Playlist: Avril Lavigne - Complicated
.
Separate
Chapter 04 : Mission
Disclamier : Masashi Kishimoto--untuk karakternya. Dan untuk ceritanya original dari Dian sendiri
Rated : T semi M
Genre : Crime, Romance, Action, Mistery & Komedi (maybe?), etc.
Pairing : SasuFemNaru
Warn! Gender Switch! Typo(s)! OC! OOC! EYD/EBI tidak rapih! Millitary! Soldier!
Source pic's : Pinterest
...
"Ayah memberitahuku jika bodyguard yang akan dia sewa menunda tugasnya untuk sementara waktu karena dia sedang menjalankan tugas negaranya," jelas Sasuke. Naruto tambah bingung, apa yang dimaksud Sasuke adalah dirinya? Wanita itupun teringat akan tugas yang diberi oleh pamannya—Kakashi—seminggu yang lalu.
.
Flashback On
Saat itu Naruto sedang berada di tempat latihan menembak.
DOR!
DOR!
DOR!
Wanita itu tersenyum kala mengetahui bahwa kepala sebuah patung yang menjadi sasaran tembakannya itu bolong. "Kau semakin hebat saja, Naruto," kata seorang wanita berambut pirang dengan senyum menawannya. Wanita itu bertepuk tangan ketika melihat kemampuan menembak Naruto lebih baik dari sebelumnya,
"Ah, Shion-san, selamat pagi!" Naruto memberi hormat a la mliter ketika mendapati Shion tak jauh darinya. Shion merupakan isteri pamannya—Hatake Kakashi—yang juga merupakan asisten serta sekeretaris pribadi pamannya itu.
Wanita itu tersenyum geli melihat keponakannya yang tersayang bersikap formal padanya. "Sudah kubilang jangan bersikap formal padaku, Naruto."
Naruto cemberut. Bukannya tidak ingin menuruti keinginan nee-san nya, tapi ini masih berada di lingkungan markas. Naruto bisa kena marah Bee—atasannya—jika tidak bersikap formal kepada para senior-seniornya. Apalagi yang sedang dihadapinya adalah istri dari tangan kanan Jendral Besar mereka—Kakashi Hatake—yang juga merupakan pamannya itu. Naruto bisa kena amuk, atau malah bisa lebih parah dari itu. Naruto akan dijadikan samsak oleh Bee, mungkin?
Shion menghela napas lelah. Keponakan tersayangnya ini paling tidak nurut ketika disuruh untuk berhenti bersikap formal padanya. Wanita itu sudah lelah dengan semua kesopanan dan penghormatan yang diterima oleh orang-orang disekitarnya. Dan ketika melihat keponakannya itu bersikap formal padanya, itu membuat Shion tidak nyaman. Namun biarlah untuk kali ini saja, Shion terlalu lelah untuk menghadapi kekeraskepalaan keponakannya itu. "Kau dipanggil menghadap pamanmu, setelah ini."
Naruto yang sedang meletakan SS1 nya pada rak yang digunakan untuk menyimpan berbagai jenis senjata. Mulai dari senapan serbu, laser, pisau army, hingga handgun. "Mengapa Kakashi-san memanggilku, Shion-san?" tanya Naruto tanpa menanggalkan keformalannya.
"Ada misi baru untukmu, lengkapnya kau temui saja pamanmu. Beliau sudah menunggu diruangannya," jelas Shion.
"Baiklah, terima kasih, Shion-san. Saya undur diri," Naruto memberi hormat a la militer singkat pada Shion, yang tentu saja dibalas oleh wanita yang sekarang menjadi bibi nya itu.
Shion menghela napasnya sekali lagi, "Kau terlalu kaku, Naruto. Cobalah untuk lebih hangat lagi. Apa dunia hitam ini yang merenggut senyum ceriamu dan merenggut binar bahagia dikedua matamu?" tanya Shion sembari menatap pungung kokoh Naruto yang berjalan menjauh, semakin jauh dari pandangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Separate (END)✔
FanfictionPROLOG - CHAP 20 -> ADA CHAP 21 - TAMAT -> UNPUBLISH . Namikaze Naruto; seorang wanita berprofesi sebagai Tentara namun hilang karena misi pengejarannya, lalu terdampar dan merangkap sebagai bodyguard-misinya yang lain-di apartemen Uchiha Sasuke; se...
