"Cana, si Kea udah bilang ke aku, hari ini latihan abis pulang sekolah, jangan lupa ya " ucap Atlas pada Cana.
Dilirik nya malas dan kembali menatap layar hp
"Yang, nanti aku ikut latihan ya "
"Yaudah, kamu aja gih yang gantiin aku "
Atlas berdecak sesekali mengelus kepala Cana "masa aku, kan aku cowok, gimana sih "
"Temen kamu aja ada kan yang cowok, nah kamu temenin dia, biar dia gak sendirian malu nya, haha " jawab Cana sembari tertawa.
"Ih, gak lah, emang kamu mau ak- "
"Sst, iya iyaa ih bawel " Cana memotong pembicaraan Atlas dan menutup mulut nya.
"Aku ke kelas ya, nanti pulang aku tungguin di depan situ " ucap Atlas sembari menunjuk ke arah depan mading
"Iya"
•••
"Can, pulang kuy, cafe " ajak Safa.
"Eh, ayuk deh yuk cepet " Cana langsung membawa nya lari keluar kelas dan melihat Atlas sedang berdiri menghadap ke arah lain.
"Eh itu Atlas Can, gak diajak aja ? "
"Ih, lo tuh bawel ya, dasar ember, jangan berisik, tadi tuh gue disuruh latihan dance itu, ogah gue "
Cana menutup mulut Safa dan membawa nya pergi dari tempat itu.
"Eh CANA ! "
Merasa dirinya dipanggil Cana berhenti dan menghembuskan nafas kasar.
"Hm ? "
"Yuk, latihan dance sebelumnya kenalin gue Kea "
"Iya "
Cana meninggalkan Kea tanpa menghiraukan uluran tangan Kea.
"Cana, kamu dari mana ? " Tanya Atlas
"Itu, abis anterin si Safa " Cana menunjuk Safa yang sudah jalan menjauh dari nya.
"Kok aku gak liat kamu ya "
Atlas memicingkan mata nya dan tersenyum curiga.
"Apasih, orang abis anter si Safa "
"Yaudah yuk, langsung aja latihan, keburu sore, kalian juga pasti mau jalan kan ? "
Pertanyaan Kea membuat Atlas mengangkat alis nya sekilas.
"Yuk, "
Cana berjalan sembari mengerucutkan bibir nya dan terus menunduk.
Tangan nya yang sengaja dilipat didepan perut agar tidak digandeng oleh Atlas.
"Nih remot Ac nya, tolong nyalain ya, gue mau ganti baju dulu " ucap Kea.
Atlas langsung mengambil remot nya dan menyalakan Ac dengan cepat.
"Nih duduk yang "
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected Love
Teen Fiction[COMPLETED] [POSSESSIVE × COOL ] Lelaki itu datang, menghampiri ku, mendekati ku secara perlahan. Hingga akhirnya sifat dimana aku selalu dingin kepadanya itu hanyalah masa lalu semata. Aku menghargai perasaan nya, namun lambat laun itu berubah men...
