Chapter 21 : Siapa? - 1

2K 199 10
                                        

Separate

Chapter 21 : Siapa? Bag. 1

Disclamier : Masashi Kishimoto--untuk karakternya. Dan untuk ceritanya original dari Dian sendiri

Rated : T to M (Bisa berubah sewaktu-waktu)

Genre : Crime, Mistery, Action, Romance & Komedi (maybe?), etc.

Pairing : SasuFemNaru

Warn! Gender Switch! Typo(s)! OC! OOC! EYD/EBI tidak rapih! Millitary! Soldier!

Mulmed : Rumah yang ada di dalam hutan, sumber dari Google

.

Di sebuah tempat yang gelap dengan pencahayaan yang minim dua orang saling bertemu satu sama lainnya. Sepertinya mereka sedang mengadakan pertemuan rahasia, hal itu dibuktikan dari pakaian mereka yang serba hitam menutupi tubuh mereka dari atas hingga bawah.

"Maaf jika terkesan memaksa, aku memanggilmu karena aku membutuhkan bantuan," salah satu sosok itu berbicara, memulai pembicaraan.

"Tidak masalah, lagi pula kau sudah bekerja keras selama lima tahun terakhir ini," jawab sosok satunya yang merupakan seorang pria.

Keduanya terdiam untuk beberapa saat, hanya ada suara tetesan air berasal dari sisa-sisa hujan yang turun beberapa jam lalu yang menjadi melodi tersendiri di suasana yang hening itu.

Mereka berada di sebuah bangunan tua yang sudah termakan usia. Sekelilingnya begitu gelap, hanya diterangi oleh lampu-lampu tua yang meremang, begitu hening, sepi dan mencekam. Setidaknya itulah yang dirasakan sang Pria, namun di tepis jauh-jauh perasaan itu karena apa pun jenis ketakutan itu, ia harus melawannya.

"Apakah mereka mencurigaimu?" Tanya pria itu kepada sosok yang berada dihadapannya ini. Sosok itu bergumam singkat, "Tidak. Mereka mempercayaiku dan masih menganggapku sekutu, betapa beruntungnya aku."

Pria itu tersenyum begitu tipis namun tetap tidak terlihat karena tertutupi masker hitam yang dikenakannya. "Begitu? Lalu apa yang akan kau lakukan berikutnya?"

Sosok itu terdiam, tampak berpikir. "Apa yang akan kulakukan ya?" gumamnya singkat mengulangi perkataan pria yang berada dihadapannya ini. "Mungkin aku akan melanjutkan rencanaku menusuk mereka secara perlahan-lahan. Menjadi duri di dalam daging bagi mereka," jawab sosok itu dengan binar mata yang menyorotkan kebencian begitu nyata.

"Kau gila! Kau bisa saja terbunuh jika mereka mengetahuinya!" Pria tersebut berkata dengan keras, berusaha menyadarkan sosok itu yang diliputi dendam begitu membara.

Ia tidak ingin kehilangan kawan lagi, sudah cukup banyak dari mereka yang mati karena terdeteksi sebagai pengkhianat ketika menjalani spionase. Jangan menambah daftar kematian karena tugas sialan itu lagi.

"Bedebah-bedebah berengsek itu pernah menghancurkanku sekali, dan kali ini aku akan menghancurkan mereka berkali-kali lipat seperti halnya mereka menghancurkanku untuk yang pertama kali," bisik sosok itu penuh kebencian.

Pria yang berada dihadapannya tidak merespon, menentang keputusan sosok itu sama saja mencari kematiannya sendiri. Namun tak ayal ia begitu mengkhawatirkan keputusannya yang menurutnya terlalu berisiko.

Bagaimana tidak? Hanya dengan menerima tugas tersebut, sosok itu seolah mengantarkan nyawanya ke dewa kematian. Dan ia pun sama gilanya karena dengan sengaja ikut bergabung menantang sang kematian.

Setidaknya jika aku mati aku tidak perlu melihat kawan-kawanku meregang nyawa di kemudian hari, pikir pria itu sembari mengukir senyum, membuat wajahnya yang biasanya datar terlihat lebih hidup.

Separate (END)✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang