Chapter 10 : Pria Menyebalkan!

3.2K 352 11
                                        

Playlist: Lenka - Everything at Once

.

Separate

Chapter 10 : Pria Menyebalkan!

Disclamier : Masashi Kishimoto--untuk karakternya. Dan untuk ceritanya original dari Dian sendiri

Rated : T semi M

Genre : Crime, Romance, Action, Mistery & Komedi (maybe?), etc.

Pairing : SasuFemNaru

Warn! Gender Switch! Typo(s)! OC! OOC! EYD/EBI tidak rapih! Millitary! Soldier!

Mulmed : Google. Xixixi, itu mulmednya buat lucu-lucuan aja ya wkwkwk xD

Source's pic : Pinterest + Google

.

.

"Terima kasih," ucap Naruto tulus. Sementara Sasuke hanya mengangguk.

"Jadi ini apartemenmu?" tanya Sasuke setelah mengedarkan pandangannya ke segela penjuru ruangan. "Benar, ini apartemenku," jawab Naruto singkat.

Ah iya, setelah mereka sampai di apartemen milik Naruto, Sasuke langsung mengobati lengan kanan wanita itu yang terserempet peluru tadi. Jadi, pria itu tidak sempat melihat-lihat sekitar.

Sasuke tersenyum tipis. "Cukup bagus," pujinya singkat. Naruto balas tersenyum. "Well, karena sudah malam, sebaiknya kita tidur."

"Kita?" tanya Sasuke sembari memasang senyum misteriusnya. "Kau sengaja membuat sebuah undangan yang terdengar menyenangkan untukku?" tanyanya ambigu.

Naruto menelengkan kepalanya ke satu sisi. "Apa maksudmu?" tanyanya tidak mengerti. "Pura-pura tidak mengerti, eh?"

Sasuke mendengus. "Dimana kamarmu?" tanyanya sedetik kemudian. "Di sana," Naruto menunjuk sebuah pintu bermodel westlock oak door tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

 "Di sana," Naruto menunjuk sebuah pintu bermodel westlock oak door tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah diberitahu, pria itu langsung memasuki kamar lalu disusul dengan Naruto yang mengekor di belakang. "Apa yang ingin kau lakukan di kamarku?" tanya Naruto dengan kerutan dalam saat melihat Sasuke yang berbaring dengan nyaman di atas kasur single bednya.

Sasuke membuka kedua matanya yang sebelumnya terpejam, tampak iris onyx kelamnya terlihat begitu menawan. "Tidur, tentu saja. Apa lagi?" tanya Sasuke sembari menampilkan senyum tipisnya. Kepala pirang Naruto berkedut kesal, "Di sini? Di kamarku?" tanyanya sejurus kemudian.

"Memangnya kamarmu ada berapa, Naruto sayang?"

Sebuah perempatan terpampang dengan jelas di salah satu sisi kepala Naruto. "Aku tidur di kamarku, dan kau—" Naruto menunjuk hidung Sasuke dengan jari telunjuknya. "Kau—tidur di sofa!"

Separate (END)✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang