.
.
.
Suara musik string quartet dari ruang utama galeri terdengar samar-samar di balik dinding koridor samping yang remang-remang. Di sana, di sudut tersembunyi dekat pintu darurat kantor galeri, ketegangan di antara mereka mencapai puncaknya.
Park Jihyo terperangkap sepenuhnya. Punggungnya menempel erat pada dinding marmer yang dingin, sementara di hadapannya, Jeon Jungkook berdiri begitu dekat hingga nyaris tidak ada ruang tersisa di antara tubuh mereka. Tatapan mata tajam sang dokter muda menghujam lurus ke dalam mata Jihyo, memancarkan obsesi gelap yang selama ini ia sembunyikan di balik topeng profesionalismenya.
"Jungkook... kumohon, jangan di sini," desis Jihyo dengan suara bergetar hebat. "Ini... ini tempat umum. Orang-orang bisa melihat kita kapan saja..."
"Tidak ada seorang pun yang akan ke sini, Jihyo," bisik Jungkook rendah, suara baritonnya yang serak terdengar begitu mutlak dan menghanyutkan. "Dan kalaupun ada, biarkan mereka melihat bagaimana kurator hebat ini tak berdaya di bawah kendaliku."
Tanpa memberi kesempatan pada Jihyo untuk membantah, tangan Jungkook yang kokoh merayap turun, menyusup dengan sangat mahir ke balik belahan gaun malam emerald berbahan beludru tersebut. Sentuhan tangan itu begitu panas, menelusuri paha mulus Jihyo hingga langsung merenggut sisa-sisa kewarasan wanita itu dalam sekejap.
Jihyo mendesah tertahan, kepalanya terkulai ke belakang bersandar pada dinding, sementara jemarinya mencengkeram erat bahu tuksedo Jungkook hingga kainnya berkerut kusut.
Tetapi malam ini, Jungkook tidak berniat mengulangi pola yang sama seperti di ruang praktiknya.
Dengan gerakan yang begitu berani, terkontrol, dan tanpa keraguan sedikit pun, Jungkook berlutut perlahan di hadapan Jihyo tepat di atas lantai marmer koridor yang sepi. Pria itu menyingkap kain gaun beludru tersebut lebih tinggi, memposisikan dirinya tepat di hadapan titik pertahanan terakhir Jihyo.
Jihyo membelalakkan matanya lebar-lebar, napasnya tersangkut di tenggorokan. "Ju-Jungkook... apa yang..." kalimatnya terpotong, berubah menjadi jeritan tertahan ketika lidah hangat Jungkook langsung menyentuh kulit sensitifnya tanpa peringatan.
Ah!
Sensasi basah, panas, dan menuntut itu menghantam sistem saraf Jihyo bagaikan sambaran petir di siang bolong. Sentuhan lidah Jungkook bergerak dengan ritme yang sangat teliti, mengeksplorasi setiap inci kepekaan tubuh Jihyo dengan presisi seorang dokter bedah, namun dibakar oleh hasrat liar yang tak tertahankan.
"Jungkook..." rintih Jihyo putus asa, air mata nikmat menggenang di pelupuk matanya. Ia merosot lemas, jemarinya membelai surai rambut hitam Jungkook, menarik-narik helaian rambut pria itu secara refleks untuk menahan gelombang kenikmatan yang luar biasa dahsyat.
Jungkook tidak mempedulikannya. Ia semakin memperdalam permainannya, menghujani Jihyo dengan sentuhan lidahnya yang kian menuntut dan cepat, membuat sekujur tubuh kurator muda itu bergidik hebat di tengah remangnya koridor galeri. Suara desahan Jihyo yang tertahan di balik giginya berpadu dengan alunan musik klasik dari ruangan sebelah, menciptakan simfoni rahasia yang hanya diketahui oleh mereka berdua.
Gelombang pelepasan itu datang begitu ganas, menghantam Jihyo tanpa ampun dan meruntuhkan sisa-sisa pertahanan terakhirnya. Di hadapan pria yang berlutut di bawah kakinya itu, Jihyo mencapai puncak pelepasannya dengan tubuh yang gemetar hebat, jatuh sepenuhnya dalam pelukan mutlak sang dokter dingin yang kini telah menjelma menjadi pusat dari seluruh dunianya.
Napas Jihyo masih memburu pendek-pendek, dadanya naik turun dengan liar di balik balutan gaun malam beludru emerald yang kini sedikit kusut. Kakinya terasa lemas tak bertulang, kehilangan seluruh daya dukungnya setelah gelombang pelepasan luar biasa yang dipicu oleh Jungkook baru saja mereda. Tanpa sandaran tubuh sang dokter, Jihyo pasti sudah merosot jatuh dan terduduk di atas lantai marmer koridor yang dingin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Junghyo✔
FanfictionBeda judul beda alur (Jungkook Jihyo doank isinya) #oneshoot iya, ficlet iya, short story iya juga# note : setiap cover berganti, artinya akan segera publish cerita baru 17+ juga ada
