Part Sebelumnya, , ,
"Boleh aku bertanya?" tanya Pitaloka.
"Apa?" tanya Gumara.
"Apa yang akan Kau lakukan kalau Kau mengetahui orang yang Kau cintai mengalami sakit yang parah dan memiliki umur yang tidak lama lagi?"
Tiba - tiba mobil berhenti mendadak. Pitaloka kaget. Gumara dengan cepat menatap Pitaloka lekat.
"Apa maksud pertanyaanmu itu?" tanya Gumara dengan penuh kecurigaan.
"Tidak ada maksud apa - apa! Aku hanya bertanya saja! Aku punya seorang teman, saat ini dia sedang sakit. Dokter mengatakan usia nya tidak akan lama lagi! Lalu dia meninggalkan kekasihnya karna dia tidak ingin membuat kekasihnya terluka dan repot akan sakit yang di deritanya!!"
"Kalau aku jadi kekasih temanmu, aku akan tetap berada bersama orang yang aku cintai! Menemaninya, menjaganya, merawatnya melakukan apa pun untuknya! Karna aku tidak ingin orang yang aku cintai melewati hari - harinya seorang diri! Bahkan bila harus, aku akan ikut pergi bersamanya jika Tuhan memanggilnya!! Aku akan ikut menyusulnya!" ucap Gumara sambil menatap Pitaloka lekat. Nampak mata Pitaloka memerah menahan tangis. Hal itu lah yang tak di inginkan olehnya. Maka dia sudah memutuskan dan keputusannya kali ini benar - benar sudah bulat.
Setelah sampai di depan rumah Pitaloka, Gumara langsung menggenggam kedua tangan Pitaloka. Menatapnya lekat. Kemudian tangan kanannya memegang pipi kiri Pitaloka.
"Aku akan sangat merindukan mu Sayang!" ucap Gumara yang mendekatkan wajahnya ke wajah Pitaloka. Dekat bahkan sangat dekat hingga hampir tak berjarak. Ia sandarkan keningnya di kening Pitaloka. Menatapnya lebih dekat lagi. Pitaloka menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Aku juga akan sangat merindukanmu!" ucap Pitaloka dengan bibir bergetar. Setelah cukup lama dengan posisi tadi akhirnya Gumara mulai melepaskan keningnya dari kening Pitaloka.
"Oh ya, besok aku ingin kita jalan - jalan? Aku ingin menghabiskan waktu seharian bersamamu sebelum aku berangkat!" ucap Pitaloka tersenyum.
"Jadi Kau mengajakku kencan?!" ucap Gumara tersenyum. Pitaloka mengangguk.
"Iya! Karna selama ini Kau yang selalu mengajakku kencan! Jadi kali ini aku akan yang mengajakmu!" ucap Pitaloka tersenyum.
"Baiklah kalau begitu! Sekali - sekali di ajak kencan oleh pacar sendiri tidak begitu buruk!" ucap Gumara yang tertawa mengejek Pitaloka. Pitaloka hanya memanyunkan bibirnya karna di ejek Gumara. Karna selama ini Pitaloka memang hampir tidak pernah mengajaknya kencan. Selalu saja Gumara yang mengajaknya. Dan kali ini benar - benar membuat Gumara senang.
"Baiklah besok aku akan menjemputmu! Kita akan menghabiskan waktu seharian melepas rasa kangen untuk beberapa bulan kedepan!" ucap Gumara.
"Aku pulang ya?! Besok kau harus dandan yang cantik!" ucap Gumara lagi sambil mengecup kening Pitaloka dan berlalu menuju mobilnya. Pitaloka menatap kepergian Gumara dengan lekat. Tanpa terasa air matanya mengalir.
'Ini adalah kebersamaan kita untuk yang terakhir kalinya!! Maaf kalau aku harus pergi dari kehidupanmu dengan cara seperti ini!' bathin Pitaloka.
# # # #
Pagi menjelang. Pitaloka tampak sedang bersiap - siap karna hari ini Ia dan Gumara akan menghabiskan waktu berdua sebelum akhirnya akan berpisah. Ia tepuk - tepukkan wajahnya dengan polesan bedak dan lipstik berwarna peach agar menambah kesan natural pada wajahnya. Saat akan menyisir rambutnya, tiba - tiba ia merasakan sakit di kepalanya. 'Ya Allah jangan buat aku merasakan sakit ini untuk hari ini saja. Ijinkan aku bersamanya untuk sesaat saja sebelum Engkau benar - benar memanggilku!!' bathin Pitaloka. Dengan cepat Ia mengambil obatnya dan meminumnya untuk mengurangi rasa sakitnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Love (Complete)
RomanceCinta memang penuh misteri. Kita tidak tahu kapan dan dengan siapa kita akan jatuh cinta. Begitu juga dengan Pitaloka, Ia tak pernah meminta dan tak menyangka dengan siapa dia jatuh cinta. Dan siapa yang menyangka bahwa orang yang selama ini di ben...
