One Love - 31

1.3K 50 0
                                        

Part Sebelumnya, , ,

Perlahan pria tersebut mendekat dan mengetuk pintu rumah Pitaloka. Pitaloka kaget saat mendengar suara ketukan dari luar rumahnya.
Perlahan Ia mendekat ke pintu dan membuka pintu rumahnya. Dan betapa terkejutnya Ia, saat membuka pintu, , , ,

Sesaat setelah meyakini bahwa wanita itu adalah Pitaloka, Gumara terus mengikutinya. Saat wanita tersebut turun dari taxi, wanita tersebut berjalan masuk ke dalam rumah. Gumara turun dan tanpa pikir panjang Ia menghampiri rumah tersebut dan mengetuk pintu rumah tersebut. Saat pintu terbuka Ia kaget dengan apa yang di lihatnya.

Saat membuka pintu betapa terkejutnya Pitaloka. Ia melotot dan menatap dalam sosok pria yang ada di hadapannya saat ini.

"Kak Alim??!" ucap Pitaloka hampir tak terdengar dengan mata berkaca - kaca.

Terlihat sosok Limbubu ada di depan matanya. Begitu juga dengan Limbubu. Ia kaget melihat Pitaloka yang terlihat tampak sedikit kurus dan pucat. Yah Limbubu mengikuti Pitaloka dengan diam - diam saat Ia keluar dari rumah sakit.

"Maaf mas, ada apa ya!? Apa kita saling kenal!? Ada yang bisa saya bantu?!" tanya wanita itu.

"Ma, , , maaf mba'!! Saya kira mba' orang yang saya kenal!! Ehhh maaf saya pikir ini rumah teman saya!! Sekali lagi saya minta maaf!!" ucap Gumara terbata.

Wanita itu hanya tersenyum dan mencoba menanyakan alamat rumah teman Gumara. Namun Gumara tak menjawabnya dan memilih berlalu dari rumah wanita tersebut. Karna sudah salah, Gumara pun memutuskan untuk pulang.

'Kemana lagi aku harus mencarimu Pita!! Aku sangat merindukanmu!! Dimana kau!! Apa kau sama sekali tidak merindukanku!?' gumamnya lirih sambil memejamkan matanya saat Ia sudah berada di dalam mobilnya.

"Pita?! Benarkah ini kau Pita?!" ucap Limbubu terangah dan langsung memegang kedua lengan Pitaloka.

Tanpa pikir panjang Limbubu langsung memeluknya erat. Pitaloka pun membalas pelukan Limbubu dengan menahan tangisnya.

"Bagaimana bisa Kak Alim tahu Pita ada di sini!?" tanya Pitaloka.

Limbubu tak menjawab pertanyaan Pitaloka. Ia terus menangis dalam pelukan Pitaloka. Pitaloka menyuruh Limbubu masuk ke dalam. Saat masuk Limbubu melihat sekeliling. Ia melihat begitu banyak assesorries dan manekin yang terpajang di dalam ruangan itu. Usaha sekaligus tempat tinggal Pitaloka.

"Jadi disini Kau bersembunyi selama ini!?" tanya Limbubu.

Pitaloka hanya diam. Ia masih kaget Limbubu bisa menemukannya.

"Kau tahu Pita?! Semua orang mencarimu!! Aku, paman dan bibi juga mencarimu!! Terlebih Gumara!! Dia terus mencari keberadaanmu!!"

"Maaf!! Maafkan aku Kak!? Tapi aku punya alasan kenapa aku melakukan ini!!" ucap Pitaloka yang terisak.

"Apa alasanmu!?" tanya Limbubu yang sebenarnya sudah mengetahui semuanya. Hanya saja Ia berpura - pura tidak tahu karna dia ingin mendengarnya langsung dari mulut Pitaloka. Ia ingin Pitaloka jujur padanya.

"Maaf!! Aku tidak bisa mengatakannya!!" ucap Pitaloka.

"Apa karna sakit mu!?" tanya Limbubu dengan bibir bergetar mencoba menahan tangisnya.

Pitaloka kaget saat mendengar pertanyaan Limbubu. Ia kian terisak.

"Dengan diamnya kau itu sebagai pertanda kalau apa yang aku ucapkan itu adalah benar!!" ucap Limbubu dengan nada bergetar.

"Tidak Kak!! Aku tidak sakit!! Aku baik - baik saja!!" ucap Ptaloka yang masih berusaha mencoba menutupinya.

"Kau masih mau berbohong padaku?! Lalu apa ini!? Lihat ini!! Ini yang kutemukan di apoteker rumah sakit!! Obat yang kau ambil siang ini!! Iya kan?! Bisa kau jelaskan padaku?!" ucap Limbubu yang mulai menangis.

One Love (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang