"Canaaa " panggil Atlas dari luar kamar nya.
Dilirik nya jam yang melingkar dipergelangan tangan.
Menunjukan pukul 10.00 pagi.
"Yah, ini mah blm bangun si Cana " batin nya.
Ia membuka kamar Cana yang ternyata tidak dikunci.
Terlihat wanita kesayangan nya sedang berpelukan dengan guling.
Dibalik selimut besar nya, ia mengulet dan melihat Atlas sedang duduk di pinggir kasur.
"Ehh " Ia memicingkan mata nya dan segera bangun dari tempat tidur.
Keadaan nya yang masih 70% tertidur pun, membuat nya kembali merebahkan diri dikasur.
"Cana, yuk jalan " Ajak Atlas sambil mengelus rambut Cana.
"Ih, jalan aja sana sendiri " jawab nya sambil menarik selimut menutupi seluruh badannya.
"Ngapain sih, nih orang " Didalam selimut Cana bergurau dengan diri nya sendiri.
"Kata nya hari ini papa kamu pulang "
Cana lupa tentang itu dan kembali teringat.
"Kamu tau dari mana ? " Ucap nya sembari berjalan ke kamar mandi.
"Dari Bi Sumi "
"Aku keluar ya sayang " Atlas segera keluar kamar dan menunggu nya dibalkon samping kamar Cana.
Terlihat awan terang dan suara burung yang berkicau.
***
"Aku ke dapur dulu ya, emang kamu gak mau makan ? " Tawar Cana.
"Buah aja deh yang "
Cana pun langsung membuka kulkas dan memotong buah kiwi.
"Nih, nanti anterin aku beli kue ya buat papa " Cana menaruh piring berisi buah dan segelas susu di depan Atlas
"Iya "
Dengan cepat Atlas langsung memakan Buah dan Cana yang kembali ke kamar nya untuk mengeringkan rambut.
"Den, emang mau kemana sih ?" Tanya Bi Sumi
"Tau tuh si Cana, aku mah ikutin dia aja Bi " Jawab Atlas.
"Oh, gitu ya Den "
Hp yang tergeletak didepan Atlas pun berbunyi.
Hp Milik Cana ditinggal oleh nya didepan Atlas.
Atlas yang penasaran pun langsung membuka nya.
Terlihat chat masuk dari seseorang bernama Varel.
"Hm, cowok ? "
Atlas meminum Susu nya dan berjalan ke arah kamar Cana sambil membawa handphone.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected Love
Teen Fiction[COMPLETED] [POSSESSIVE × COOL ] Lelaki itu datang, menghampiri ku, mendekati ku secara perlahan. Hingga akhirnya sifat dimana aku selalu dingin kepadanya itu hanyalah masa lalu semata. Aku menghargai perasaan nya, namun lambat laun itu berubah men...
