"Heu, sebagai sahabat yang baik kan gue harus ngehibur lo kalau lo lagi ada masalah. Ini malah disuruh pergi,"
"Bukannya ngehibur, malah tambah bikin gue pusing gara-gara pertanyaan lo. Udah sanah, minggir gue mau nyelesein ini dulu, bentar lagi jam makan siang nya habis. Buruan ke kantin" suruh Valerie
"Lo mau nitip apa? Ntar gue beliin," tawar Lala
"Nggak deh, makasih" tolaknya
"Ya udah kalau gak mau, gue ke kantin dulu ya!" pamit Lala dan dibalas anggukan kepala Valerie.
***
William's POV
Sial! Aku tak bisa mengontrol emosi ku, Valerie pasti sangat tertekan gara-gara tadi aku memarahinya
Ahh, biar lah lagian dia kerja disini kan emang buat aku marahi, kenapa malah aku jadi kasian padanya? Aish! Sadar lah Will
Saat jam makan siang tiba, aku berniat untuk mengajaknya makan siang tapi karena gengsi ku yang cukup tinggi aku tak jadi mengajaknya untuk makan siang
Aku melewati nya begitu saja ketika keluar dari ruanganku. Saat sedang berjalan menuju lift, ku lihat ada salah satu karyawan yang sedang berjalan menuju ke arah ku, mungkin mau bertemu Valerie pikirku
"Siang pak," ucapnya sambil membungkuk
"Ya siang," balas ku dan segera berlalu.
Aku segera kembali ke kantor karena jam makan siang yang sudah habis, ketika memasuki kantor kulihat sekumpulan karyawan perempuan yang sedang bergerombol
"Ehem!" ucap ku menginterupsi mereka yang sedang asyik berbicara
"Eh, pak Will" balas salah satu karyawan yang ku ketahui namanya, Silvy
"Sedang apa kalian disini? Jam makan siang bukannya sudah habis?" ucap ku datar
"Ah-iya pak,"
"Cepat balik ke ruangan kalian masing-masing!" teriak ku dan mereka langsung berlari ketakutan
Wahh! Anak-anak itu bukannya kerja malah pada nggosip, akan ku potong gajinya nanti. Berani-beraninya mereka menggosip tentang ku, memang nya gak ada bahan gosip lain apa, sampai aku yang dijadikan bahan gosip mereka
Aku segera menuju ruanganku, sesampainya disana aku melihat Valerie yang masih sibuk dengan pekerjaan nya
Aku berjalan mendekati mejanya dan menaruh bungkusan makanan yang sudah ku bawa tadi dan segera berlalu masuk ke ruangan ku tanpa sepatah katapun
Aku sengaja membawakan makanan untuk nya, aku tahu kalau dia pasti tidak akan pergi makan siang gara-gara habis ku marahi tadi. Makanya, ku bawakan makan untuknya. Aku baik bukan?
Valerie's POV
"Huh?" ucap ku sedikit tersentak ketika William yang tiba-tiba menaruh bungkusan plastik di meja ku
Aku melihat ke arahnya, seakan bertanya apa maksud dari ini semua. Bukannya menjawab, dia langsung pergi masuk ke dalam ruangannya
Ku buka bungkusan plastik itu berniat untuk melihat apa yang dia bawakan untukku, ahh ternyata makanan. Ku tutup kembali bungkusan itu, tak berniat untuk memakannya
Eh tapi, siapa tau dia ngasih makanan nya bukan buat aku tapi buat siapa gitu, terus aku yang disuruh buat ngasih ke orangnya mungkin,
Ah sudahlah tak usah dipikirkan,
Aku melanjutkan pekerjaan ku, yang sebentar lagi selesai. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, aku segera membereskan barang bawaan ku dan bersiap-siap untuk pulang, karena jadwal ku yang sedikit jadi aku bisa pulang cepat
KAMU SEDANG MEMBACA
MY CEO
Romance[DON'T COPY MY STORY] Bercerita tentang CEO dan Sekretarisnya :v intinya cerita ini mainstream, jadi buat kalian yang suka baca cerita mainstream, cerita ini recommended :v Vote and Comment jangan lupa! Enjoy this story 💕 Cover by @CruelScarlet ...
