Kalau yang mengikat kita hanya sebatas janji kelingking. Tak perlu badai untuk membuatnya terlepas begitu saja.
Masing-masing kita tahu, kita pernah punya keinginan yang kuat. Lalu, esoknya, mudah saja hal itu menjadi tidak diinginkan.
Kita juga-juga pernah menyia-nyiakan sesuatu yang tidak penting. Kemudian, masih di kehidupan yang sama, bukan di reinkarnasi periode selanjutnya, mudah saja 'itu' menjadi sesuatu yang paling berharga.
Manusia mudah lupa. Untuk membantu manusia mengingat. Tuhan menciptakan kata-kata. Kata, mampu menggambarkan sesuatu yang terlalu abstrak untuk dilukiskan. Dengan kata pula, Tuhan menyampaikan firman-firmanNya. Bacalah, bacalah dengan nama Tuhanmu.
Tulislah, agar kelak ada satu dua kenangan yang bisa mengobati dahagamu untuk membaca. Bacaan yang setidaknya itu adalah prasastimu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi Tanpa Diksi
PuisiAku jatuh cinta pada sedikit hati. Maka saat mencintai, aku mencurahkan begitu banyak rasa. Tentu, aku tidak terima saat yang lain lebih menarik perhatianmu. Ketika cemburu seperti itu, izinkan aku marah. Aku berjanji, akan jadi pemarah yang terus b...
