Separate
Chapter 24 : Topeng bag. 1
Disclamier : Masashi Kishimoto--untuk karakternya. Dan untuk ceritanya original dari Dian sendiri
Rated : T to M (Bisa berubah sewaktu-waktu)
Genre : Crime, Mistery, Action, Romance & Komedi (maybe?), etc.
Pairing : SasuFemNaru
Warn! Gender Switch! Typo(s)! OC! OOC! EYD/EBI tidak rapih! Millitary! Soldier!
.
Yagura memicingkan matanya saat menangkap dua orang siluet sedang berbicara satu sama lainnya dari balik sebuah pohon besar yang sudah tua dimakan usia.
Setelah mengawasi salah satu sosok itu kurang lebih dua bulan, akhirnya keduanya mengadakan pertemuan rahasia tersembunyi di dalam hutan.
Yagura memerhatikan sekelilingnya yang dipenuhi pohon-pohon besar yang berusia ratusan atau bahkan ribuan tahun, diperparah dengan langit yang sedikit gelap menambah kesan horor terasa semakin kental. Ia bahkan memerlukan waktu dua jam untuk menembus hutan ini hingga menemukan titik dimana keduanya akan mengadakan pertemuan rahasia.
Padahal jika dipikir-pikir mengapa harus di dalam hutan? Apa mereka tidak punya pilihan lain selain hutan? Apa enaknya melakukan pertemuan di dalam hutan selain karena tidak ada manusia yang hidup disana?
Mengenyahkan segala jenis pertanyaan yang berkecamuk di pikirannya, Yagura mengamati kedua sosok itu dalam diam sembari menajamkan pendengarannya guna menangkap apa yang sedang keduanya bicarakan tak jauh dari tempatnya bersembunyi.
Posisinya sangat menguntungkan karena jaraknya tidak terlalu jauh tersembunyi di balik pepohonan-pepohonan besar disekelilingnya juga suara-suara hewan di dalam hutan membuat keberadaannya tersamarkan.
Setidaknya Yagura bisa mencuri dengar satu atau dua informasi yang berguna lalu pergi sebelum sang Surya kembali ke peraduannya dan menggelapkan semuanya, iya kan?
"Posisiku sedikit tidak aman. Bagaimana? Apa rencanamu selanjutnya? Aku takut jika aku tertangkap, hal itu akan membahayakan posisimu nantinya."
Salah satu sosok yang memakai pakaian hitam lengkap dari atas hingga bawah itu berbicara. Sosok itu memakai topeng polos berwarna hitam yang menutupi hampir semua wajahnya, kecuali dua lubang kecil pada bagian mata.
"Kau tenang saja, aku sudah mempunyai rencana," balas sosok satunya lagi hampir serupa namun memiliki perbedaan; ia tidak memakai topeng, melainkan masker yang menutupi sebagian wajahnya.
Dengan gerakan tangan, sosok bermasker itu menyuruh si bertopeng mendekat. Si bertopeng menurut saja, dan ketika ia mendekatkan wajahnya, sosok itu mulai membisikkan sesuatu di telinganya. Namun sayang, Yagura tidak bisa mendengar itu semua.
"Kau benar-benar ingin mengorbankannya?" Si bertopeng terlihat sedikit terkejut mendengar rencana rekannya itu. "Bukankah kau mencintainya?" tanyanya lagi, tidak mengerti.
"Tidak ada cinta dalam kamus misi kita. Tak boleh ada perasaan sekecil apa pun terhadap musuh. Kill no mercy, kau tahu hal itu kan?"
Si bertopeng itu mengangguk paham. "Aku mengerti hal itu. Tapi bagaimana dengan hatimu? Apakah akan baik-baik saja melihatnya meregang nyawa karena rencanamu itu?" tanyanya lagi.
"Harus ada yang dikorbankan untuk misi kita kali ini, dan aku akan mengorbankannya," bisik sosok bermasker itu sembari mendongakkan kepalanya menatapi langit yang kini mulai menggelap karena matahari tertutupi awan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Separate (END)✔
FanfictionPROLOG - CHAP 20 -> ADA CHAP 21 - TAMAT -> UNPUBLISH . Namikaze Naruto; seorang wanita berprofesi sebagai Tentara namun hilang karena misi pengejarannya, lalu terdampar dan merangkap sebagai bodyguard-misinya yang lain-di apartemen Uchiha Sasuke; se...
