semangat dan berlari menuju ke dapur Yang menjadi satu dengan ruang makan.
Jongin berdiri dari duduknya dan melihat sebuah bingkai foto Yang berisikan seorang pria Yang tersenyum tipis. Tampan, sangat tampan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jeno, dia mirip dengamu sehun. Sangat mirip hingga saat aku melihatnya aku seperti melihatmu. Maafkan aku" ucap jongin sebelum berbalik dan menyusul jeno.
Oh jeno, pria kecil berusia 6 tahun lebih Yang sangat mirip dengan sehun. Berkulit putih pucat, paling tinggi di kelas, masih cadel hingga usianya Yang ke 5 tahun kemarin.
Jeno begitu mirip dengan sehun, perawakannya, kebiasaannya, semuanya milik sehun. Yang sama dengan jongin hanya senyuman manisnya saja.
Jongin baru mengetahui jika dia memiliki jeno diperutnya beberapa bulan setelah perceraiannya dengan sehun diputuskan di pengadilan. Jeno adalah kebahagiaan dan juga hukuman terberat bagi jongin.