#241 [170317]
Ini novel pertamaku jadi aku masih belum paham soal kepenulisan novel mohon maklum kalau banyak typo, salah EYD, semuanya.
apalagi kalau ceritanya absurd banget.
Makasih yang udah baca.
"astaga Devan.. kamu ngapain di kamar mandi, tidur? Lama" omel Dira kala melihat Devano yang sudah dia tunggu tunggu akhrinya muncul dihadapannya juga. Manda yang duduk disebelah Dira pun mendongakkan kepalanya.
"tadi ketemu temen lama jadi ngobrol dulu"jawab Devano berbohong.
"pulang yuk Dev" ajak Dira.
"pulang? Yaudah kami balik dulu ya tan, nanti malam Devano kesini sama papa"pamit Devano.
"hati-hati di jalan" ujar Manda dan akhrinya mereka berlalu.
Skip
Bukannya pulang ke rumah, Dira merengek pada Devano untuk pergi ke salah satu tempat wisata terkenal di Kota Malang yaitu Pantai Balekambang . Devano pasrah akan kemauan Dira, sebenarnya jarak ke Pantai yang katanya Tanah Lot kedua tersebut sangatlah jauh dan memakan waktu yang lama namun Dira tetap saja keukuh dengan keinginannya.
*Pantai Balekambang Kota Malang:
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sampainya disana, Dira memekik riang dan senyum tak henti-hentinya menyeruak dari bibirnya. Devano terkekeh geli melihat Dira yang bertingkah layaknya anak kecil hari itu.
"Devan sini" teriak Dira pada Devano yang masih berjalan jauh dibelakangnya karena Dira yang lebih dahulu berlari ke arah bibir pantai.
Mata Dira begitu terpesona dengan pemandangan di sekitarnya. Tanpa Ia sadari Devano sudah berdiri tepat disampingnya. Dira merentangkan tangannya untuk menikmati angin yang berhembus cukup kencang, mata kakinya juga sudah terguyur ombak pantai.
"lebih indahan kamu daripada semua ini"ucap Devano tiba-tiba. Mata Dira menjadi terfokus pada laki-laki yang duduk tepat disebelahnya tersebut. Pipinya merona mendengar perkataan laki-laki yang sangat Ia cintai.
"aku tidak menyangka.." ujar Dira menatap wajah Devano teduh.