One Love - 48

1.8K 51 4
                                        

Part sebelumnya, , ,

"Bisa jelaskan padaku apa maksud kedatangan Papa ke rumah sakit?!" tanya Gumara yang meminta penjelasan pada ayahnya.

"Sudah tidak ada lagikah sopan santunmu!!??" tanya Lebay Karat.

"Papa hanya perlu menjawab pertanyaanku!! Bisa Papa menjelaskannya padaku!? Apa benar kemarin Papa ke rumah sakit??!" tanya Gumara sedikit berteriak.

Lebay Karat masih terdiam dan memalingkan wajahnya ke samping. Ia melihat ada raut wajah kecemasan di wajah Gumara. Dipikirannya saat ini mungkin dokter Kadir sudah memberitahukan keadaan Pitaloka yang sebenarnya pada Gumara dan juga kepada yang lainnya.

"Jawab aku pa??!!"

"Apa perlu papa menjawab pertanyaan mu itu??!! Bukankah rumah sakit itu tempat umum?! Apakah papa tidak boleh datang ke tempat seperti itu??! Apakah ada larangan mengharuskan papa di larang untuk datang ke rumah sakit??!! Kau bukan pimpinan di rumah sakit itu yang bisa melarang papa untuk datang ke tempat itu!! Itu tempat umum!!" ucap Lebay Karat dengan nada tegas.

Gumara terdiam karna membenarkan ucapan ayahnya.

"Kalau pun papa datang dan melihat keadaannya, apakah papa salah??!"

Gumara diam saat Lebay Karat mengatakan hal itu. Ia menatap ayahnya lekat dan masih menunggu kelanjutan ucapan ayahnya.

"Iya!! Papa memang datang kesana dan melihat keadaannya!! Karna dia adalah mantan pegawai terbaikku! Jadi wajar jika papa ingin menjenguknya!!" lanjut Lebay Karat karna tahu maksud dari tatapan Gumara dan tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut mendengarnya.

"Untuk apa papa datang menemuinya?! Apa untuk mengatakan padanya kalau papa masih tidak bisa menerima kehadirannya di hidupku!? Masih tidak bisa menerima hubungan kami?! Mengatakan padanya kalau papa masih tidak menyukainya?! Dan menyuruhnya untuk pergi dariku lagi!? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi pa!! Sudah cukup waktuku terbuang karna kepergiannya!! Aku tidak akan membiarkannya!! Karna sampai kapan pun juga aku tidak akan membiarkan dia pergi lagi dariku!!" teriak Gumara yang saat ini telah berderai air mata.

Lebay Karat terdiam dan mencoba menahan amarahnya. Ia juga berusaha untuk menahan air matanya agar tidak jatuh.

"Ini untuk pertama kalinya aku memohon kepada papa!! Mara mohon pada papa!! Tolong!! Tolong ijinkan Mara memberikan kebahagaiaan padanya!! Waktu kami untuk bersama sudah tidak banyak pa!! Aku mohon berikan restu itu pada kami pa!! Aku ingin membahagiakannya di detik - detik terakhirnya!! Aku mohon!!? Aku mohon pada papa!!" ucap Gumara sambil berlutut di hadapan ayahnya.

Lebay Karat yang melihatnya berusaha untuk tetap menahan tangisnya. Ia kaget atas tindakan Gumara yang berlutut di hadapannya. Hal yang tak pernah dilakukan Gumara sebelumnya.

Begitu juga dengan orang - orang yang berada di ruangan itu. Semuanya kaget atas tindakan Gumara. Mereka tidak menyangka bahwa Gumara melakukan hal ini. Merendahkan diri demi orang yang dicintainya walaupun di hadapan ayahnya sendiri.

Ratih memegang bahu Gumara berusaha membangunkan Gumara, namun hal itu ditolak halus oleh Gumara. Karina dan Farah yang melihatnya sudah tidak bisa membendung air mata mereka.

"Pa aku mohon padamu pa!!! Ijinkan mereka bersama!! Apa kau tega melihat mereka seperti ini pa!?" ucap Ratih yang tak tega melihat anaknya bersikap seperti ini.

Lebay Karat masih tak bergeming.

"Karina juga memohon pada papa!! Ijinkan kak Mara membahagiakan Pitaloka pa!! Karina mohon pada papa!!" ucap Karina.

"Aku melakukan ini meminta ijin pada papa karna aku masih sangat menghormati papa sebagai orang tuaku!! Tapi jika papa masih tetap tidak memberikan restu itu maka dengan amat sangat terpaksa aku akan tetap melangkah tanpa perlu meminta ijin apa pun lagi pada papa!! Aku harus membahagiakan nya!! Aku harus membahagiakan nya sebelum dia pergi lagi dariku!!" lirih Gumara lagi.

One Love (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang