forget and forgive 2
setelah obrolan panjang bersama sehun seseorang yang baekhyun kenalkan sebagai teman baekhyun sekaligus seorang psikiater, kedua mata jongin sedikit terbuka. ditambah dengan beberapa quotes yang sering sehun kirimkan padanya membuat jongin semakin yakin jika semuanya akan baik-baik saja. seperti malam ini, sehun mengirimkan sebuah gambar yang awalnya membuat dahi jongin mengerut dalam.
"Let it,
Let it end. Let it hurt. Let it heal. Let it go."
sebuah kata yang sebenarnya hanya sebuah kalimat yang berartikan biarkan, biarkan berkahir, biarkan merasa sakit, biarkan sembuh, dan biarkan sesuatu itu untuk pergi. sebuah kalimat yang akhirnya menampar jongin, menampar hingga membuat jongin tersadar. hanya cukup biarkan, biarkan benar-benar berakhir karena mino bukan lagi miliknya. biarkan dirinya benar-benar merasa terluka karena jongin benar-benar mencintai mino dan begitu mengharapkan mino untuk selalu ada disampingnya.
lalu biarkan juga jongin untuk sembuh, jongin harus sembuh bukannya terpuruk dalam sebuah ilusi yang menyakitinya dan terus menyakitinya hingga jongin tidak bisa melihat dimana sebuah kebahagiaan berada. seharusnya jongin segera bangkit. seharusnya jongin tidak berlarut-larut hingga membuat semua orang khawatir. seharusnya jongin bahkan tidak membuat baekhyun hingga membawa sehun padanya. lalu yang terakhir jongin seharusnya membiarkan yang seharusnya pergi tetap pergi.
karena sesuatu atau dalam kasus jongin seseorang yang ingin pergi memang seharusnya pergi. jongin tidak bisa terus menggenggam seseorang yang ingin pergi karena orang itu akan memberontak dan terus memberontak bahkan melukai jongin karena ingin lepas dari jongin. jongin seharusnya tahu jika mino memang seharusnya pergi dan jongin harus melepaskannya. menyadari itu jongin menutup matanya.
jongin kembali menangis, tapi kali ini jongin menangisi dirinya sendiri. menangisi kenapa dirinya begitu berfikiran sempit dan sangat tidak dewasa. jongin merasa kasihan pada orang-orang yang mengkhawatirkan jongin. orang tuanya yang jelas merasa tersakiti karena jongin bisa saja memutuskan hal nekad yang akan membuat kedua orang tuanya kehilangan jongin kapan saja. baekhyun juga pasti memikirkan hal yang sama.
masih ada orang-orang yang begitu memperhatikan jongin, menyayanginya dan peduli padanya. dunia jongin bukan berporos pada mino, dunia jongin berpusat pada dirinya sendiri bukan pada mino. nyatanya hari terus berganti meski mino sudah tidak ada disampingnya lagi, lalu kenapa jongin masih belum juga bangkit? jongin masih akan bahagia setelah ini, jongin harus bahagia.
malam itu jongin menangis benar-benar menangis sekeras mungkin dan untuk terakhir kalinya. terakhir kalinya jongin menangisi mino, terakhir kalinya jongin menangisi ketidak beruntungannya akan mino, menangisi luka hatinya dan menangisi kebodohannya. jongin menangis sekeras dan selama mungkin hingga pada akhirnya jongin tertidur setelah puas menangis.
malam itu jongin seolah melihat dirinya sendiri sedang menggenggam sesuatu dengan sangat erat hingga kedua telapak tangannya terasa sakit dan juga basah. jongin menunduk dan melihat kearah kedua tangannya yang memang sedang menggenggam sesuatu sebuah tali besar yang sudah basah oleh darahnya sendiri. jongin cukup kaget hingga melihat ada seseorang mendekat dan memukul tangan jongin dengan sangat keras, menambah luka dan juga darah yang ada ditangan jongin.
jongin mendongak dan melihat kedepan tepat kearah seseorang yang memukuli tangan jongin sekuat tenaganya. jongin cukup terkejut karena mino ternyata seseorang yang memukuli tangan jongin. mino melakukannya sekuat tenaga dengan tatapan penuh kebencian dan juga amarah yang terlihat jelas diwajahnya. jongin awalnya menggenggam erat tali yang ada di genggamannya hingga membuat mino memukuli tangan jongin semakin membabi buta. hingga sebuah bisikan pelan mengagetkan jongin.
