Kali kedua-Raisa
Malam ini bersama jutaan bintang dan ditemani seekor bulan bercahaya. Sebuah Squishy berbentuk ayam dari pangeran berkuda hitam dalam khayalan namun laki-laki aneh dalam kenyataan. makan malam bersama Aleya, kak Maya, Aldi dan Fahri tanpa Devano adalah sebuah makan malam hambar meskipun ada 1000 rasa dalam makanannya.
"lo lagi ngapain ye dev?" batinku bertanya
Masih kumainkan squishy ayam yang kemarin siang Devano berikan untukku, senyum simpul tertata indah dibibirku. Sebuah kenyamanan tanpa kehadiran yang dia berikan padaku saat ini.
"jadi gak sabar buat 6 bulan lagi dev.. kita berdua bakalan nyanyi dihadapan semua orang" batinku sekali lagi.
"belum tidur?" ucap ibu dari belakang yang sedikit mengagetkanku.
Aku menoleh kearahnya.
"lagi ngapain malem-malem gini?" tanyanya halus
"inget Devano aja" jawabku jujur.
Mungkin kalian akan malu untuk mengatakan masalah pribadi kalian pada orang tua kalian, namun aku tidak bisa menyembunyikan apapun dari ibuku, dia berhak tau apapun yang sedang aku alami, dia berhak tau siapapun yang sedang mengisi hari-hariku, jadi aku putuskan untuk menceritakan semua tentang Devano pada ibuku.
"ibu juga lagi kangen sama ayahmu, dia kan lagi di luar kota" curhatnya balik.
"berarti kita sama-sama kangen sama cowok kita?" tanyaku yang membuatnya tertawa.
"kamu nih ada-ada saja, kalo Devano mah masih muda ganteng pisan, lah kalo ayahmu kan udah tua" tuturnnya
"emang udah pernah ketemu Devano? gitu-gitu ibu dulu juga suka kan sama ayah?" godaku.
"kamu nih. Yaiyalah ibu suka, masak ibu nikahnya kepaksa. Ajak Devano kesini aja, ibu pengen ketemu sama dia"
"dia lagi nganterin adeknya buat berobat diluar kota, 9 hari lagi katanya pulang" jelasku.
Dev... ilmu apa yang lo pelajari sampai lo bisa bikin 9 hari jadi 9 tahun?
***
Hari kelima tanpa sosok Devano merupakan rindu kecil namun kegelisahan yang besar. Mungkin jika aku membuat sebuah novel dengan 500 halaman tidak akan mengalahkan lamanya aku tak bertemu dengannya 5 hari.
"dir" panggil Aleya sambil menepuk pundakku.
"eh iya"jawabku gelagapan karena asik berteman dengan kenangan Devano.
"Devano gak akan keluar negri selama 20 tahun sampek muka lo kayak gitu" ledek Aleya padaku.
"kak may, Aldi sama Fahri mana?" tanyaku pada kak Maya yang sedang menyruput minumannya, sekedar untuk mengalihkan pembicaraanku dengan Aleya agar dia tidak bicara terus..
"tau tuh tadi katanya mau ke ruang osis dulu ada yang perlu diurusin" jawab kak Maya setelah selesai menelan minumannya.
"hai hai, siapa tadi yang nyari gue" seru Fahri seraya menghampiri kami bersama kak Aldi.
"nah tuh dia" seru kak Maya balik.
"dir, ini ada titipan buat lo" ucap kak Aldi sambil menyodorkan kotak berwarna ungu dilengkapi dengan sebuah pita berwarna pink.
"dari?" tanyaku sambil menerimanya.
"buka aja." Suruhnya.
"uhuy.. siapa tuh?" seru Aleya "ehem ehem"kak Maya dan Fahri pun juga bergaya seperti orang batuk.
"ayolah.. buka.." seru kak Aldi penasaran.
"nanti aja deh dirumah" tolakku yang membuat mereka mengatakan 'ah..' secara serentak.
***
Kutatap sebuah kotak berwarna ungu yang aku dapatkan tadi siang, aku sebenarnya sudah menyimpulkan dari siapa kotak itu berasal, kalian pasti juga berfikiran yang sama denganku, namun aku tak bisa berfikir apa isinya.
