Separate
Chapter 24 : Topeng bag. 3
Disclamier : Masashi Kishimoto--untuk karakternya. Dan untuk ceritanya original dari Dian sendiri
Rated : T to M (Bisa berubah sewaktu-waktu)
Genre : Crime, Mistery, Action, Romance & Komedi (maybe?), etc.
Pairing : SasuFemNaru
Warn! Gender Switch! Typo(s)! OC! OOC! EYD/EBI tidak rapih! Millitary! Soldier!
.
Tiga hari kemudian pada sore harinya Naruto menyempatkan diri untuk sekadar menjenguk Gaara yang hingga kini masih terbaring di atas ranjang rumah sakit, terlebih ada banyak sekali selang-selang yang terpasang ditubuhnya berguna untuk menunjang kehidupannya.
Naruto meletakkan telapak tangannya di kaca jendela ruangan dimana Gaara mendapatkan perawatan intensif. Menghela napas panjang lalu berkata lirih, "Dia bahkan belum membuka matanya dan masih berjuang di dalam sana."
"Setidaknya dengan begitu kita tahu jika dia masih bernapas dan hidup di bawah langit yang sama dengan kita. Kurasa itu lebih dari cukup untuk sekarang."
Naruto menatap tubuh Gaara yang terbaring di atas ranjang itu dengan tatapan sulit diartikan. "Menurutmu jika Gaara tahu kebenarannya, apa yang akan dia lakukan?" tanyanya pelan tanpa menoleh ke arah sosok yang kini berdiri disampingnya ikut memandang tubuh kaku Gaara di dalam sana.
"Gaara akan memakluminya, mungkin?"
Dan jawaban itu sontak membuat Naruto tertawa hambar. "Begitu kah menurutmu? Sepertinya tidak akan seperti itu," komentarnya singkat. "Omong-omong apa kau sudah mendapatkan informasi yang kuminta, Obito?" tanyanya kemudian.
"Sudah," Obito menjawab singkat. Pria itu memindai sekelilingnya, meski tidak terlalu ramai, tak jarang ada orang yang sekadar lewat berlalu lalang di belakang mereka. "Sebaiknya kita tidak membahasnya disini, terlalu beresiko."
Naruto mengangguk paham, "Kalau begitu ikuti aku." Dan Obito pun mengekor di belakang Naruto.
.
Kini keduanya sudah berada di rooftop rumah sakit tempat Gaara dirawat. Naruto berdiri di belakang pagar pembatas sembari memegangi pagar itu sambil memejamkan mata guna menikmati angin yang kini berhembus membuat rambutnya yang sepunggung itu berkibar-kibar.
Merasa sekelilingnya aman, Obito berbicara, "Kau tahu Haruno Sakura? Salah satu dokter spesialis yang sebelumnya bekerja di rumah sakit nenekmu itu?"
Naruto mengangguk singkat, ia ingat siapa itu Haruno Sakura karena ia sudah beberapa kali berpapasan dengannya saat mengunjungi neneknya, ia juga sempat beberapa kali berbincang-bincang dengan wanita berambut gulali itu.
"Tapi dia menghilang sudah hampir tiga tahunan, kan?" kini Naruto balik bertanya. Wanita itu membuka kedua matanya lalu menatapi gedung-gedung yang berdiri kokoh di hadapannya tanpa ekspresi.
"Ya, sejak saat itu dia menghilang seperti ditelan bumi," jawab Obito. Pria itu melirik Naruto singkat lalu menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas, tatapannya menerawang jauh di depan sana.
"Dan atas bantuan Shikamaru, Temari mengatakan jika--"
"Tunggu, kau bilang Shikamaru? Apa hubungannya dengan Temari?" kini Naruto menoleh ke arah Obito. Ia sedikit terkejut karena Shikamaru ikut andil dalam hal ini, oh ia sangat ingat saat pertama kali mereka bertemu di apartemen Sasuke.
"Kau tidak tahu jika Shikamaru itu partner Gaara sekaligus tunangan Temari?" Obito balik bertanya pada Naruto yang saat ini menepuk jidatnya dengan ekspresi terkejut.
