Atlas mendengus kesal karna Cafe yang ia kunjungi saat ini sedang tutup, tapi tidak ada yang memberitahu nya, bahkan berita pun tidak ada yang masuk ke sosmed nya sama sekali.
Sedangkan ia sudah membawa laptop, "Café sebelah buka gak ya ? " batin nya.
Ia melangkah kan kaki nya untuk beberapa langkah ke Café sebelah yang memang tidak terlalu jauh.
Enak gak ya rasanya ? Itu yang dipertanyakan Atlas sedari tadi sebelum ia membuka pintu Cafe.
Dilihat nya wanita berambut ombre meringkal yang sering ia lihat saat disekolahan.
Tanpa berkata apapun, Atlas langsung menghampiri Cana yang sedang sendirian dengan laptop didepan nya.
Lambang apel tergigit itu pun sudah berhadapan dengan diri Atlas.
Ia menarik bangku dan segera duduk.
Atlas memesan roti panggang dan 2 milkshake. Ia mengerutkan dahi nya ketika melihat tidak ada satu pun makanan atau minuman di meja nya "nih orang gak mesen apa-apa ? Numpang Wi-Fi doang ? "Batin nya.
"Suka nongkrong juga ? " tanya nya pada Cana yang kini sedang menatap nya tajam sekaligus heran.
"Nih orang ngapain sih ?" Batin Cana sembari mengerutkan dahi nya.
"Cana ?" Panggil nya ulang yang berhasil membuat Cana tersadar. Atlas memajukan badan nya hingga tepat berjejeran dengan laptop Cana.
Cana hanya berdengus kesal dan bangkit.Niat nya sih ingin pindah, tapi kalo udah berhadapan sama cowok possesive apa manfaat nya ?.
"Eh eh Cana, mau kemana ?" Tanya Atlas selagi memegang tangan mungil nya.
Langkah nya terhenti seketika dan menatap lelaki itu dengan bingung.
"Apaan sih ?" Jawab Cana sambil melepaskan tangan nya dan kembali duduk.
Cana yang tidak tahu apapun tentang lelaki didepan nya itu hanya menatap nya heran dan beberapa kali mendecakkan lidah nya.
"Kenalin, Atlas " Atlas mengulurkan tangan nya ke hadapan Cana.
Sementara Cana masih terdiam dan tidak ada sedikit gerakan dari tangan nya.
"Kenalin, gue Atlas " ulang Atlas sambil menatap mata nya.
"Tatapan nya pun gak kalah serem sama gue " batin Cana.
Dengan keraguan yang sangat mendalam, Cana menaik turunkan tangan nya yang sekarang berada di bawah meja.
Menerima uluran tangan nya pun menjadi pilihan untuk Cana, walaupun ia sangat ragu.
Dengan cepat Atlas langsung menarik tangan Cana dan menggenggam nya.
"Lepas " ucap Cana saat tangan Atlas baru menggenggam nya.
Atlas yang masih menatap Cana dengan senyuman nya yang terukir itu pun membuat Cana bingung dan sedikit gugup.
"Jadi ini, cewek yang di julukin ratu es ? Emang sih Dingin banget, tapi cantik." Pikir nya.
Atlas pun sudah melirik Cana dari hari pertama saat dia masuk ke sekolahan itu.
Atlas yang saat itu ingin ke ruang kepala sekolah, dan melihat punggung perempuan dengan rambut curly nya.
Dia pun mendapat jawaban yang ia tanya-tanya kan selama ini. Entah kenapa hati nya memilih Cana untuk dijadikan milik nya.
Ia pun selama ini hanya 2 kali berpacaran.Ia menjadikan wanita yang memang menurutnya menarik.
"Hm " dehem Cana yang membuat Atlas buyar dari lamunan nya.
Atlas tersenyum kuda sambil menunjukan gigi nya.
Cana pun langsung berpaling tatapan ke arah lain.
"Makasih Mas " ucap Atlas saat pelayan itu sudah mengantarkan pesanan nya.
"Nih orang minum milkshake sekaligus dua ? " Batin Cana sambil mengangkat kedua alis nya.
"Gue sebarin nih orang ya ke cewek-cewek yang tergila -gila sama nih orang " pikiran jahat pun terlintas di otak Cana begitu saja.
"Emang salah ya kalo gue minum dua milkshake sekaligus, hm ? " pertanyaan yang dilontarkan Atlas membuat Cana bergidik kaget.
"Nih Cana, buat lo, gue sengaja pesen dua, hehe " Atlas mengulurkan segelas milkhshake itu ke hadapan Cana di akhiri tawa.
Mata Cana membulat sempurna dan pikiran jahat itu pun hilang. Ia menggigit bibir bawah nya dan menunduk karena malu.
"Udah nih ambil "
Ia menatap keluar jendela dan berdiri berniat untuk pergi ke kamar mandi. Ia melangkah kan kaki nya menjauh.
"Ke mana ?" Tanya Atlas
"Mau tau aja sih lo " lirikan tajam Cana yang membuat Atlas berhenti bicara.
Cana pun memasuki kamar mandi dan melihat diri nya yang terpantul di cermin besar itu.
"Gila, kali tuh cowok " gumam Cana di depan kaca sembari membenarkan rambut nya.
Ia pun keluar kamar mandi dengan tataan rambut yang sedikit lebih rapih.
Mau bagaimana lagi ? Dia balik ke meja itu dan melihat Atlas yang sedang asik menyantap Makanan nya.
Ia menelan ludah nya dengan susah, dan berjalan sembari memperhatikan Atlas dengan tatapan kesal.
Tatapan mereka pun bertemu, membuat Cana merubah ekspresi nya menjadi datar. Ia ketahuan memperhatikan Atlas.
Lagu that's what i like milik Bruno mars itu pun terputar di speaker Cafe.
Sekilas terdengar gumaman Atlas bernyanyi, ia pun tak percaya dengan apa yang didengar nya.
Atlas melihat Cana sedang bengong menatap nya.
"Cana ?"
Tambah salah tingkah saat Cana ketahuan melihat nya begitu dalam.
Tangan nya mengepal dibawah meja dan jari-jari kaki nya yang terus bergerak menandakan Ia sedang gerogi.
"Mau sampe kapan tuh laptop di anggurin, mending gue minjem boleh gak ?" Tanya Atlas sambil menunjuk laptop nya.
Cana hanya mendorong laptop nya dan membuang muka ke arah lain. Ia menelan ludah dan mengelap air keringat nya dengan kasar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected Love
Jugendliteratur[COMPLETED] [POSSESSIVE × COOL ] Lelaki itu datang, menghampiri ku, mendekati ku secara perlahan. Hingga akhirnya sifat dimana aku selalu dingin kepadanya itu hanyalah masa lalu semata. Aku menghargai perasaan nya, namun lambat laun itu berubah men...