Dengan pelan aku membukanya.... kudapati sebuah flash disk ada didalamnya dan tentu saja ditemani dengan secarik kertas layaknya surat, namun seperti biasanya... robekannya tidak rapi. Sebelum aku membaca suratnya, memutuskan untuk memasang flash disk itu dilaptopku.
Disana hanya kutemukan 1 file saja, itupun sebuah video. Dengan semua penasaranku, kuputar videonya dan...
"hai kak Dira..."
Sesosok anak kecil muncul dari layar, anak kecil yang aku kenal sekitar 20 hari yang lalu... yap Valen adik angkat dari Devano.
"bang Dep, Palen harus bilang apa lagi?" tanya anak tersebut dengan polos pada Devano yang sedang merekamnya.
"apa? Bang depano kangen sama kak dira?" teriaknya divideo itu, aku tersenyum mendengarnya.
Dengan selang infus ditangannya, dia menarik nafas pelan lalu melanjutkan perkataannya.
"kak dira, bang depano bilang bang depano kangen. Valen juga kangen
Kata bang depano, kak dira itu cantik kayak kak Amel.
Kata bang depano, kak dira itu lucu kayak bang Parel, abangnya bang depano.
Kata bang depano, kak dira itu baik kayak mama Mira
Apa lagi ya?... oh iya
Kata bang depano, kak dira itu pinter kayak papa Alan
Kata bang depano, kak dira bakalan jadi kakak nya Palen.
Terus, kalo Palen udah sembuh... kata bang Depano, kita semua bakalan main bareng.
Kata bang Depano... apa ya? Bang apa bang? Valen lupa
Oh iya, kata bang depano, kak dira bakalan jadi nyonya Ardani gantiin mama.
Kak dira baik-baik ya... lope you kak dira... udah bang? Dadah.... kak dira..."
Video itupun berakhir tanpa memunculkan sosok Devano, hanya memunculkan sosok Valen yang tengah duduk di ranjang rumah sakit dengan alat bantu pernafasan dihidungnya. Sungai kecil terbentuk dikedua pipiku, tengisku pecah mendengar kata demi kata yang diucapkan oleh Valen.
Kuusap air mataku, lalu mulai baca robekan kertas yang ada ditanganku.
"ILMU YANG MEMPELAJARI CARA MEMBUAT RINDU:
KATA PAPA ALAN, PAPA GUE PALING GANTENG YANG CUMA PUNYA SATU ISTRI, COWOK HARUS BUAT CEWEK NYAMAN DULU SEBELUM DITINGGAL, TAPI SETELAH DITINGGAL HARUS BALIK LAGI, KALO GAK BALIK-BALIK NAMANYA BANG JONO.
INGET YA DIR!! ANAK GUE HARUS KAYAK GUE, CUMA PUNYA SATU PAPA!!
Ps: tapi kalo punya banyak adek gak masalah hehehe
-pecinta Dira- "
Rasanya tak akan ada seseorang yang tersenyum hari ini selain diriku, karena semua senyum itu sudah Devano berikan padaku, dia memberikanku kenyamanan dari sebuah jarak, ketenangan dari sebuah rindu, dan keyakinan dari sebuah hubungan.
Kubalik kertas yang digunakannya untuk menulis beberapa kalimat untukku, sebuah kertas sobekan yang tulisannya nama salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta, semoga... dokter yang kehilangan kertas ini bisa berbesar hati.
Rasa rinduku sedikit terobati, namun tetap saja semua ini tak bisa mengalahkan tatapan penuh cinta dan kekaguman dari Devano.
KAMU SEDANG MEMBACA
LITTLE THINGS [selesai]
Teen Fiction#241 [170317] Ini novel pertamaku jadi aku masih belum paham soal kepenulisan novel mohon maklum kalau banyak typo, salah EYD, semuanya. apalagi kalau ceritanya absurd banget. Makasih yang udah baca.
![LITTLE THINGS [selesai]](https://img.wattpad.com/cover/97893979-64-k575457.jpg)