"lepaskan jongin, berbahagialah setelah ini. lepaskan semuanya" bisik beberapa suara yang bercampur membuat jongin menoleh kesegala arah mencari dimana sumber suara itu tapi tidak ada seorangpun.
jongin merasa jika tangannya tiba-tiba dipegang oleh seseorang yang ternyata baekhyun sedang mengusap tangannya yang penuh dengan darah. baekhyun menangis dan melihat jongin dengan dua mata berairnya.
"lepaskan jongin, cukup jangan lukai dirimu sendiri lagi dan lagi" ucap baekhyun sambil menganggukan kepalanya.
"jongin sayang sudah cukup" ucap ibunya yang tiba-tiba muncul di depannya dengan bercucuran airmata.
"selesaikan dan pulanglah jongin, ayah menunggumu untuk pulang dan bercerita semua hal lagi seperti dulu" ayah jongin tiba-tiba muncul sambil mencoba menahan pukulan mino dengan tangannya yang pada akhirnya terluka juga.
"bangkitlah jongin, kami menunggumu, aku menunggumu. aku ada disini untuk mendukungmu" bisik seseorang yang tiba-tiba datang dari belakang tubuh jongin memeluk jongin dari belakang dan menggenggam tangan jongin.
"tidak apa-apa menangis, tidak apa-apa terluka, tidak apa-apa merasa sakit, tidak masalah mengenang masa lalu tapi jongin ingatlah kamu hidup untuk hari esok bukan hari kemarin. bangkitlah jongin" bisik seseorang itu dengan airmata yang juga menetes membasahi bahu jongin.
jongin kembali melihat baekhyun, ibu, ayah dan kemudian menolah kesamping dan mendapati sehun berdiri mencoba menarik tangan jongin dan melepaskan genggaman tangan jongin dari apapun yang sedang di genggamnya, dan saat itu jongin baru merasakan jika tangannya benar-benar sakit. saat itulah jongin kembali menangis dan tanpa sengaja melepaskan genggaman tangannya membuat apapun yang jongin genggam menghilang dari tangan jongin. dua tangan jongin terbebas dari apapun yang membelenggunya selama ini. semua orang memeluk jongin dan menangis bersamanya, hal yang membuat jongin bukannya bersedih tapi jongin merasa lega. benar-benar lega.
🐻🐻🐻
pagi ini jongin terbangun dengan kedua mata bengkak, memerah, sulit terbuka dan juga benar-benar sipit. jongin terlalu banyak menangis tapi begitu terbangun pagi ini jongin tertawa dengan lebih lepas dari biasanya. jongin tertawa melihat wajahnya yang memerah dengan kedua mata bengkak yang benar-benar terlihat jelek dan sangat menyebalkan.
tapi entah mengapa jongin yang terlihat berantakan bukannya membuat semangatnya hilang tapi jongin semakin bersemangat. jongin tertawa keras dan menikmati harinya. hari pertama setelah sekian lama jongin menikmati harinya. jongin membersihkan dirinya sambil tertawa melihat betapa bengkaknya wajahnya. jongin sarapan dengan makanan favoritnya yang memiliki rasa yang tiga kali lebih enak dari biasanya.
setelah nya jongin bahkan menghidupkan treatmil nya dan mulai berjalan santai diatas treatmil nya ditemani musik favoritnya yang entah sudah berapa lama tidak jongin dengarkan. semuanya menyenangkan untuk jongin. jika melepaskan mino menjadi hal yang paling menyenangkan dalam hidupnya seharusnya jongin melakukannya sejak lama. jika setelah melepaskan mino jongin merasa begitu bebas seharusnya jongin melakukannya sejak lama.
hingga tiba-tiba pesan masuk. sebuah pesan dari sehun yang entah mengapa membuat senyuman jongin semakin lebar untuk pagi hari itu.
"kita harus melepaskan semua yang kita genggam meski dengan tangis dan juga air mata. karena kita harus mempersiapkan tempat untuk sesuatu yang baru yang lebih menyenangkan. jadi siapkan dirimu untuk sesuatu yang akan datang karena bisa jadi hal baru itu seratus atau seribu kali lebih menyenangkan dari yang lama."
pesan singkat yang membuat jongin tertawa. jongin semakin yakin dengan kebahagiaan yang akan hadir. meski nanti ketika jongin mengenang mino jongin akan menangis tapi jongin akan selalu ingat bahwa mino adalah pelajaran berharga yang harus jongin ingat bukan hanya dengan hatinya tapi juga akal sehatnya.
tbc
hellow hellow jam segini owe masih dikantor karena menyelesaikan ngetik part ini. semoga klean sukak heheh
penebusan karena owe jarang up dan sibuk akhir-akhir ini heheh
see ya soon i hope it's very soon
