Me too-Meghan Trainor
@di kantin
"kenapa lu senyum-senyum sendiri?otak lu gesrek?"tanyaku pada Devano yang sedari tadi terus menatapku sambil tersenyum tidak jelas.
"iya, gesrek karena lu" balasnya tak mau kalah.
"ye.. siapa suruh suka sama gue?"ejekku.
"gue hari ini berhasil buat hal yang normal buat lo" ujarnya sumringah.
"gue lebih suka kata-kata jelek lo diatas kertas putih dengan tinta hitam yang robekannya tak rapi"jawbaku jujur, sungguh aku sangat merindukan surat pemberian Devano seperti biasanya.
"kapan-kapan lah gue buatin, dir.. gue cinta sama lo" kata itu kembali meluncur dari bibir Devano dengan mudahnya.
"kalo gue gak cinta sama lo gimana?"
"gue gak peduli!!" jawabnya
"eleh paling entar uring-uringan pas gue tolak"
"ye... makanya jangan ditolak. Lagian siapa juga yang mau nembak lo dan jadiin lu pacar"
"lu lah" jawabku singkat
"gue gak nembak lu keles, gue cuma bilang kalo gue cinta sama lo, cinta gue lebih besar dari pacar" bisiknya pada kalimat terakhir.
"oke fine, gue di PHP in sama pelayan kantin"
"idih, marah.. ngarep gue jadiin pacar ya?.." godanya padaku.
"gu gu gue gak bilang gitu, siapa juga yang ngarep, yang ada lu yang ngejar-ngejar gue du.."
Dia menutup mulutku dengan jari telunjuknya sebelum aku meneruskan perkataanku, dia menatapku lekat bahkan sangat lekat, kini wajahnya hanya berjarak 1 jengkal dari wajahku, jantungku berdetak kencang, sangat kencang, kutup mataku perlahan....
Dan..
Jleg..
Dia menaruh kepalanya di bahu kiriku sambil memejamkan matanya rapat, lega bukan main menelusup fikiran dan hatiku, aku tidak terbiasa jika harus melakukan apa yang diperintahkan Pak Jamal pada Devano tadi.
"gue gak bakalan nyium lo, tenang aja.."tuturnya sambil masih menutup matanya rapat.
Aku hanya diam, tetap diam, aku hanya tidak bisa membayangkan jika itu benar-benar terjadi.
Arhg... tidak!!!!
"Dev, capek tau.." keluhku pada Devano yang masih menyandarkan kepalanya dibahu kiriku dengan nyamannya.
"lo ganggu mimpi gue" jawabnya ketus masih tak mau menegakkan badannya.
"astaga!! Yakali lo bisa mimpi kalo lo nya gak tidur"
"gue gak perlu tidur buat bermimpi, gue cuma butuh lo, karena lo adalah mimpi gue yang harus gue raih" tuturnya.
Senyum tipis terukir dibibirku, kutatap matanya yangsedang terlelap dalam alam tidurnya, tanpa kusadari tanganku kini meraih rambutDevano, mengelusnya dengan pelan... kunikmati setiap helaian rambut Devano,kuingat setiap memori kecil yang berhasil dia putar dalam sisa umurku, hinggaaku mau menyimpan memori itu dan terus ingin mengulangnya
KAMU SEDANG MEMBACA
LITTLE THINGS [selesai]
Novela Juvenil#241 [170317] Ini novel pertamaku jadi aku masih belum paham soal kepenulisan novel mohon maklum kalau banyak typo, salah EYD, semuanya. apalagi kalau ceritanya absurd banget. Makasih yang udah baca.
![LITTLE THINGS [selesai]](https://img.wattpad.com/cover/97893979-64-k575457.jpg)