Separate
Chapter 37 : Here We Go bag. 3
Disclamier : Masashi Kishimoto--untuk karakternya. Dan untuk ceritanya original dari Dian sendiri
Rated : M
Genre : Crime, Action, Mistery, Romance & Komedi (maybe?), etc.
Pairing : SasuFemNaru
Warn! Gender Switch! Typo(s)! OC! OOC! EYD/EBI tidak rapih!
Playlist : Heathens - Twenty One Pilots
Ps; no edit yaazz, belom sempet T-T
.
Disisi lain tempat itu, terlihat Yamato tengah menawan Orochimaru, sementara itu pasukannya sudah membawa yang lainnya masuk ke mobil untuk digiring ke markas lalu diinterogasi.
"Kalian sudah kalah, jadi tak ada gunanya menangkap kami jika semuanya akan berakhir sebentar lagi," kata Orochimaru yang berada dalam tawanan Kakashi. Pria penyuka ular itu melempar seringai ke arah Pein yang kini bernasib sama dalam tawanan Kakashi. "Kalian tidak akan mendapatkan apapun," timpal Pein, menambahkan perkataan Orochimaru.
Mata Kakashi menyempit kala melihat seringaian Orochimaru. Dalam hatinya Kakashi sedikit cemas akan sang jenderal yang kini masih belum memberikan mereka kabar terbaru mengenai situasi di dalam sana, begitupula dengan Utakata dkk.
"Sudah diam jangan banyak bicara!" bentak Yamato pada Pein yang berada dalam tawanannya, pria itu mendorong tubuh Pein agar bergerak dan berjalan.
Untuk terakhir kalinya Orochimaru melirik Pein, lalu memberinya sebuah kode dan hanya ditanggapi dengan gerakan mata saja karena segala tindak tanduk Pein berada dalam pengawasan Yamato.
Dalam perjalannya, ia melihat seluruh rekan-rekan seorganiasi yang tersisa kini dalam keadaan tawanan di sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari keduanya. Pein bisa melihat Kabuto di dalam mobil itu bersama para rekannya yang lain, ia kemudian melirik dua orang penjaga berjaga berdiri di kanan-kiri pintu yang kini tergembok sembari menenteng AK-47 dalam genggamannya.
Iris Pein bertemu pandang dengan Kabuto. Pein memberi kode dengan gerakan matanya dan tersenyum tipis saat Kabuto mengangguk singkat sebagai jawaban.
Tak lama kemudian terdengar suara aneh berasal dari dalam mobil tawanan itu. Merasa ada yang tidak beres, kedua penjaga itu melirik ke arah fentilasi yang dilengkapi jeruji besi. Keduanya membelalak tanpa bisa ditahan-tahan lagi kemudian berseru, "mereka semua mati, bunuh diri!"
"APA?!"
Kini giliran Yamato dan Kakashi yang terkejut. Dengan gerakan cepat, Yamato menghampiri kedua penjaga itu dan melongok ke dalam mobil tawanan dan terkejut karena mendapati semua tawanan memang benar-benar mati seperti yang dikatakan keduanya dengan wajah yang sudah berubah warna. Mereka semua tak bergerak maupun bernapas lagi, termasuk Kabuto.
Salah satu tangannya terangkat guna memeriksa jasad Kabuto yang berada paling dekat dengannya setelah salah satu penjaga itu membukakan pintu tahanan. "Mereka mati karena racun," kata Yamato melaporkan dari apa yang dilihatnya.
Pandangan Kakashi langsung bertemu dengan iris ular Orochimaru. Pria penyuka ular itu tidak menanggapi apa pun namun di balik punggungnya. Pria itu menggenggam sebuah kawat yang kini ia arahkan pada borgol ketika kedua mata Kakashi kembali tertuju pada Yamato yang sedang menjelaskan perihal racun itu.
Orochimaru mendengus dalam hati. Ya, ialah yang menyuruh semua yang tersisa untuk menelan racun dalam bentuk permen yang sudah ia sebarkan sebelumnya ke seluruh anggota Akatsuki, baik yang inti maupun yang non-inti; semua mendapatkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Separate (END)✔
FanficPROLOG - CHAP 20 -> ADA CHAP 21 - TAMAT -> UNPUBLISH . Namikaze Naruto; seorang wanita berprofesi sebagai Tentara namun hilang karena misi pengejarannya, lalu terdampar dan merangkap sebagai bodyguard-misinya yang lain-di apartemen Uchiha Sasuke; se...
