"ma, hari ini dia dateng gak ya ? " Tanya Cana pada mama nya. "Siapa ? " Jawab Eva.
"Atlas ? " Lanjut Eva yang membuat Cana menggelengkan kepala nya cepat dan tertawa "bukan lah mama, ngapain juga aku nungguin dia " Eva hanya tersenyum miris dan mengalihkan pandangan nya ke jendela.
"Hai, Can, Tante " Sapa Doni, Eva melihat nya bingung dan sesekali melirik Cana yang terlihat bahagia di atas kasur nya "siapa ? " Tanya Eva.
"Loh, mama lupa ya ? Ini Doni, temen sd aku, " ucap Cana. Hati Eva tidak bisa lagi diambil oleh lelaki manapun yang mendekati Cana, hati nya sudah terambil oleh Atlas, walau kesan awal nya tidak begitu baik.
Eva hanya tersenyum sekilas dan duduk sembari memperhatikan lelaki itu dari bawah sampai ke atas, dirogoh nya kantong baju dan mengambil hp dari sana.
"Halo Atlas, nak, kamu gak kerumah sakit ? " Tanya Eva di telpon.
"Iya tante, bentar lagi kok, aku lagi ngurus kuliahan, dikit lagi, nanti sekitaran jam 2, aku kesana, tante mau dibawain apa ? Sekalian Cana nya ?, "
"Gak usah Nak, kamu kesini aja ya, "
"Yaudah, hati-hati ya Atlas "
"Iya, tante, makasih "
Atlas mengerutkan dahi nya bingung dan masih menatap layar hp nya. "Tante kenapa sih ? " Gumam nya.
Eva mematikan sambungan telfon nya dan beralih tatapan ke arah mereka berdua yang masih mengobrol "ma...disapa dong temen aku nya " ucap Cana saat Eva baru saja lewat didepan nya untuk keluar kamar.
"Iya, mama mau keluar dulu, nunggu Atlas " Cana kecewa dengan jawaban mama nya dan langsung berbicara sebelum mama nya keluar kamar "ini Doni, aku suka sama dia " dengan hati berdegub kencang Cana memberanikan diri dan membuat Eva menghentikkan jalan nya.
"Kamu suka Cana ? " Tanya Eva pada Doni, "iya tante " Eva menelah ludah nya dan menghampiri Cana sembari mengelus rambut nya pelan "Cana sudah punya pacar, bahkan mau lamaran sebentar lagi, jadi saya harap, kamu gak ada hubungan apapun dengan Cana "
Cana berpindah duduk ke kursi roda dan siap dibawa keluar oleh Doni, tetapi justru terhenti karna jawaban Eva, "Mama ?? Apa-apaansih ma ? " Sosor Cana dengan tatapan nya.
"Jangan tatap mama kayak gitu Cana, mama gak suka, sejak kapan kamu natap mama kayak gitu ? Cuma karna lelaki ini ?! "
"Mama yang buat aku natap mama kayak gini, emang siapa pacar aku ? Atlas ? Dia bukan pacar aku ma, bukan ! " Eva melebarkan mulut nya dan menggigit bibir bawah nya.
"Kamu ?! Jangan kayak orang yang lupa sama daratan Cana ! Kamu gatau kan perjuangan Atlas buat dapetin kamu ! "
"Emang apa hah ? Sifat mama aja yang cuek sama semua orang, masih mending papa mau sama mama " Eva mengelus dada nya dan menghembuskan nafas sabar.
Entah apa yang ada dipikiran nya sekarang, Cana malah membela Doni dan meminta nya untuk melanjutkan jalan nya ke arah luar kamar.
Doni mengikuti kemauan Cana dan tidak memperdulikan Eva yang sedang bersedih menatap keluar jendela, berharap Atlas datang sekarang dan menghentikkan perbuatan Cana.
🌈🌈🌈
Diparkir kan nya motor itu dan berjalan ke arah kamar Cana, tampak sunyi dan tentram, tidak seperti biasanya "kok sepi ya ? " gumam Atlas.
Hanya terlihat Eva sedang duduk didekat jendela lewat kaca pintu kamar Cana. "Loh, tante, Cana nya kemana ? " Atlas melihat keseluruh ruangan dan menaruh tentengan nya di atas meja.
"Tante mohon nak, kembalikan ingatan Cana yang dulu, t-tante gak suka Cana yang sekarang," Atlas membulatkan mata nya dan berlari menuju Eva saat melihat nya sedang menangis tersedu.
"Tante, tante kenapa ? Kok nangis, kenapa sih tan ? " Tanya Atlas, dielap nya air mata itu dan duduk didepan Eva sembari mengambil air putih "nih tante, minum dulu ya " lanjut Atlas.
"Cana mulai berkata kasar ke Tante At, dia ngasih tatapan yang gak pernah dia kasih selama ini, bikin Tante sedih "
"Dia lagi sama cowok yang disukain nya, nama nya Doni, tante gatau lagi harus berbuat apa, biar dia sadar " lanjut Eva.
Atlas memegang pundak Eva dan mengelus nya pelan "aku samper mereka dulu ya tan " tanpa menunggu jawaban Eva, Atlas berlari mencari Cana dan Doni di sekitaran rumah sakit.
Ditengok nya kanan-kiri untuk menemukan mereka, terlihat Cana sedang duduk di kursi roda dengan Doni disamping nya.
"Cana " panggil Atlas, ia berjalan ke depan Cana dan berjongkok agar seimbang dengan Cana.
"Apa lagi sih ? Tadi Mama sekarang elo, gatau diuntung banget sih " dilirik nya sementara dan tersenyum ke arah Doni. "Lo gak ada kesadaran diri ? Gue mau ngomong sama Cana ? " Ucap Atlas yang hanya dijawab pautan alis.
"Apa lagi hah ? " Atlas menggenggam erat tangan Cana yang mencoba berontak dari nya. "Can, gak gini cara kamu buat ngomong sama mama kamu sendiri, kamu sadar, kamu buat mama kamu sendiri nangis demi bela Doni, " ucapan Atlas hanya sebagai angin oleh menurut Cana.
"Aku gak peduli, seberapa besar rasa kamu sama dia, tapi aku mohon, coba kamu hargain mama kamu, coba kamu inget sifat kamu sebenarnya, aku gak pengen kamu jadi humble ke semua orang, tapi sifat kamu ke orang tua, gak ada sopan santun nya sama sekali, mending kamu yang dulu, kamu yang cuek, dingin, asal nyablak, tapi sopan, ".
Cana melihat Atlas yang bangun dari jongkok nya dan melihat Cana dengan tatapan kecewa nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected Love
Teen Fiction[COMPLETED] [POSSESSIVE × COOL ] Lelaki itu datang, menghampiri ku, mendekati ku secara perlahan. Hingga akhirnya sifat dimana aku selalu dingin kepadanya itu hanyalah masa lalu semata. Aku menghargai perasaan nya, namun lambat laun itu berubah men...
