"eh tolong in dong, ini, gimana ? Gak bisa gue " ucap Pony dengan kamera ditangan nya.
"Ish, sini deh, norak lo, udh bagong, masih gak bisa pegang kamera " Sosor Maura yang berhasil membuat suasana ruangan pun menjadi penuh tawa.
"Pfft " Cana mencoba menahan tawa dan akhirnya lepas "Hahaha, Lol ".
Pertama kali Cana tertawa lepas didepan orang-orang membuat semua yang ada diruangan pun menatap Cana heran, terkecuali Atlas yang masih sibuk dengan hp nya.
"Ih, At, cewek lo ketawa, Haha " ucap Alex disusul tawa nya sembari memukul pundak Atlas.
"Biasa aja kali, udah sering, ya gak yang ? " Tanya Atlas pada Cana yang masih heran dengan Kea, Maura, begitu juga Pony.
Atlas berjalan kearah Cana dan mencium kening nya, membuat yang lain lebih melongok dan menutup mulut nya.
"Atlas, ih " tekan nya sembari memukul perut Atlas pelan.
"Uluuhhh Pony mau juga ? Sama mantan ? Haha "ledek Kea pada Pony yang sedang menggumel sendiri.
"Gue terus aja, bully ae ampe naek ke panggung " sahut Pony dengan tampang marah nya.
"Bilang aja mau kan lo " timpal Cana yang membuat Pony tambah kesal dan mengepalkan tangan nya.
"Hey girls, ayuk buru-buru, sebentar lagi kalian " ucap panitia.
Atlas menggandeng tangan Cana dan memeluk nya sebelum keluar ruangan "kamu pasti bisa " ucap Atlas.
🌈🌈🌈
"BLACKPINK, BLACKPINK, BLACKPINK ! " Sorak anak-anak yang berada di bawah panggung dengan semangat.
Musik pun dimulai dan menampilkan tarian mereka "eh, itu Cana ?, Seriusan ? Cana ? " Bisik Anak-anak yang tetap terdengar di kuping Atlas.
"Ih, gila, keren, ternyata dia bisa ngedance " ada yang menyanjung nya, dan ada juga yang menjelekkan nya "buat penampilan orang ancur aja tuh Cana ih, ".
Atlas melirik nya tajam dan kembali memperhatikan Cana di depan.
"Atlas, At " desis Reyna teman sekelas nya "ha ? " Jawab Atlas.
"Disuruh ganti baju, pake jas, udah pengen mulai acara graduation nya, abis ini "
"Oke "
Atlas meninggalkan tempat nya dan berganti baju.
"Si Atlas kemana ? Kok gak ada ? " Batin Cana yang masih melihat ke sekeliling nya.
Musik pun terhenti, tanda bahwa sudah selesai, Cana langsung turun ke bawah panggung dan berlari sambil menunduk.
Dimasuki nya ruangan yang tadi dan terlihat seorang memakai jas dengan rambut nya yang disisir kebelakang, membuatnya terlihat sangat tampan.
Atlas sedang memegang kamera dan melihat foto-foto yang berhasil ditangkap nya tadi.
"Hey, udah selesai, maaf ya tadi aku disuruh ganti baju " ucap Atlas pada Cana yang masih melihat nya tidak percaya.
"Cana ? Kok bengong sih ? " Lanjut Atlas yang membuyarkan lamunan nya "ganteng banget sih At, " timpal Cana sembari mengelus pipi nya.
"Ekhem, pacaran kuy ah " ledek Alex.
"Apaansih lo, iri aja " Sahut Atlas.
"Nih yang, minum dulu " Ucap Atlas dengan botol minum ditangan nya.
"Makasih ".
Cana mengambil botol dan segera meminum nya.
"Kamu ganti baju gih, aku mau ngenalin kamu ke temen-temen yang lain " ucap Atlas.
Cana tersenyum kuda dan berlari ke tempat ganti baju.
"Udah berapa bulan lo At ? Sama Cana ? " Tanya Alex sembari duduk disamping Atlas "setahun " mata Alex membulat sempurna dan menepuk-nepuk paha Atlas.
"Seriusan lo ??, Gila, langgeng loh " Atlas menaikkan satu alis nya dan tersenyum "btw, gak usah megang-megang paha gue, kayak homo aja lo " Atlas menepis tangan Alex dari paha nya dan berdiri menghampiri Cana yang sudah selesai mengganti baju.
"Yuk yang " Atlas menggandeng tangan Cana dan membawa nya ke tempat teman-teman nya berkumpul.
"Yoo, Bro, wazzup " sapa teman nya dengan salam pertemanan.
"Siapa ntuh ? " Goda Nial, teman dekat Atlas.
"Cewek gue, kenalin, namanya Cana " Cana tersenyum paksa dan membuang muka ke arah lain.
"Weh, jutek amat dah "ucap Hanif.
"Namanya juga Cana, lo gak tau dia emang nya ? " Timpal Nial.
"Tau gua tau elah "
Cana duduk bersama mereka dan sesekali menyenggol pinggang Atlas bermaksud kalau ia ingin pergi tetapi ditahan oleh Atlas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected Love
Roman pour Adolescents[COMPLETED] [POSSESSIVE × COOL ] Lelaki itu datang, menghampiri ku, mendekati ku secara perlahan. Hingga akhirnya sifat dimana aku selalu dingin kepadanya itu hanyalah masa lalu semata. Aku menghargai perasaan nya, namun lambat laun itu berubah men...
