"Alvaaaaa " panggil Safa dari depan kelas nya
"Kenapa sih ? Jangan teriak-teriak kelas orang juga " jawab Alva dengan jutek.
Safa langsung berbalik badan dan berjalan ke arah kelas nya.
"Kenapa lo Fa, pagi-pagi cemberut aja " tanya Cana
"Noh, si Alva, "
"Elah, ambekan sih elo nya, cowok manapun juga lama-lama males sama cewek ambekan kayak lo " cetus nya.
Safa membuka lebar mata nya dan mengibaskan rambut nya kebelakang
"Emang lo udah berapa bulan sama si ? Sama Atlas " tanya Safa
"7 bulan "
"7 bulan ?? Gila lama banget, awet ya, "
"Iya lah, "
"Yaudah sana ke Alva gih "
"Lo ngusir gue nih ? "
"Ya, enggak, dari pada marahan terus, sana gih ke Atlas "
"Ih, itu mah Alva nya aja yang gak peka, males ah, biarin aja dia kesini, masa gue yang nyamper "
"Eh, gak semua cowok itu peka Fa, lo kira cowok itu tuhan ? Tau apapun yang lo mau ? Mereka itu manusia, sama kayak kita, kalo mau langsung aja bilang, gak usah kode-kode gak jelas, lebay lo "
Cana memutar bola mata nya malas dan kembali membaca novel nya. Sedangkan Safa yang masih cemberut dan mengetuk meja dengan jari nya
"Iya deh iya, nih gue ke kelas nya "
Cana tersenyum sembari melambaikan tangan nya ke arah Safa yang sudah berjalan ke luar kelas.
"Hei Cana " sapa Kea
"Kenapa ? " Jawab nya.
Cana memasuk kan novel nya ke tas dan membuka headset
"Ini, vote ya, buat kostum nya nanti "
"Oh, oke, ada kan digrup ? Nanti gue vote " ucap Cana.
"Oh oke "
Kea kembali melangkah keluar kelas Cana dan berbalik lagi ke tempat duduk nya.
"Oh iya, si Alex gak jadi ikut dance, digantiin nya sama Ponpon "
Cana hanya menganggukan kepala nya dan kembali pada novel nya.
"Ponpon siapa ? " Tanya Cana.
"Si Pony, anak baru, masa lo gak tau ? "
"Emang gue peduli in "
"Pony namanya, besok lo juga bakal tau kok "
"Iya "
"Dia mantan nya si Atlas kalo lo mau tau "
Cana menarik tangan Kea dan membawanya ke rooftop
"Ceritain ke gue " ucap Cana setelah sampai di rooftop dan duduk ditempat nya biasa.
"Mau apa lagi, itu mantan nya si Atlas, udah itu doang "
"Kok lo bisa tau ?? " Tanya Cana penasaran.
"Jad- "
"Eh eh, Kea, Cana, " potong Atlas yang tiba-tiba masuk
"Brisik " sewot Cana.
"Ngomongin apa sih ? "
"Dengerin aja, nanti juga tau, lanjut Kea "
"Ngomongin si Pony, mantan lo " ucap Kea
"O-oh, Kea " Atlas mengerutkan keningnya berisyarat pada Kea.
"Yaudah, Can, gue ke kel- "
"Ceritain, atau lo gue keluarin "
Ucapan Cana membuat langkah kedua nya terhenti dan menghadap Cana.
"Cana, gitu doang kok sampe dikeluarin "
"Lagian, kamu ngapain pake larang-larang ? " Tanya Cana.
"Y-ya gapapa "
"Kamu gugup, pasti ada apa-apa nya kan ?, Ceritain ke gue semuanya Kea "
Kea mengangguk dan segera duduk disamping Cana tanpa menghiraukan Atlas yang sedari tadi sudah bercucuran keringat.
"Jadi, pas kelas sepuluh, mereka itu jadian di semester kedua, setelah itu pas semester dua kelas sebelas, si Pony pindah keluar kota, katanya si balik lagi, eh ternyata bener si Pony balik ke sini lagi "
Atlas menggaruk kepala nya yang tidak gatal dan membuang muka ketika Cana melihat ke arah nya .
"Makasih Kea, lo udah boleh ke kelas sekarang"
Kea menghembuskan nafas nya lega dan segera berjalan cepat ke arah tangga
"Eh Atlas kamu mau kemana ? Aku kan mau nanya " ucap Cana.
Atlas menepuk jidat nya dan kembali tersenyum tipis
"Mau nanya apa sayang ? " Tanya Atlas
"Terus gimana hubungan kamu ? "
"Jadi, pas dia pergi ke luar kota dia bilang ke aku "kalo nanti kamu masih blm suka sama cewek lagi selain aku, kita jadian lagi aja, aku setia sama kamu kok " gitu yang "
"Terus ? "
"Ya aku gak balik lah, kan aku udah sayang sama kamu " Atlas memcubit gemas hidung Cana
"Ish, awas aja ya, sampe kegatelan "
Cana melirik nya tajam dan menyilangkan kaki nya
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected Love
Genç Kurgu[COMPLETED] [POSSESSIVE × COOL ] Lelaki itu datang, menghampiri ku, mendekati ku secara perlahan. Hingga akhirnya sifat dimana aku selalu dingin kepadanya itu hanyalah masa lalu semata. Aku menghargai perasaan nya, namun lambat laun itu berubah men...
