"eh " erang Atlas sambil melihat ke seluruh Kamar nya.
Terlihat wanita cantik dengan rambut yang memperlihatkan leher jenjang nya.
Atlas mengucek sedikit mata nya dan berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah selesai siap-siap untuk berangkat kesekolah, Atlas mengelus rambut nya dan mencubit pipi nya.
"Can, bangun " ucap Atlas.
Cana mengulet dan menatap Atlas yang berada disamping nya sembari menatap nya.
Dengan sigap ia langsung duduk dan menjauh dari Atlas.
"Pftt " Atlas menahan tawa nya dan menutup mulut .
"Ih lo gak apa-apa in gue kan ! " Cana segera berdiri dan mengecek seluruh baju nya.
Tidak ada tanda-tanda baju yang robek karna dibuka paksa. Jantung yang sedari berdetak kencang kini sudah kembali normal. Dan juga apa yang ditakuti nya tidak terbukti.
"Ahhh " ia merebahkan diri nya kembali dan merentangkan kedua tangan nya.
"Ayuk Can, sekolah " ajak Atlas.
Jam yang berdentang keras itu menarik perhatian Cana untuk melihat Jam berapa sekarang.
"Terus gue gimana ? Blm pake baju sekolah " tanya nya
"Makannya ayuk, kita pulang ke rumah kamu Can, apa mau pake baju aku ? Nanti kamu kesana nya
Dengan cepat Cana bangun dan berlari ke arah kamar mandi.
Rambut basah dan air yang mengalir ke pipi Cana membuat Atlas bengong.
Dan menyebutnya sexy
"Gak usah ngeliatin "
"Yaudah yuk "
Sesudah berpamitan dengan kedua orang tua Atlas.
Cana langsung keluar rumah menyusul Atlas yang sudah berada di dalam mobil.
***
"At, lo berangkat duluan aja, nanti lo telat " ucap nya saat berada didepan pintu rumah.
"Enggak, aku tungguin kamu "
"Apaansih lo At " gebuk nya pada perut Atlas.
"Oh iya lo udah makan ? "
"Kenapa ? Khawatir ? "
"Yaudah gak jadi nanya "
"Iya iya, blm "
Cana langsung menghampiri bibi nya dan menyuruh nya masak makanan untuk Atlas.
Biasanya Cana yang masak, karna ini sudah mepet untuk masuk ke sekolah Cana tidak sempat.
***
"Udah belom ? Yuk " tanya nya sambil menguncir rambut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected Love
Teen Fiction[COMPLETED] [POSSESSIVE × COOL ] Lelaki itu datang, menghampiri ku, mendekati ku secara perlahan. Hingga akhirnya sifat dimana aku selalu dingin kepadanya itu hanyalah masa lalu semata. Aku menghargai perasaan nya, namun lambat laun itu berubah men...
