PROLOG - CHAP 20 -> ADA
CHAP 21 - TAMAT -> UNPUBLISH
.
Namikaze Naruto; seorang wanita berprofesi sebagai Tentara namun hilang karena misi pengejarannya, lalu terdampar dan merangkap sebagai bodyguard-misinya yang lain-di apartemen Uchiha Sasuke; se...
A/N : Mungkin kalian akan menemukan kata-kata baku dan tidak baku di dalam sini. Dian tegaskan itu memang segaja. Well, selamat membaca!
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Disebuah tempat yang gelap gulita wanita itu berlari dengan cepat. Beberapa saat kemudian sekelompok orang tampak sedang berlari—mengikuti wanita yang sudah berlari jauh di depan mereka.
Wanita itu melirik sebuah tas kecil yang disampirkan dibahu kanannya, tangan kirinya mengenggam erat tas kecil itu—seolah tak ingin melepaskannya barang sedetikpun. Wanita itu berlari dan terus berlari. Kecepatan larinya terbilang cukup cepat walau dirinya seorang wanita.
"Shit! Mengapa terowongan ini panjang sekali?" Wanita itu mengumpat pelan tanpa menurunkan kecepatan larinya. Melirik ke belakang melalui ekor matanya, sekelompok orang itu masih setia mengejarnya tanpa mengenal lelah. Wanita itu mempercepat larinya, berdoa agar cepat-cepat sampai di ujung terowongan yang panjangnya tak mampu wanita itu perkirakan.
.
Tak jauh dari luar terowongan, sebuah mobil bersembunyi diantara semak-semak serta ilalang yang tumbuh menjulang tinggi menyamarkan keberadaan mereka. "Bagaimana, Nibi? Apakah ia sudah terlihat?" tanya seorang pria dengan pakaian seragam militer, lengkap dengan aksesori militer serta persenjataan melekat pada seragam yang dikenakan.
Wanita yang ditanyai hanya bisa menggeleng pelan. Wanita itu berseragam lengkap seperti sang pria. Namun bedanya, ditangan kanan wanita itu terdapat sebuah teropong yang dirancang khusus untuk melihat dalam kondisi cahaya rendah, singkatnya pada tempat yang diselimuti dengan kegelapan.
Pria itu membuang napasnya dan kembali melihat ke terowongan yang berada tak jauh dari tempatnya berpijak. "Kitsune, dimana kau sekarang? Apa kau... selamat?"