Dunia benar-benar sempit, batin Naruto seraya menggelengkan kepalanya miris.
"Lupakan hal itu, Temari mengatakan jika ada sesuatu yang salah pada Sasori. Sasori mulai berubah semenjak kejadian itu; jarang mengunjungi keluarga angkatnya, pun dengan sifatnya yang kian hari semakin berbeda."
Jeda sejenak.
"Puncaknya seminggu yang lalu. Sebelum kejadian penembakan di ruangan Kazekage, berdasarkan rekaman CCTV Gaara sempat berpapasan dan berbicara singkat dengan Sasori." Obito kembali menjeda singkat, lalu melanjutkan, "Coba tebak, apa yang Sasori katakan saat itu?"
Naruto menaikkan sebelah alisnya penasaran, "Memangnya apa yang dia katakan?"
"Dia berkata; Aku hanya ingin memastikan sesuatu, dengan nada misteriusnya." Obito menceritakannya dengan berapi-api, kentara sekali jika ia amat sangat tidak menyukai Sasori.
"Gaara balik bertanya; Dan sesuatu apakah itu? Dan kau tahu apa reaksinya?"
"Sasori tersenyum tipis, sangat tipis, lalu berkata; sesuatu itu tidak perlu kau ketahui, adikku. Oh, betapa menyebalkannya dia," Obito berekspresi berlebihan membuat
Naruto terkekeh singkat.
Tapi mendadak Obito berekspresi datar yang membuat Naruto terganggu, "Ada apa?" tanyanya kemudian. "Kata Temari, Sasori sangat mencintai Sakura, karenanya semenjak Sakura menghilang Sasori mulai berubah."
"Jadi yang kau maksud-" Naruto mendadak bungkam, tidak melanjutkan ucapannya. "Benar. Kuharap kemungkinan-kemungkinan itu tidaklah benar," jawab Obito, mengundang helaan napas panjang Naruto.
"Entahlah, benar atau tidaknya aku tidak tahu karena perasaanku juga menjadi tidak enak akhir-akhir ini," akunya tanpa bisa menyembunyikan raut kekhawatirannya.
"Seperti ada sesuatu yang menganggu, layaknya sebuah peringatan tak langsung tapi aku tidak tahu apa itu," tambahnya lagi terdengar cemas.
"Sudahlah, lupakan. Omong-omong Senin depan akan ada rapat, ya?" Obito mengganti topik pembicaraan mereka. Naruto menganggukinya singkat dan menjawab, "Yep, rapat pertemuan antarpemimpin perusahaan. Bukankah kau akan ikut juga?"
"Ya, aku dipinta secara langsung oleh Uchiha-sama untuk menjadi pengawalnya," Obito berkata dengan sopan, terlebih saat mengucapkan kata Uchiha-sama. Naruto meninju bahu Obito pelan, "Uchiha-sama adalah pamanmu, jadi wajar jika beliau memintamu seperti itu bukan?"
"Sayangnya kenyataan tak seperti itu," Obito berkata lirih. Membuat Naruto yang mendengar hal itu mengerutkan keningnya, "Maksudmu?" tanyanya tidak mengerti.
"Banyak yang tidak kau ketahui tentangku juga keluargaku, Naruto. Dan aku hanya bisa berharap pada akhirnya semuanya akan baik-baik saja seperti yang kita harapkan," bisik Obito penuh pengharapan.
"Kuharap juga begitu."
.
.
TBC
Sampai jumpa di chapter-chapter selanjutnya!^^
With Love,
Diandra Nashira,
Minggu, 10 Desember 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Separate (END)✔
FanfictionPROLOG - CHAP 20 -> ADA CHAP 21 - TAMAT -> UNPUBLISH . Namikaze Naruto; seorang wanita berprofesi sebagai Tentara namun hilang karena misi pengejarannya, lalu terdampar dan merangkap sebagai bodyguard-misinya yang lain-di apartemen Uchiha Sasuke; se...
