One Love - 30

1.3K 50 0
                                        

Part Sebelumnya, , ,
Setelah sesi foto - foto selesai. Dari kejauhan Gumara seperti melihat sosok seorang wanita yang sangat ia kenal. Ia lalu turun dari pelaminan dan langsung mencari - cari sosok wanita itu. Karna tak ditemukan di pesta itu, Gumara memutuskan mencarinya di luar pesta. Segera Ia berlari menuju lift. Saat pintu lift terbuka Pitaloka langsung masuk ke dalam lift. Dan di saat yang bersamaan Gumara juga tiba di pintu lift tempat Pitaloka masuk, , , ,

Tapi sayang pintu lift sudah tertutup namun Gumara masih sempat melihatnya walau hanya sedikit. Gumara memencet tombol lift yang ada di sebelahnya dengan terburu - buru agar terbuka, namun tak kunjung terbuka.

Karna tak mau kehilangan apa yang di lihat dan di yakininya, Gumara berlari menuju tangga darurat. Ia menuruni anak tangga dengan tergesa - gesa menuju lobi hotel. Berharap sosok wanita yang Ia lihat tidak lah salah. Saat pintu lift terbuka Pitaloka langsung berjalan menuju lobi hotel dan terlihat sedang menelpon seseorang.

"Bokoh!! Aku menunggu di lobi!! Iya sudah selesai!! Cepat ya!!" ucap Pitaloka tersenyum.

Tak lama orang yang di tunggu oleh Pitaloka datang. Ia melangkah masuk ke dalam mobil dan saat itu pula Gumara tiba di lobi hotel. Saat Gumara ingin menghampiri mobil itu langsung melaju dengan cepat. Saat Ia berlari hendak mengejarnya tiba - tiba saja Ia ditahan oleh rekan bisnisnya.

"Gumara?! Apa kabar!? Sudah lama sekali kita tidak bertemu!!" ucap rekan bisnisnya itu.

"Ahhhh apa kabar Pak Tarikh!! Saya sehat!! Bagaimana dengan bapak sendiri?! Sudah lama sekali kita tidak bertemu!!" ucap Gumara.

"Saya sehat Gumara!! Oh iya kenapa kamu disini?! Bukankah acara resepsinya berada di lantai atas!?"

"Oh iya!! Itu tadi saya sedang menunggu teman tapi ternyata dia sudah pergi karna ada urusan katanya!!" ucap Gumara beralasan.

Gumara masih berusaha mencari sosok yang Ia cari. Pandangannya masih terus menatap tajam ke luar halaman hotel. Karna merasa apa yang di lihatnya hanyalah bayangan semata akhirnya Gumara membawa rekan bisnisnya itu untuk naik menuju tempat pesta.

'Mungkin hanya perasaanku saja!! Apa karna aku sangat merindukannya!? Tapi kenapa begitu nyata?!' gumam Gumara.

"Sepertinya ada yang mengikutimu!?" ucap Bokoh saat melihat ada orang yang mengejar dari balik kaca spion mobil.

Pitaloka langsung menoleh ke belakang. Namun tidak ada siapa pun seperti yang di ucapkan Bokoh padanya.

"Tidak ada! Itu hanya perasaanmu saja! Sudah jalan saja badanku sudah sangat lelah sekali!"

"Bukan sekarang!! Jelas saja sekarang tidak ada!! Kan kita sudah keluar dari hotel!! Tapi saat kau turun dan menungguku tadi aku melihat ada seorang pria berlari berusaha menghampirimu!!"

Pitaloka tertegun saat mendengar ucapan Bokoh.

"Tidak usah dihiraukan mungkin pria tersebut sedang menunggu temannya atau keluarganya lebih baik jalan saja!! Aku lelah sekali!!" ucap Pitaloka.

'Siapa yang mengikutiku!? Yang tahu kehadiranku hanya om Kadir tidak mungkin om Kadir mengejarku!! Atau, , , tapi tidak mungkin aku yakin sekali tidak ada yang melihatku!!' bathin Pitaloka.

"Baiklah!! Oh ya, dua hari lagi adalah ulang tahun Nina!! Aku dan Nina ijin ya! Kami mau merayakannya berdua!" ucap Bokoh sambil tersenyum malu dan memohon ijin.

Pitaloka hanya menarik nafas dalam lalu menganggukkan kepalanya. Bokoh pun tersenyum puas karna sudah mendapatkan ijin. Pitaloka mengambil ponselnya dan melihat foto yang ada di ponselnya. Ia memandangi foto itu dengan lekat. Foto kenangan dirinya bersama Gumara. Matanya memerah menahan tangis saat melihat foto tersebut.

One Love (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang