Suasana di kafe kegemaran mereka yang biasanya tenang dengan alunan muzik perlahan kini terasa begitu membekukan bagi Kensuke.
Dia duduk di meja sudut, matanya tidak beralih daripada memandang pintu masuk kafe.
Setiap kali loceng pintu berbunyi, jantungnya berdegup kencang.
Akhirnya, susuk tubuh yang dinantinya muncul.
Zuri melangkah masuk.
Kensuke terus bingkas bangun, hatinya luluh melihat penampilan Zuri. Walaupun wanita itu berpakaian kemas, solekan tebal di wajahnya tidak mampu menyembunyikan sinar matanya yang layu dan tidak bermaya.
"Zuri..." Kensuke melangkah setapak ke hadapan, tangannya diangkat mahu menyentuh jemari Zuri, namun Zuri dengan cepat melangkah ke belakang, mengelak daripada disentuh.
"Sit, Kensuke," kata Zuri, suaranya kedengaran begitu asing dan dingin.
Kensuke terkedu, namun dia akur dan kembali duduk.
Zuri mengambil tempat di hadapannya, tetapi matanya langsung tidak memandang tepat ke dalam anak mata Kensuke.
Pandangannya kosong, dilemparkan ke arah luar cermin kafe. Di luar sana, sebuah SUV hitam Ninja King milik Dean tersergam di bahu jalan dengan cermin gelap yang diturunkan sedikit. Dean ada di dalam, sedang memerhati setiap gerak-geri mereka.
"Zuri, what happened? Please talk to me. Is that guy threatening you again? We can run from here, Zuri. Together," bisik Kensuke dengan nada terdesak, badannya condong ke hadapan meja.
Zuri mengetap bibirnya di dalam tangisan yang tertahan.
Mengimbas kembali ugutan Dean di dalam kereta sebentar tadi, dia tahu dia harus menamatkan semua ini sekarang demi keselamatan lelaki di hadapannya.
Dia menarik nafas dalam-dalam, memaksa dirinya memakai topeng kejam yang paling plastik.
"No one threatened me, Kensuke," kata Zuri, akhirnya memandang tepat ke wajah Kensuke yang calar-balar.
"I called you here because I want you to hear it directly from me. I have withdrawn the divorce petition,"
Kensuke bagai dipanah petir. "What... what are you saying, Zuri? But that night-"
"That night was a mistake!" potong Zuri pantas, suaranya sengaja ditekankan biar kedengaran tegas walaupun hatinya sedang hancur berkecai.
"I've think this through carefully over the past week. Life with you... everything is so uncertain. Dean is my lawful husband. We've discussed it, and I've decided to go back to him.. for the sake of the family, the company's reputation, and my own future.."
"You lie..." Suara Kensuke mula bergetar. Sepasang matanya mula merah menahan sebak.
"You love me, Zuri. You wouldn't do this. This must be because that bastard forced you, right?!"
"Kensuke, wake up!" Zuri meninggikan sedikit suaranya, mencengkam kain seluar di bawah meja sehingga kukunya memutih untuk menahan air mata daripada tumpah.
Zuri menarik nafas dalam-dalam, memandang tepat ke dalam anak mata Kensuke dengan pandangan yang dipaksakan menjadi paling dingin.
"Our age gap is too wide, please let me go.. forget everything.. Go back to reality, Kensuke. Don't come looking for me again!"
Setiap bait perkataan bahasa Inggeris yang keluar dari mulut Zuri dirasakan seperti belati yang menghujam dan merobek terus jantung Kensuke.
Pemuda itu terduduk kaku. Sepasang matanya yang mula kemerahan menahan sebak kini memandang Zuri dengan pandangan yang teramat hancur, namun entah dari mana datangnya kekuatan, dia tetap menggelengkan kepalanya perlahan.
YOU ARE READING
Defeated To Her
Romance🛑 NOTE: This story contains mature themes and explicit 18SX romance scenes meant for older audiences only. 🔞 🖤DEFEATED TO HER🖤 He conquers the virtual world, but she rules his heart. 👑💻 Kisah seorang young gaming champion yang terjebak dalam...
